Bunda's posts with tag: akhlaq
1. Berusaha berinteraksi dengan anak tidak dengan cara yang digunakan oleh kedua orang tua kita dulu ketika berinteraksi dengan kita, tanpa berfikir dulu baik-buruknya. Terkadang hal ini akan membawa kita pada beberapa kesalahan yang dapat merusak kejiwaan anak. Setiap generasi, ada cara tertentu yang cocok untuk mereka.Umar bin Khattab r.a berkata:"Didiklah anak2 kalian dengan methode pendidikan yang berbeda dengan methode pendidikan yang kalian terima dari ortu kalian, karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk hidup pada satu zaman yang berbeda dengan zaman kalian."Hal ini bukan berarti kita mengikuti modern life style mereka begitu saja, tapi tetap pada kerangka AL-Qur'an & Hadist sebagai pegangan kita ummat Rosululloh SAW.2. Berusaha untuk tidak melontarkan satu pertanyaan pun atau satu komentar tidak langsung ketika kita memerintahkan kepada anak untuk melakukan sesuatu.Seperti dengan mengatakan kepadanya "Mengapa kamu menebarkan mainan2 ini di mana2?" atau "Nggak baik menebarkan mainan2 ini dengan cara begini!" Kemungkinan besar dia pasti akan menjawab pertanyaan atau komentar kita itu. Dengan demikian, berarti kita telah memberikan kesempatan kepadanya untuk membuat-buat alasan.Sikap yang lebih tepat dalam masalah ini adalah memerintahkannya untuk berhenti menebarkan mainannya dan memintanya untuk meletakkan di tempat semula tanpa memberikan satu alasan atau penjelasan kepada anda.Setelah semuanya kembali rapi dan hatinya mulai kelihatan tenang, baru kita bisa mengajaknya berbicara dari hati ke hati. Mungkin sikapnya tadi adalah bentuk protest kepada kita atau hanya sekedar menuntut perhatian kita.3. Tidak lupa untuk selalu mengarahkan perilaku anak, bahkan saat dia sedang bergembira.Jika kita telah memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, maka hendaknya waktu yang telah dikhususkan itu benar2 menjadi waktu yang menyenangkan.Akan tetapi, hal ini bukan berarti kita sebagai orang tua mengabaikan dalam penerapan prinsip2 pembinaan perilaku anak. Jika anak mulai memperlihatkan perilaku yang tidak baik, kita harus tetap mengingatkannya akan batas2 yang harus dia taati dan yang tidak boleh dilanggar.4. Tidak menjadikan anak selalu berusaha menghindari berbagai macam tantangan dalam kehidupan sehari-harinya.Berusahalah untuk selalu menjadi orang yang dekat dengannya dan siap memberikan bantuan kepadanya bila memang diperlukan. Akan tetapi, bila anak kita masih mampu melakukannya sendiri, berusahalah untuk melepaskannya dengan memberikan kepercayaan kita kepadanya.Kita harus menjadikan hidupnya lebih realistis dan alami sesuai dengan kodratnya, salah satunya dengan cara membiarkan dia melakukan sendiri tugas / pekerjaan / beban / masalah yang masih mampu diembannya. Hal ini jauh lebih baik daripada kita mengerahkan segenap daya upaya kita untuk memberikan sebesar mungkin bantuan dan kesenangan kepadanya.Dengan begini, kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan kepercayan diri yang dimilikinya akan lebih meningkat, sehingga anak pun akan mengambil pelajaran berharga dari tantangan2 yang telah dia hadapi.5. Tidak memberikan pujian dan teguran secara bersamaan.Berikanlah kepadanya kesempatan agar anak dapat merasakan kesuksesannya terlebih dahulu sebelum dia merasakan kekurangannya.
Sebagai contoh, pada saat anak menunjukkan hasil karyanya, hendaknya kita memberikan pujian bahwa hasilnya jauh lebih baik dari sebelumnya. Baru kita ajak dia berdiskusi apa saja yang kira2 kurang atau tidak pantas. 6. Tidak mendiskusikan masalah yang dihadapi anak di hadapan orang lain.Kritikan yang pedas terhadap seorang anak dan perilakunya yang minus, jika dilontarkan di hadapan orang lain merupakan kesalahan besar yang dapat membangkitkan rasa dengki dan hasud dalam hatinya.Bila anak melakukan kesalahan di depan orang lain, cukuplah bagi kita untuk memberikan teguran dengan isyarat akan kesalahannya.7. Kendalikan emosi dan berusaha untuk bersikap tenang.Hindari sikap suka berteriak, karena sikap seperti ini akan diikuti oleh anak ketika menyikapi berbagai macam masalah dan ketika berinteraksi dengan orang2 di sekitarnya.Ketika melihat perilakunya yang nakal, hindari menyikapi kenakalannya dengan cara memukulnya, bahkan ketika kita menyikapi pertengkaran2 antar anak2 yang mengganggu kenyamanan sekitar.Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa ada hubungan yang erat antara anak kecil yang suka membuat kegaduhan dengan ibu yang suka berteriak dan suka memberikan ancaman. Bahwa kemarahan seorang ibu memiliki pengaruh yang lebih kuat dan lebih besar terhadap proses pembentukan kepribadian sang anak daripada kemarahan seorang ayah.8. Tidak memperlihatkan kepadanya rasa putus asa dalam memperbaiki kepribadian atau perilaku anak.Karena hal ini akan memperkuat keinginannya untuk membangkang.Setiap hari, akan selalu muncul hal baru dalam kehidupan kita dan anak kita, yang akan membawa kesempatan baru pula untuk kita jadikan sarana agar hubungan kita dengannya lebih dekat dari hari2 sebelumnya. Hal ini juga dapat membantu kita dalam mengenali potensi2 dan kemampuan2 yang dimilikinya.9. Tidak berlebihan dalam memuji anak.Sesuai dengan tabiatnya, seorang anak kecil memang memerlukan pujian, asal tidak berlebihan. Pujilah akhlaq atau perilakunya yang sholeh/baik, serta ketaatannya kepada Alllah swt dan kedua ortunya. Serta berilah juga kepada anak untuk melakukan hal2 baru dan menekuni sesuatu yang sulit. Sebab rasa percaya diri dan optimist seorang anak akan muncul dalam dirinya melalui usaha2nya sendiri yang dibanggakannya. Oleh karena itu, sebaiknya kita memuji anak kita secara proporsional dan pada waktu yang tepat. 10. Tidak berlebihan dalam memanjakan anak dan menuruti semua permintaannya. Karena sikap kita ini akan menanamkan sifat egois dalam diri anak kita. Selain itu, sikap tersebut juga dapat membuat anak tidak memiliki rasa tanggung-jawab dan membuatnya selalu tergantung pada orang lain. Sikap tersebut juga dapat membuat anak tidak dapat menyikapi kegagalan dengan baik, karena dia merasa bahwa orang2 di sekitarnya dapat menerima apa pun yang dilakukan olehnya. Semoga cinta kita sebagai orang tua kepada anak2 kita tidak dijadikan tameng bagi dirinya dalam melakukan perbuatan2 yang tidak baik. Na'udzubillah min dzalik... translated & edited by ME from 100 Fikroh Dzahabiyyah li Tarbiyyah Thiflik (Iman Al-Mahdawi) dedicated then to myself specially
Link: http://www.kitadanbuahhati.org/Website yayasannya Bu Elly Risman, as its director.
Ada forum tanya-jawab dimana kita bisa bertanya seputar problematika anak2, balita, batita, remaja, rumah-tangga & kesehatan.
Habis muntah…gara-gara nonton berita di Tv. Berita Petang di Lativi sore ini menyiarkan bahwa ditemukan satu container condom bekas pakai dan beracun di pelabuhan Tanjung Priuk. Dan document yang menyertai container ini tidak sesuai dengan isinya. Bahwa, di document tersebut tertulis condom baru. Begitu dibuka container itu, petugas-petugasnya terlihat langsung shocked sambil menutup hidung mereka. Ternyata, baunya luar biasa menyengat. Dan ketika petugas pelabuhan menunjukkan beberapa dari tumpukan condom bekas pakai itu, benar-benar menjijikkan. News reader tidak menyebutkan negara asal yang mengekspor condom bekas pakai itu, tapi dia menyebutkan nama suatu perusahaan Rubber & Rubber, di Indonesia, sebagai importirnya. Lalu, buat apa condom-condom menjijikkan itu semua? Dicuci bersih lalu di-repack kemudian dijual lagi ke masyarakat Indonesia…khususnya yang ikut mengkampanyekan condom sebagai salah satu pencegah AIDS? Alasan yang dikemukakan oleh jubir perusahaan Rubber & Rubber itu, condom-condom bekas pakai tersebut akan didaur ulang di pabrik milik mereka. Untuk dijadikan apa? Hal ini tidak dijelaskan dalam liputan berita itu. Entah untuk dijadikan apa, atau hanya akan disterilisasi dan kemudian dikemas seperti baru lagi, tapi ini sepertinya salah satu petunjuk-NYA untuk kita, sebagai hamba-hamba-NYA yang dikaruniai akal. Bahwa, memang hanya dengan perbaikan moral bangsa ini lah...maka peningkatan angka kasus virus HIV/AIDS dapat direduce. Bukan dengan free sex yang hanya menggunakan condom...apalagi condom bekas pakai, beracun pula.
Special thx buat my sizta, Mbak Rida ( www.nadareeda.multiply.com ) yang udah banyak ngingetin aku akan mati... This video then, specialized 4 my brotherz LhuCat & Indra, yang sempet discuss di milist "bengkel93" soal kematian. Dalam video ini, Ustadz ini wafat secara khusnul khotimah (Insya ALLOH). Perhatikan pada dahi si-Ustadz, p'lahan2 proses pencabutan nyawa sedang b'langsung oleh Malaikat Izroil. Semoga kita t'masuk hamba2NYA yg slalu m'ingat mati setiap saat, agar kembali kepada-NYA secara khusnul khotimah. Aamiin...
Ketika Nyawa Dicabut.zip (1.3 MB)
| |