Hampir 2 tahun terakhir ini, aku sering dapat anonymous letter dari anonymous persons (baca: manusia2 pengecut). Kenapa aku bilang begitu? Karena mereka hanya berani mengkritik, menasehati & menghujat tanpa mau diketahui identitasnya.Dan kenapa aku yakin dengan kata "mereka"? Bisa saja kan sebenarnya hanya satu orang saja yang begitu? Ya...aku hanya melihat berdasarkan perbedaan gaya tulisan & batas2 kesopanan di tulisan2 mereka.Anonymous letter itu dikirim via personal message ke Multiply & Friendster-ku, juga via email. Hampir semua isinya taushiyah. Hanya 2 messages yang isinya menghujat & mengobok-obok urusan keluargaku. Apa pun isi messages/email dari pengecut2 itu, aku ingat pesan Bunda-ku yang gigih & tangguh menghadapi kritikan siapa saja."Terima lah nasehat, walau itu dari mulut seekor anjing sekali pun."
Maaf buat yang kurang berkenan. Tapi maksud beliau, seburuk2nya manusia di mata manusia, jika dia menilai kita...anggap itu sebagai kursus kepribadian gratis. Banyak orang berani bayar mahal untuk meningkatkan kualitas kepribadiannya.Awal tahun ini, aku punya fans gelap baru di Friendster-ku, nama samarannya Holy. Isi message-nya memang taushiyyah dengan bahasa manusia yang sudah ter-tarbiyah dengan mustawa tinggi. Tapi Mr.Holy ini terlalu dalam mencampuri urusan keluargaku. Sekali...aku reply message-nya dengan mengucapkan terima kasih atas nasehat2nya. Ternyata itu membuatnya makin besar kepala, dengan terus mengirimkan nasehat2 lainnya yang nggak lupa disertai dengan menyebut2 masalah keluargaku. belum sempat aku reply message-nya yang ke-2, aku jadi apatis begitu lihat namanya.Pertengahan Maret tahun ini, dia mengirimkan pesan bukan via personal message lagi. Tapi via comment, masih di Friendster-ku. Karena Mr.Holy ini bukan salah satu contact-ku, jadi harus aku approve/reject terlebih dulu sebelum ter-published di tampilan Friendster-ku. Selesai baca testimony-nya...aku sangat2 sependapat dengan si-Pengecut ini. Tapi di sisi lain, aku sangat membenci sikapnya.Tanpa memperpanjang keraguanku, ingat pesan Bunda-ku ke anak2nya, aku approved semata-mata semoga testimony-nya itu bisa jadi pencerahan buat kita ummat Islam yang aktif di dunia maya.Ini testimonial dari Mr.Holy :assalamu'alaikum.
cuma mau ingatkan aja ^_^
kumohon bagi yang mempunyai... bagi yang memiliki.... bagi yang melihat.... bagi yang berminat....
FOTO ORANG PAKE BOM DI BADANNYA ATAU SEJENISNYA... DITAMBAH BESERTA ATRIBUT ISLAM...
tolong di tolong di pertimbangkan lagi, klo bisa dihapus.
seakan islam mengajarkan hal itu,
padahal...
islam sangat menentang hal ini, dan sangat menentang akan hal ini dan sangat menentang akan hal ini,
semangat dakwah bukan dengan seperti ini, bukan dengan menunjukkan hal hal rusak.
minfadhlik ya saudaraku,
kutakutkan.. dakwah islam terhambat.. terfitnah... tersisihkan... terintimidasi...
karena kebodohan beberapa golongan.
ya Allah, cukup sudah kesusahan dakwah agamaMu ini, mudahkan ya Allah, agar kami bisa menjalankan syariatMu yang sahih
yang benar dari Allah, yang salah dari syaitan dan kebodohan ana. Allahu'alam
kritik dan pesan selalu terbuka.
Yang punya ID di Friendster, bisa baca di sini.
Aku setuju banget dengan opini yang disampaikannya itu, seperti gambar2 di bawah ini yang sering dijadikan headshot di Multiply, Friendster, atau blog2 lainnya.
Memang hak kita untuk menampilkan headshot sesuka kita, seperti headshot-ku yang narcist itu yang juga mengundang kontra dari beberapa fans gelapku. Dan semoga opini dari Mr.Holy bisa jadi pertimbangan untuk semangat jihad kita, yang bukan hanya di medan perang...apalagi kita hanya bisa menampilkan gambar2 tersebut tanpa ada aksi yang lebih kongkrit, yang akhirnya hanya menimbulkan fitnah untuk Islam.Aku yakin, Muslim yang membaca journal-ku ini sudah faham bahwa kita bisa berjihad di mana saja. Di dunia sastra seperti Mbak Helvy, Mbak Asma, Teh Pipit, Mbak Afifah Afra, dll. Atau mencerdaskan ummat di bidang penulisan seperti Mas Jonru, dkk. Untuk seorang pelajar/mahasiswa pun, perginya dalam menuntut ilmu termasuk jihad...yang kalau mereka dipanggil-NYA saat menuntut ilmu bisa dikategorikan mati syahid. Dan aku sebagai seorang perempuan yang nggak bisa apa2...cukup berpegang dengan kalimat "Jihadnya seorang wanita adalah melahirkan".
Slogan-ku pribadi, kita boleh berbeda pendapat...asal ukhuwwah tetap terjaga. Mohon maaf sebesar2nya untuk sahabat2ku yang nggak berkenan dengan journal-ku ini.
JazaakumuLLOHU wa khoirul jazaa' untuk Mr.Holy.
Glossaries of Islamic Terms (for my non-Muslim readers) : ~ taushiyah (nasehat) ~ tarbiyah (proses pengembangan dan bimbingan, meliputi jasad, akal, dan jiwa, yang dilakukan secara berkelanjutan, dengan tujuan akhir si anak didik tumbuh dewasa dan hidup mandiri di tengah masyarakat) ~ mustawa (level tarbiyah) ~ jihad (berjuang atau berusaha dengan keras & nggak harus berarti perang dalam makna fisik) ~ mati syahid (kematian pada saat berjuang keras, sehingga kematiannya itu menjadi saksi atas kegigihan usahanya & itu sebuah taruhan dari kehormatannya dalam perjuangannya) ~ ukhuwwah (persaudaraan) ~ jazakumuLLOHU wa khoirul jazaa' (ucapan terima kasih yang lebih bermakna & mengandung do'a, yang artinya "semoga ALLOH membalasmu dengan balasan yang lebih baik lagi")
 | kalau memang menyampaikan kebenaran, seharusnya tidak pakai cara sembunyi2. |
 | ada di contact bund2 kah dia??siapa bund beritahu acis???beraninya lewat belakang aja...ishbir ya bund2...kami2 yang mencintai bund2 ada bersamamu..... |
 | bukan saya lho tante... jujur deh.. bukan saya... :D |
 | Just little comment bunda ^_^, Perbedaan firqoh dakwah terkadang menimbulkan gesekan -dan memang tidak bisa di pungkiri khan?-, terkadang cuma 'sepele' jadi masalah besar. Kenapa aku bilang sepele? coz yang diperdebatkan masalah kilafiyah dan bukanlah yang ushul (dasar) padahal begitu banyak PR kita khan? but sebagai seorang muslim kita haruslah berpikir husnudzon, anggapalah itu bentuk perhatian "sayang" sebagai saudara seiman. Sedikit masukan -jika berkenan- selama kita yakin yang kita lakukan tidak menyimpang dari Al Qur'an dan As Sunnah, kenapa musti takut? toh baik yang menasehati dan yang dinasehati belum tentu benar -dan belum juga salah-...so maju truz Bunda...Fi sabili Haq, Fastabiqul Khairat ^_^ |
 | Salut pada cara Bunda menanggapinya... Tapi kalau sudah mengganggu sekali mungkin baiknya sedikit 'diingatkan balik' ya? |
 | Setuju banget sama Bunda. Jadi ingat nasehat seorang temen di KAMMI Daerah Kalsel dulu, "yg namanya kebenaran, walau datang dari mulut ular sekalipun, tetap aja kebenaran". Jadi memang yg diliat esensi nasihatnya, bukan siapanya. |
 | kita boleh berbeda pendapat...asal ukhuwwah tetap terjaga =========================================== setuju banget mba lulu cantiiik |
 | qudrat wrote on Apr 23, edited on Apr 23 Saya juga mengalami hal sama dengan bunda athira, sejak tahun 2006 saya sering menerima pesan2 yg mirip dengan itu, bahkan jauh lebih buruk dg kata-kata yg terkadang tak pantas diucapkan sesama saudara muslim.
Sumbang Pendapat untuk Mr. Annonymous: Saat ini ummat sedang carut marut tak kompak, tak teratur. Namun ada bbrp golongan yang mencoba membangun kembali tradisi berjamaah sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Maka terbentuklah beberapa jama'ah dengan fiqh dakwah yang saling berbeda, namun jama'ah2 tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu mengembalikan kejayaan Islam, nah seharusnya walaupun berbeda cara dan metode hendaknya saling menguatkan, bukan saling menghujat. Perbanyak husnuzon daripada su'udzon.
Kalo mungkin dia punya cara & startegi dakwah yg berbeda silahkan lakukan, tanpa mengujat jama'ah or fikroh lain. Lebih baik kita berbeda cara namun dalam tujuan yang yang sama-sama baik, daripada kompak dalam tujuan yang buruk. Wallahu'alam
|
 | Hmm.... kalau via MP ato FS, kan ketahuan siapa. Justru kalau email akan lebih tersembunyi identitasnya. Tepi mestinya, klo identitas di MP dan FS juga disamarkan gak akan ketahuan juga ya....
Kalau memang beliau berniat baik, harusnya mengenalkan diri siapa beliau adanya. Analog dengan ketika orang bertamu.
Ada kan, kisah dalam hadits, yakni ketika Rasulullah SAW diketuk pintu rumahnya oleh seorang tamu, dan tamu tersebut ditanyai dari dalam: "Siapa?" Tamunya menjawab: "Saya." (Tanpa menyebut nama). Rasulullah bertanya lagi: "Siapa?" Dijawab lagi: "Saya." Maka Rasulullah SAW dengan nada kesal/marah menghardik dengan ucapan: "Saya... saya..!!" Jadi memang adab bertamu, kalau ditanyai siapa, maka harus menjawab dengan namanya, atau Ibnu.... atau Abu.... (julukan), dst. Hal ini ada juga dalam kitab Kitabul Adab.
Analog dengan itu, orang mau memberi nasehat hendaknya juga menjaga adab yakni dengan mengenalkan dirinya.
Wallaahu a'lam....
Ishbir ya Bunda.... ^_^ |
 | sabar ya mba lulu sayang.. kita boleh berbeda pendapat ..asal ukhuwah tetap terjaga. Insya Allah selalu dan sangat setuju..:) |
 | kita berhusnudzhon aja mba...semoga mr holy ini emang punya niat baik walaupun dengan cara yang salah.
biar bagaimana kita ambil yang terbaik dan tinggalkan yang buruk..maaf klo tida sependapat....:D |
 | sweet smile for mbak lulu sayang... ^_^
btw, bukan aku, kan? ~_^ I Luv U, Mbk Mentari.. |
 | sweet smile for mbak lulu sayang... ^_^
btw, bukan aku, kan? ~_^ I Luv U, Mbk Mentari.. |
 | mba'e... maem yuk di angkringan sebul...
*nggandeng mba'e erat2* |
 | 'kita boleh berbeda pendapat asal ukhuwah tetap terjaga' -> agree banget!! bukan hanya sesama muslim, tapi buat semua kaum... indah banget kan, kalo orang non muslim bisa liat kita rukun dan ramah terhadap sesama... *cuma opini loh ^^* |
 | maem chocoalte ajach yuk bund..biar bisa senyum.
isbir bunda sayang.. |
 | MEndingan kita makan asinan kamboja ajah yukkk.... |
 | vocinna wrote on Apr 23, edited on Apr 23 enjoy mbak Lulu sayang....^_^ jangan sedih yah
|
 | kayanya itu orang yang familiar ma Bunda deh, kalo ga, ga mungkin kan sampe tahu urusan keluarga Bunda segala. bener tuh kata yang koment diatas, kalo kebenaran mah sampein aja terang2an, kaga pake sembunyi gituh kaleeee...*ikutan sewot dah* |
 | wah...wah...aku juga merasa banyak laki-laki yang suka sama perempuan tapi ngga berani langsung melamar ya...alasannya kerja belum jelas, gaji masih kecil, miskin harta....ah itu mah rendah diri...Hai cowo2 wanita tuh suka sama cowo maco yang berani unjuk diri...bukan yang rendah diri karena miskin harta...."yang penting setia-sayang-jujur &tanggungjawab"...:-) masa sih dunia ini perawan tua makin nambah aja...AYO TUNJUKAN KAMU BENAR_BENAR LELAKI SEJATI!...gitu kan mba Lulu.. |
 | kasihan banget ya... mungkin Beliau ini krisis kepercayaan diri kali.. |
 | makin tinggi pohon, anginnya makin kenceng Bun bener, Holy ini pasti someone yg tau bener klg Lulu, kalo engga darimana dia tau itu semua ya? |
 | Emang susa mba kalo artis..  |
 | ngerujak yuk Bunda,,,, rujak mangga sama kedondong :)) |
 | aduh mba...saya sedih mendengarnya...semoga Allah memberi petunjuk selalu untuk kita...inshaAllah nasihat yang diberikan dengan ikhlas dan karena dilandasi rasa cinta dan ukhuwah islam akan bermakna dan berbekas di hati kita |
 | Isi Messagenya bagus,tapi kok cara Dia menyampaikan sembunyi-sembunyi ya dan nggak mau nunjukin siapa identitasnya. |
 | seyogyanya kita mengembalikan semua makna pada tinjauan syariat.... sukron sharingnya mbak lulu |
 | i`m always trust to you..:) |
 | hmm.... hmm.... emang harus di tanggapi secara proporsional baik tauziahnya maupun sikapnya  |
 | ada di contact bund2 kah dia??siapa bund beritahu acis???beraninya lewat belakang aja...ishbir ya bund2...kami2 yang mencintai bund2 ada bersamamu.....  Duh...ni anak... Baca dulu yg bener...baru esmosi... Kalo aku tau, say...pasti dah ta' sobek2...!!! Thx a lot 4 loving ME & being w/ ME alwayz...  |
 | Just little comment bunda ^_^, Perbedaan firqoh dakwah terkadang menimbulkan gesekan -dan memang tidak bisa di pungkiri khan?-, terkadang cuma 'sepele' jadi masalah besar. Kenapa aku bilang sepele? coz yang diperdebatkan masalah kilafiyah dan bukanlah yang ushul (dasar) padahal begitu banyak PR kita khan? but sebagai seorang muslim kita haruslah berpikir husnudzon, anggapalah itu bentuk perhatian "sayang" sebagai saudara seiman. Sedikit masukan -jika berkenan- selama kita yakin yang kita lakukan tidak menyimpang dari Al Qur'an dan As Sunnah, kenapa musti takut? toh baik yang menasehati dan yang dinasehati belum tentu benar -dan belum juga salah-...so maju truz Bunda...Fi sabili Haq, Fastabiqul Khairat ^_^  Duh...kayaknya Om-nya Fahrel nih Jaka Sembung deh...  Inti-nya gini lho: 1. Aku nggak setuju dengan caranya si-Pengecut itu
2. Aku setuju banget ama opini-nya, krn temen2ku yg non-Muslim bilang k'aku ttg p'benaran presepsi mereka bahwa Islam itu agama radical & bar2, stelah mereka liat gambar2 itu di i'net
3. Aku nggak pernah make/nampilin gambar2 yg dimaksud dia
4. Kalo ada p'bedaan opini dgn sahabat2ku yg pake gambar2 itu, jangan dijadiin sbg virus ukhuwwah...krn aku cuma ingin menyampaikan pendapatku yg kebetulan 1 opini dengan fans gelapku ituAnyway...jazaakaLLOHU khoiyr buat support-nya, Om... |
 | Salut pada cara Bunda menanggapinya... Tapi kalau sudah mengganggu sekali mungkin baiknya sedikit 'diingatkan balik' ya?  Tengkyu, Mbak Leila... Wah...udah, Mbak... Kan pernah aku sampein persis kayak yg Bunda-ku bilang...eh...aku dibilangin gini, "Akhwat koq ngomongnya pake anjing...?" Jadi dia kayak mo ngelempar ke aku lagi...jadi nggak focus... Yo wez...ta' cuekin aja...  |
 | Setuju banget sama Bunda. Jadi ingat nasehat seorang temen di KAMMI Daerah Kalsel dulu, "yg namanya kebenaran, walau datang dari mulut ular sekalipun, tetap aja kebenaran". Jadi memang yg diliat esensi nasihatnya, bukan siapanya.  JazaakaLLOHUjaziilan, Mas Rizal... Cuma kedudukan si-anjing diganti ama si-ular aja ya...hehehe... 'Afwan, Mas...soalnya kalimat itu dah nempel di kepalaku dari aku masih kelas 2 SD... Aku inget banget, Bunda ngomongnya di teras waktu aku lagi manjat pager trus diperingatkan ama tetangga yg nggak suka ama Bunda yg udah mulai b'jilbab waktu itu.  |
Comment deleted at the request of the author.
 | Saya juga mengalami hal sama dengan bunda athira, sejak tahun 2006 saya sering menerima pesan2 yg mirip dengan itu, bahkan jauh lebih buruk dg kata-kata yg terkadang tak pantas diucapkan sesama saudara muslim.  Aku juga, Mas... Malahan...ada s'orang Ustadz yang m'publish-nya di blog dia dengan penambahan kalimat Laknat, dkk... Apa kalo dia itu udah dipanggil "ustadz" trus bisa s'enaknya melaknat orang...? Padahal dia tadinya tempat curhat-ku, Mas... Bener2 penyelewangan hasil curhat...! mana aku nggak dapet profit sharing-nya pula...  |
 | Sumbang Pendapat untuk Mr. Annonymous: Saat ini ummat sedang carut marut tak kompak, tak teratur. Namun ada bbrp golongan yang mencoba membangun kembali tradisi berjamaah sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Maka terbentuklah beberapa jama'ah dengan fiqh dakwah yang saling berbeda, namun jama'ah2 tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu mengembalikan kejayaan Islam, nah seharusnya walaupun berbeda cara dan metode hendaknya saling menguatkan, bukan saling menghujat. Perbanyak husnuzon daripada su'udzon.  B'arti...ini buat aku juga dong...? Iya kan...? Iya dong...? Anyway...jazaakaLLOHU khoiyr buat taushiyah-nya, Mas Qudrat...  Intinya: 1. Aku nggak setuju dengan caranya si-Pengecut itu
2. Aku setuju banget ama opini-nya, krn temen2ku yg non-Muslim bilang k'aku ttg p'benaran presepsi mereka bahwa Islam itu agama radical & bar2, stelah mereka liat gambar2 itu di i'net
3. Aku nggak pernah make/nampilin gambar2 yg dimaksud dia
4. Kalo ada p'bedaan opini dgn sahabat2ku yg pake gambar2 itu, jangan dijadiin sbg virus ukhuwwah...krn aku cuma ingin menyampaikan pendapatku yg kebetulan 1 opini dengan Mr.Anonymous |
 | Kalo mungkin dia punya cara & startegi dakwah yg berbeda silahkan lakukan, tanpa mengujat jama'ah or fikroh lain. Lebih baik kita berbeda cara namun dalam tujuan yang yang sama-sama baik, daripada kompak dalam tujuan yang buruk. Wallahu'alam  According 2 my opinion... Mr.Holy ini nggak ada kata2 yg m'hujat, apalagi yg dihujat itu suatu jama'ah atau fikroh t'tentu.Coba deh...Mas Qudrat baca sekali lagi testy dia buat aku... Krn, kalo ada kata2 hujatan thd suatu jama'ah...pasti aku juga b'usaha untuk menahan diri nggak posting testy-nya dia itu. Aku juga nggak mau kehilangan sahabat2ku di MP ini yg datang dr b'bagai macam jama'ah, bahkan agama.
Seperti b'berapa postingan sahabat2ku yg m'ungkapkan fikroh-nya atas halal-haram nya sesuatu. Kalo aku mrasa nggak sanggup m'ungkapkan pendapatku yg akhirnya bikin aku akan kehilangan sahabat...lebih baik aku mundur untuk m'hargai pendapatnya. Tapi aku pasti akan share fikroh-ku dulu, coz I'm not a "Yes Man" lady. Dan semoga mereka pun juga bisa m'hargai pendapatku yg b'sebrangan dengannya.
Setuju banget ama yg Mas Qudrat bilang di atas...makanya aku angkat slogan-ku itu k'mana2. Karena, slogan itu yg bikin aku masih punya banyak sahabat dr b'bagai macam golongan & agama...kecuali sahabat-ku sendiri yg ninggalin aku krn benci dengan opini-ku.
Dan tolong diingetin aja ya, Mas...kalo aku suatu saat nanti khilaf kebablasan jiddal cuma buat opini-ku yg blom tentu bener.Skali lagi, jazaakaLLOHU khoiron katsiro...buat sharing opini-nya...  |
 | Kalau memang beliau berniat baik, harusnya mengenalkan diri siapa beliau adanya.  Aku pecaya koq, Mas...niatnya dia baik... Yg aku nggak suka itu cara dia menyampaikan & nyemplung k'masalah kluargaku...plus sifat-nya yg pengecut... Karena ada b'brapa sahabat2ku di MP...mau tuh blak2an negur aku & alhamduliLLAH sampe skarang silaturahim kita jalan terus...  |
 | Hmm.... kalau via MP ato FS, kan ketahuan siapa. Justru kalau email akan lebih tersembunyi identitasnya. Tepi mestinya, klo identitas di MP dan FS juga disamarkan gak akan ketahuan juga ya....
Kalau memang beliau berniat baik, harusnya mengenalkan diri siapa beliau adanya. Analog dengan ketika orang bertamu.
Ada kan, kisah dalah hadits, yakni ketika Rasulullah SAW diketuk pintu rumahnya oleh seorang tamu, dan tamu tersebut ditanyai dari dalam: "Siapa?" Tamunya menjawab: "Saya." (Tanpa menyebut nama). Rasulullah bertanya lagi: "Siapa?" Dijawab lagi: "Saya." Maka Rasulullah SAW dengan nada kesal/marah menghardik dengan ucapan: "Saya... saya..!!" Jadi memang adab bertamu, kalau ditanyai siapa, maka harus menjawab dengan namanya, atau Ibnu.... atau Abu.... (julukan), dst. Hal ini ada juga dalam kitab Kitabul Adab.
Analog dengan itu, orang mau memberi nasehat hendaknya juga menjaga adab yakni dengan mengenalkan dirinya.
Wallaahu a'lam....
Ishbir ya Bunda.... ^_^  JazaakaLLOHUjaziilan... Ini udah sabar, Mas... Kalo nggak...wah...dah ta' sobek2 itu Fs-nya...!  |
 | ya, setuju. jangan sembunyi-sembunyi (menyembunyikan identitas), kalau mau menjalin silaturahim, biar tak menimbulkan syak wasangka.  Yup...! Setuju juga ama Mas Tian & Mas Juli... Kan aku juga jadi su'udzon ama b'brapa orang... Kalo betul, walaupun dosa tapi ada bonus "tebak2 b'hadiah" nya... Nah...kalo salah...?! Udah dosa...masih pnasaran pula...!  |
 | MEndingan kita makan asinan kamboja ajah yukkk....  Mau banget......................................!!!!!!!!!!! Aku pinjem motor-nya tukang ojeg aja deh biar nggak kena macet... Oh ya...ajak Yusuf Kalla sekalian ya, Mas... Kan katanya hari ini dia kunjungan k'skolahmu... |
Comment deleted at the request of the author.
 | wah...wah...aku juga merasa banyak laki-laki yang suka sama perempuan tapi ngga berani langsung melamar ya...alasannya kerja belum jelas, gaji masih kecil, miskin harta....ah itu mah rendah diri...Hai cowo2 wanita tuh suka sama cowo maco yang berani unjuk diri...bukan yang rendah diri karena miskin harta...."yang penting setia-sayang-jujur &tanggungjawab"...:-) masa sih dunia ini perawan tua makin nambah aja...AYO TUNJUKAN KAMU BENAR_BENAR LELAKI SEJATI!...gitu kan mba Lulu..   GuBBBraXXX...!!! jaka semBung beli ikan Mas... kagak nyamBung, Mas........................................!!!! Coz aku yakin banget dia nggak ada niatan mo ngelamar aku... Lagian...aku bukan perawan tua... Lah wong anakku dah 2...  Anyway...I agree with ur opinion, Mas Yudhi... TFS ya...  |
 | kasihan banget ya... mungkin Beliau ini krisis kepercayaan diri kali..  Bisa jadi, Mas Nino...  Kalo gitu...ALLOH yashfiih deh... Aku juga pernah lho, Mas...krisis PeDe...tapi nggak sampe ngobok2 urusan orang gitu... |
 | makin tinggi pohon, anginnya makin kenceng Bun  Tapi, dari SMA...tinggi-ku nggak nambah koq, Mbak... Trus...knapa anginnya malah makin kenceng ya...? O I C...! Efek dari global warming kali ya, Mbak...? Reboisasi ah...biar nggak ada global warming lagi...  |
 | yoiiiii, setuju dengan yang ini..........  Wah...Mas Juli banyak fans-nya neh... Bikin Juli fans club yok...!  These R : Mas Juli, Mas Tian & Mas Rayyiis |
|
|