Bunda's posts with tag: automotive
Pada tanggal 22 September 2007 lalu merupakan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) - udara bersih untuk semua. Sejalan dengan kegiatan peduli lingkungan itu, Bridgestone melalui Toko Modelnya di antaranya TOMO Trijaya Ban 83, Nawilis Car Care & Formula Ban telah dipercaya oleh pemerintah DKI Jakarta ikut serta menyukseskan acara tersebut dengan melakukan uji emisi beberapa kendaraan di wilayah Jakarta, tepatnya di Monas.
Acara yang digelar pada hari Sabtu itu disambut positif oleh masyarakat Jakarta. Selain itu, kegiatan kampanye ini menjadi ajang promosi mengurangi penggunaan kendaraan pribadi guna meningkatkan kualitas udara, sekaligus meningkatkan kualitas hidup di wilayah perkotaan. Tidak hanya bengkel-bengkel besar saja yang ditunjuk Pemerintah, namun, saat ini mereka telah mempercayakan kepada TOMO untuk ikut melaksanakan program kampanye seperti ini. Dan rencananya kegiatan ini akan dilakukan di beberapa kawasan tertentu karena merupakan program Pemprov DKI untuk mengendalikan pencemaran udara. Source: www.bridgestone.co.id
| Start: | Mar 26, '08 06:00a | | End: | Mar 27, '08 6:00p | | Location: | Start : ParkiT-Senayan Finish : Bandung |
TOMO Bridgestone ngadain kegiatan lagi yang konsep-nya: - Meningkatkan pengetahuan peserta tentang safety driving- Mengarahkan pengguna jalan raya agar memiliki sikap & tingkah laku disiplin berkendara - Sarana untuk mengakomodasi inisiatif masyarakat pengguna jalan raya guna mencegah kecelakaan & meningkatkan kualitas keselamatan - Memperkenalkan keberadaan TOMO kepada masyarakat
| Start: | Jan 27, '08 07:30a | | End: | Jan 27, '08 6:00p | | Location: | SenCi (Senayan City) |
Yang mo ikutan, bisa hubungin ke : Tire Zone Cibubur (Trijaya Ban Cibubur) - 021 845 96907Grand prize-nya Toyota Swift plus hadiah2 laennya... :)
Sebenernya seh bukan cuma motor matic yg bahaya seperti yg ada di clip ini. Tapi, bawa anak2 naek motor...ya mbok para ortu tolong jangan egois & jangan anak m'lulu yg slalu jadi kambing hitam. Aku paling sebel kalo liat banyak pengendara & penumpang motor yang cuma mentingin keselamatan mereka yg dewasa doang. Kayak pake helm, banyak cara u/ bujuk anak2 mereka mau pake helm seperti ortunya. Yg paling nyebelin lagi, anak2nya disuruh acrobat di atas motor...walaupun dipegangin, tetep aja bahaya banget. Blom lagi, yg anaknya suruh jadi tameng angin tubuh bapaknya. Oh ya...akhir2 ini, aku sering banget nemuin ibu2 yg mbonceng motor sambil nyusuin anaknya...yg dari segala penjuru udah masuk category pornoaksi, t'masuk dr belakang karena kaos si-ibu2 itu t'angkat sampai bagian belakang tubuhnya keliatan. Secara dr kebersihan & kesehatan aja udah nggak layak. Kalo diliat dr pakaiannya, sebenernya mereka lagi nggak menempuh long distance gitu. Karena hampir semua yg aku liat, para ibu yg dgn cuex-nya mengeluarkan anggota badannya itu, bawahnya pake celana pendek plus sendal jepit. So, masih bisa di-pending sampe di rumah sebenernya. Maaf...kalo aye ade sale2 kate... Uneg2ku ini bukan b'arti aku udah jadi ortu yg baik ato pun nggak pernah riding motor. Aku juga kadang naek motor...apalagi kalo di Bali... 
matic.wmv (590 KB)
|  | Selain indoor training, selama di Jepang bulan May lalu, ada juga program outdoor training. Kita diajak keliling2 contoh toko model & bengkel di sana. Kesimpulannya, bikin malu deh kalo inget toko model kita di Indo. Tapi buat apa training kalo bukan buat "trying our best to be better"...iya nggak?
Pagi2, kita ngunjungin Tire Kan. Di sini kita liat dari sebelum toko buka. Te-O-Pe abis deh management-nya! Dengan pegawai yang cuma 7 orang, semuanya termanaged hampir sempurna. Cimon juga dapat peran jadi customer waktu kita dapet tugas rollplay atau semacam acting/olah peran gitu deh. Yang intinya, para Japanese itu ngajarin kita "how to make customer satisfaction".
Siangnya kita ke Yellow Hat. Di sini lebih cenderung ke swalayan. Customer bebas memilih sendiri apa yg dibutuhkan. Unik-nya, dari jalan autocare ini cuma kelihatan seperti toko 2 lantai. Ternyata 6 lantai! 4 lantai-nya lagi ke bawah, bukan ke atas. Lantai pertama semacam foyer, ada cashier & pintu menuju pit/bengkel-nya. Ada juga tangga berhias graffiti unik menuju ke equipment store & waiting room. Di toko swalayan ini dijual berbagai macam kebutuhan mobil. Lengkap! Bengkel-nya pun terbagi2 tergantung kelas mobilnya. Untuk menuju ke sana, tersedia lift di depan pintu masuk & tinggal pilih deh...di SPK itu mobil yang lagi di-service ada di lantai berapa...B1, B2, B3 atau B4. Di sebelah Yellow Hat ini ada cafe juga yang masih underbow-nya Yellow Hat.
Dari sana, kita menuju ke Cockpit di Setagaya. Nah...ini autocare khusus sports cars & mobil2 mewah. Lihat customers di sini pun terasa beda banget. Dengan Harajuku style & ala celeb gitu deh. Tapi untuk politeness...nggak beda dengan ordinary customers di Tire Kan & Yellow Hat tadi.
Seneng banget deh aku & Cimon lihat Ferrari, Porsche, Masserati, Lamborghini, Audi, dll, diobrak-abrik di Cockpit & Yellow Hat. Apalagi liat accessories mobil2 itu plus velg2nya, yang harganya mungkin sama ama mobilku. Hehehe... |
| Start: | Jul 19, '07 09:00a | | End: | Jul 28, '07 9:00p | | Location: | JCC |
Eurosport - Sun, 22 Jul 16:13:00 2007 Fernando Alonso produced the drive of his career to win a chaotic European Grand Prix and slash his McLaren team-mate Lewis Hamilton's championship lead from 12 points to two. In a race that saw torrential rain, the first red flag for nine years and pit crews trying so second-guess the weather almost by the minute; it was the 26-year-old Spaniard who triumphed when the greatest level of skill and concentration was demanded. He was forced to work hard for it though and had to drive around the outside of long-time race leader Felipe Massa as a second rainshower hit with six laps to go, banging wheels in the process in a move that angered the Brazilian and led to a confrontation in the holding area as both prepared to take to the podium. The cars left the grid for their formation lap in dry conditions, but rain began to fall as the cars formed up for the start. Every car, that was, except the Spyker of debutant Markus Winkelhock, who pitted and fitted intermediate tyres straight away. As the lights went green it was pole-sitter Kimi Raikkonen who led into the first corner on his Ferrari from Massa and Alonso. British superstar Hamilton made an outstanding start to leap up from tenth to fourth but got caught in a collision between BMW Sauber team-mates Nick Heidfeld and Robert Kubica, puncturing his left-rear tyre and dropping him to the tail of the field. The entire field pitted at the end of lap one, with the exception of Raikkonen, who missed his braking point and flew off the end of the pit-lane and back onto the circuit. Winkelhock's stop at the start saw him catapult up to second and, on the right tyres, he easily passed Raikkonen to take a shock lead in front of his home fans. The rain came down heavier than anything that had been seen in F1 for over six years and was instrumental in Britain's Jenson Button crashing his Honda out of the race at turn one. The gravel trap soon became crowded as Adrian Sutil, Hamilton, Nico Rosberg and both Toro Rossos of Scott Speed and Vitantonio Liuzzi all crashed in sympathy, Liuzzi collecting the recovery vehicle that had been deployed in double-quick time. The safety car was deployed for two laps but with the Nurburgring resembling a swimming pool it was little surprise that the race was red flagged - the first time since the 2002 Belgian Grand Prix that such a step had been taken. The race resumed 20 minutes later on a damp surface and included Hamilton, who had somehow driven his McLaren out of the gravel after being craned away by a tow truck. Winkelhock's advantage lasted just a few hundred yards as Massa nailed him into turn one on the lap ten re-start, swiftly followed by Alonso as the German's wet tyres proved no match for the intermediates the rest of the field were running. After being pushed down to 12th the German's Spyker gave up the ghost on lap 15 with what was a suspected engine failure. At the front Massa was pulling away from Alonso as the time came to change back to dry tyres. Both made their stops on lap 12, one lap later than Raikkonen, who had been rapidly making his way back up the field following his lap one gaffe. His stop one lap before the leaders helped him come up to third and he then steadily closed the four second deficit to Alonso over the next 15 laps before finding himself right on the McLaren's gearbox. The Finn began to drop back after 30 laps though and the reason soon became clear as his Ferrari slowed to a crawl and then stopped altogether in the pit lane on lap 34 with a suspected hydraulic failure. That made it a two-way battle for victory with Massa 11 seconds clear at the final scheduled stops. But Alonso began closing in rapidly and a sudden burst of rain with eight laps to go saw him close to within five seconds. Once both were on inters Alonso was relentless and pulled onto Massa's tail within a lap. Twice he tried to drive around the outside of the Ferrari and twice he failed, but he finally made the move stick at Valvoline on lap 54. After that the world champion was able to pull away to an 8.155 second win which was his third of the season and the 18th of his career. It was no surprise to see a smirk on the face of McLaren boss Ron Dennis as his trophy was presented by none other than Michael Schumacher, a man who provided McLaren's stiffest opposition for ten years. The battle for third place raged between the Red Bull of Mark Webber, Alex Wurz's Williams and Heikki Kovalainen's Renault, but the latter dropped out of the fight when he took a gamble to fit inters two laps before the rain really came down for the last time. So that left the Austrian closing in on the Australian, the pair starting the last lap just half a second apart. Webber though, did just enough despite a mistake at the chicane on the final lap to take his first podium finish for over two years. Behind Wurz the points were completed by Britain's David Coulthard in the second Red Bull and the BMWs of Kubica and Heidfeld, who ended the race nose to tail and almost repeated their first corner collision with three tours to go. Heidfeld had already been in the wars when he collided with Ralf Schumacher's Toyota as the pair battled for ninth on lap 19. Kovalainen completed the points, holding off Hamilton by half a second on the final lap. The Brit's race had been a strange one. After his crash early on he was able to unlap himself under the safety car. But McLaren chose to gamble on an early change to dry tyres. It was not a wise one as he went off twice more and dropped his lap again. His recovery brought him into points contention as the final rain shower hit and a pass on Giancarlo Fisichella on the final lap had given him hope of a point, but it was to no avail. Jamie O'Leary / Eurosport
| Start: | Jul 21, '07 11:00a | | End: | Jul 22, '07 5:00p | | Location: | Sentul Sircuit |
Share the spirit of racing !
| Start: | Jun 25, '07 08:00a | | End: | Jun 29, '07 | | Location: | Allson Hotel & Residence |
Kenapa harus gue...? :,(
Tips-tips untuk mengemudi dalam kondisi yang berbeda-beda Cara mengemudi yang aman dan bertanggung jawab di seluruh dunia. Tips-tips berikut ini membantu Anda mengetahui lebih banyak tentang permukaan jalan, ban dan keamanan mengemudi secara umum. Tips-tips performa Tingkat ketrampilan yang tinggi tidak saja dituntut dari para pembalap. Apakah Anda siap untuk berlalu-lintas? 1. Jangan menjadi pengemudi yang agresif Berteriak-teriak, membunyikan klakson, menginjak rem mendadak di depan mobil lain yang terlalu dekat, menyusul melalui bahu jalan, mengebut, memberikan isyarat yang tidak sopan akan dapat membuat suasana tegang meningkat menjadi Berbahaya. Perhatikan bahaya-bahaya yang sebenarnya, dan selalulah menguasai emosi Anda. Jangan mengemudi kalau sedang marah, terlalu lelah atau sedang kesal. Hindari konflik, meskipun Anda di pihak yang benar. Rencanakan perjalanan dengan menyisihkan waktu lebih panjang, dan hindari kepadatan lalu lintas di mana mungkin. 2. Hindarilah pengemudi-pengemudi yang agresif Jika seorang pengemudi memperlihatkan sikap yang agresif terhadap Anda, jangan membalas ataupun menantangnya. Menyingkir saja dari jalannya. Hindari kontak mata dengannya. Kunci semua pintu dan tutup jendela. Jangan anggap enteng kemungkinan pengemudi lain itu menjadi agresif.
Tips-tips untuk mengemudi yang nyaman Tips-tips ini akan membantu membuat Anda dan penumpang Anda merasa nyaman dalam berkendaraan. 1. Perhatikan kondisi fisik Anda Anda membutuhkan pandangan dan pendengaran yang baik dan Anda harus waspada dan responsif. Jangan mengemudi bila Anda baru saja minum minuman beralkohol, minum obat dengan resep ataupun obat bebas yang menyebabkan rasa kantuk, minum obat yang mempengaruhi performa dan persepsi. Jangan mengemudi bila Anda merasa sangat lelah atau emosi Anda sedang terganggu, karena semua ini akan membuat Anda tidak hati-hati dalam mengemudi. 2. Tingkatkan kewaspadaan dan sikap yang tepat secara sadar Trik sederhana untuk meningkatkan kemampuan mengukur kekuatan dan kelemahan Anda sendiri adalah dengan terus-menerus berkomentar —dengan suara keras—pada waktu Anda mengemudi. Cara ini akan memberikan Anda gambaran yang lengkap tentang apa yang terjadi di sekitar Anda. Anda mungkin akan menemukan hal-hal yang dapat mengganggu keselamatan Anda. Selain itu, cara ini juga akan meningkatkan pengetahuan Anda tentang kondisi sendiri, membuat Anda lebih menyadari titik-titik lemah dan berbahaya, seperti tidak adanya konsentrasi atau kesalahan-kesalahan dalam mengantisipasi tingkah laku pengemudi-pengemudi lain. 3. Sejalan dengan meningkatnya usia, evaluasilah secara teratur kemampuan Anda mengemudi Usia bukanlah indikator kemampuan mengemudi. Namun, bila usia sudah lanjut, Anda mungkin akan menyadari bahwa waktu reaksi, penglihatan dan pendengaran Anda telah berkurang. Dengarkan penilaian keluarga, teman-teman dan orang lain tentang ketrampilan Anda dalam mengemudi. Anda mungkin perlu mengikuti kursus penyegaran, atau bergantian mengemudi dengan orang lain. Kalau Anda mulai merasa bahwa mengemudi menyebabkan tingkat stres dan risiko yang berlebihan, mungkin sudah waktunya Anda mencari alternatif. Pastikan Anda mempunyai informasi lengkap tentang transportasi dan layanan-layanan publik lainnya. Berikut ini beberapa tanda berkurangnya kapasitas untuk mengemudi dengan aman ; Senggolan-senggolan kecil atau nyaris bersenggolan, pikiran yang melayang-layang atau kesulitan berkonsentrasi ketika mengemudi, ketidakmampuan membaca rambu-rambu jalan yang umum, pengemudi lain sering mengklakson Anda atau semakin banyak orang membicarakan kemampuan Anda mengemudi. 4. Kurangi kecepatan Bila kecepatan Anda terlalu rendah, Anda membahayakan orang lain dan diri Anda sendiri. Namun, bila Anda mengalami kondisi yang kurang baik seperti kabut, hujan lebat atau cahaya matahari yang menyilaukan, kurangi kecepatan. Jangan terburu-buru dan hilang kesabaran. 5. Mengemudi di malam hari Mengemudi di malam hari sebenarnya bisa menyenangkan bila Anda menyadari tingkat kewaspadaan yang harus dimiliki karena visibilitas yang lebih rendah. Berikut ini beberapa hal dasar: Hidupkan lampu depan dan lampu belakang sejak saat matahari terbenam sampai matahari terbit dimkan lampu depan bila ada kendaraan lain dalam jarak 200 meter dari Anda, atau ketika Anda mengemudi di belakang kendaraan lain. Kalau mobil Anda mogok di malam hari, pastikan bahwa pengemudi lain dapat melihat kendaraan Anda dan dapat menghindarinya. Hidupkan lampu hazard dan, jika memungkinkan, keluar dari jalan raya. Hindari berhenti pas sesudah mencapai puncak bukit ataupun di belokan. Perhatikan reflektor di sepanjang jalan dan rambu-rambu lain agar Anda tetap berada di atas jalan ketika mengemudi di malam hari.
Tips-tips untuk mengemudi di jalan raya (on-road) 1. Lebih waspada ketika mengemudi di dalam kota Kota-kota dan daerah urban lainnya memliki konsentrasi dan ragam lalu lintas, mulai dari pejalan kaki, bis kota , sepeda motor hingga kendaraan-kendaraan besar seperti penyiram tanaman dan pengangkut sampah. Jauh lebih banyak yang harus diperhatikan. Anda harus selalu memperhatikan apa yang terjadi di depan, di samping dan di belakang kendaraan Anda. 2. Periksalah ban Anda secara rutin Lakukan langkah-langkah perawatan yang rutin berikut ini: Jaga ban-ban Anda bertekanan udara yang cukup. Tingkat tekanan udara yang tepat bagi ban-ban Anda ditentukan oleh pabrik mobil dan dapat dibaca di sisi belakang pintu mobil, di tiang pintu, dalam laci dashboard atau di balik tutup tangki BBM. Biasanya angka-angka tekanan ini juga tercantum dalam buku manual untuk mobil Anda. Angka yang tercetak di dinding ban bukanlah tekanan udara yang direkomendasikan untuk ban Anda—angka itu adalah tekanan maksimum untuk ban tersebut. Anda harus memeriksa tekanan udara ban Anda sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan. Periksa juga ketebalan telapak ban. Ketebalan ban yang cukup akan membantu Anda menghindari slip, aquaplaning maupun ban yang meledak. 3. Kurangi kecepatan Selalulah perhatikan kecepatan Anda. 4. Pelajari teknik mengemudi di malam hari Mengemudi di malam hari sebenarnya bisa menyenangkan bila Anda menyadari tingkat kewaspadaan yang harus dimiliki karena visibilitas yang lebih rendah. Berikut ini beberapa hal dasar: Hidupkan lampu depan dan lampu belakang sejak saat matahari terbenam sampai matahari terbit; dimkan lampu depan bila ada kendaraan lain dalam jarak 200 meter dari Anda, atau ketika Anda mengemudi di belakang kendaraan lain. Kalau mobil Anda mogok di malam hari, pastikan bahwa pengemudi lain dapat melihat kendaraan Anda dan dapat menghindarinya. Hidupkan lampu hazard dan, jika memungkinkan, keluar dari jalan raya. Hindari berhenti pas sesudah mencapai puncak bukit ataupun di belokan. Perhatikan ref le ktor di sepanjang jalan dan rambu-rambu lain agar Anda tetap berada di atas jalan ketika mengemudi di malam hari. 5. Perhatikan persyaratan-persyaratan untuk kondisi cuaca yang berbeda Masing-masing cuaca membawa konsekuensi kondisi yang berbeda-beda, seperti kabut, curah hujan yang berlebihan, cahaya matahari yang menyilaukan dan udara yang panas sekali. Semua membutuhkan penyesuaian dan perawatan masing-masing.
Tips-tips mengemudi di dalam kota 1. Lebih waspada karena lebih banyak yang harus diperhatikan Kota-kota dan daerah urban lainnya ditandai oleh konsentrasi dan ragam lalu lintas, mulai dari pejalan kaki, bis kota , sepeda motor hingga kendaraan-kendaraan besar seperti penyiram tanaman dan pengangkut sampah. Jauh lebih banyak yang harus diperhatikan. Anda harus selalu memperhatikan apa yang terjadi di depan, di samping dan di belakang kendaraan Anda. 2. Tidak cukup hanya mengandalkan kaca spion! Harus putar kepala dan menoleh jika perlu Perhatikan tempat-tempat di mana pandangan Anda terhalang (blind spots), meskipun Anda sudah melirik semua kaca spion. Setiap kali akan pindah lajur atau akan mulai jalan, menolehlah ke belakang untuk melihat kalau-kalau ada mobil atau sepeda motor sedang lewat. 3. Selalulah memberikan tanda akan berbelok, dan lakukan cukup dini Selalulah memberikan tanda jauh sebelum berbelok atau pindah lajur. Memaksa untuk pindah lajur dapat membuat orang lain marah atau memberikan reaksi yang agresif. 4. Persimpangan membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi lagi Ekstra waspada ketika mendekati persimpangan. Banyak yang harus diperhatikan dan banyak yang bisa terjadi. Kurangi kecepatan dan hati-hati terhadap pejalan kaki yang bisa menyeberang setiap saat. 5. Kembangkan sikap kooperatif dan fleksibel Biasakan memaafkan orang lain bila mereka membuat kesalahan. Sikap demikian akan dapat membantu menghindari situasi tegang yang dapat berujung pada kecelakaan. Tips-tips mengemudi di jalan yang basah 1. Periksa ban Anda secara rutin Selalu periksa ban sebelum jalan. Lakukanlah langkah-langkah perawatan rutin berikut ini: Jaga tekanan udara dalam ban sesuai anjuran. Ukuran tekanan udara yang pas ditentukan oleh pabrik mobil Anda dan dapat dibaca di sisi belakang pintu, di tiang pintu, di pintu laci dashboard atau di balik tutup tangki bahan bakar. Ukuran ini juga bisa dibaca di manual pemakai. Angka-angka yang tercetak di dinding ban bukanlah tekanan udara yang direkomendasikan untuk ban Anda, melainkan tekanan maksimum untuk ban itu. Periksalah tekanan udara ban Anda sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan. Cek kedalaman alur. Kedalaman yang cukup akan menghindari mobil tergelincir (slip) atau melayang di atas air (aquaplaning). 2. Persiapkan perjalanan Anda dengan baik Mengemudi dalam cuaca basah mengharuskan cara yang halus dalam menggunakan kontrol-kontrol utama—kemudi dan pedal-pedal kopling, rem dan gas—serta kesiapan yang lebih besar dalam mengantisipasi kesalahan orang lain ataupun kondisi darurat. Bila hujan sudah turun sebelum Anda berangkat, mungkin sekali tapak sepatu Anda sudah basah. Gosok-gosokkan solnya pada karpet atau alas karet di mobil sebelum Anda menghidupkan mesin. Setiap pengemudi harus selalu memeriksa apakah lampu depan, lampu belakang, lampu rem dan lampu tanda berbelok semua berfungsi dengan baik. 3. Kurangi kecepatan Pada saat hujan, air bercampur dengan oli di atas permukaan jalan dan membuat permukaan jalan menjadi licin dan ban mudah slip. Cara terbaik untuk menghindari slip adalah mengurangi kecepatan. Di kecepatan lebih rendah lebih banyak alur ban akan bersentuhan dengan permukaan jalan dan daya cengkeramnya akan lebih baik. 4. Belajar bagaimana mengatasi slip Slip bisa terjadi bahkan pada pengemudi yang paling hati-hati sekalipun. Jika mobil Anda mulai tergelincir, jangan sekali-kali menginjak habis rem Anda. Jangan pompa rem bila mobil Anda di lengkapi anti-lock braking system (ABS). Sebaliknya, tekan dengan pasti dan arahkan kemudi sesuai arah slip mobil. 5. Belajar menghindari dan mengatasi mobil yang melayang di atas air (aquaplaning) Aquaplaning terjadi bila air di depan ban mobil berkumpul lebih cepat daripada yang dapat didorong oleh berat mobil Anda. Tekanan dari air mengangkat mobil Anda sehingga melayang di atas air yang ada di antara ban dan permukaan jalan. Pada saat itu, mobil Anda akan kehilangan kontak dengan permukaan jalan, dan Anda dapat slip atau keluar dari lajur Anda bahkan keluar dari jalan. Untuk menghindari situasi ini, tekanan ban harus selalu diperiksa. Alur ban juga harus cukup dalam. Jika perlu, ban harus diganti. Kurangi kecepatan bila jalan basah, dan hindari genangan air. Usahakan mengikuti jejak yang ditinggalkan ban-ban mobil di depan Anda. Kalau Anda merasakan mobil melayang di atas air, jangan menginjak rem atau memutar kemudi secara medadak. Ini akan membuat mobil Anda slip. Lepaskan injakan pada pedal gas sampai kecepatan mobil berkurang dan Anda kembali merasakan cengkeraman ban pada permukaan jalan. Jika mobil Anda di lengkapi ABS, injak rem secara normal. Komputer di sistem rem akan melakukan pemompaan sendiri bila diperlukan. 6. Jaga jarak dengan mobil di depan Mengemudi di cuaca basah mengharuskan cara yang halus dalam menggunakan control-kontrol utama—kemudi, pedal-pedal kopling, rem dan gas. Ketika Anda bepergian dalam cuaca basah, mungkin sepatu Anda juga basah dan dapat terpeleset dari pedal. Gosokkan sol sepatu ke alas karet di mobil Anda sebelum menghidupkan mesin . Setiap pengemudi harus selalu memeriksa lampu depan, lampu belakang, lampu rem dan lampu tanda berbelok (lampu sen) semuanya berfungsi dengan baik. Di jalan yang basah dibutuhkan jarak pengereman tiga kali lebih panjang daripada di jalan yang kering. Karena dibutuhkan jarak yang lebih besar, Anda tidak menempel ke mobil di depan (tailgate). Sekurang-kurangnya pertahankan jarak dua kali panjang mobil di antara Anda dan mobil di depan. 7. Ikuti arah mobil di depan anda Hindari menggunakan rem. Bila masih memungkinkan, kurangi kecepatan dengan melepas pedal gas. Hidupkan lampu depan, meskipun hujan tidak terlalu lebat. Lampu ini tidak saja membantu Anda melihat jalan tetapi juga membantu pengemudi lain melihat Anda. Jika mobil Anda di lengkapi daytime running lights, hidupkanlah agar kendaraan di belakang Anda dapat melihat Anda dengan lebih baik. 8. Hujan awal membuat jalan sangat licin Bila hujan baru saja turun, biasanya jalan menjadi sangat sulit dikuasai karena lumpur dan minyak di jalan yang kering kini bercampur dengan air dan membentuk lapisan yang sangat licin. Kontrol atas mobil akan berkurang, oleh sebab itu pengemudi harus berhati-hati selama setengah jam pertama setelah hujan mulai turun. 9. Kalau hujan lebat, berhenti saja Hujan yang lebat akan membebani penghapus kaca (wiper), sehingga kaca depan selalu tertutup air. Bila pandangan ke depan sangat terbatas sehingga Anda tidak bisa melihat batas-batas jalan ataupun kendaraan-kendaraan yang lain, itu tandanya Anda harus meminggir dan berhenti sampai hujan reda. Carilah tempat peristirahatan atau tempat-tempat aman lainnya. Kalau Anda terpaksa berhenti di pinggir jalan, berhentilah ke pinggir sekali. Hidupkan lampu depan dan lampu hazard untuk membuat pengemudi-pengemudi lain waspada. 10. Cuaca berawan juga mengurangi penglihatan Lebih berhati-hatilah pada waktu mendahului kendaraan-kendaraan lain pada saat cuaca berawan. Karena mungkin saja pengemudi-pengemudi lain juga sedang terburu-buru untuk sampai ke tempat tujuan sebelum hujan turun. 11. Keringkan rem Anda setelah melewati genangan air Setelah melalui genangan air yang dalam dan rem Anda mungkin basah, tekanlah pedal rem sedikit untuk mengeringkannya. 12. Berhenti mengemudi bila merasa sangat lelah Berhentilah sekurang-kurangnhya setiap beberapa jam sekali atau setelah beberapa ratus kilometer untuk berisirahat.
Alhamdulillah...! Hari ini rekor sepanjang aku driving Jakarta-Bandung via Cipularang. 1 jam...! Lebih dikit...dikit...banget. Tepatnya 1 jam 1 menit, itu juga karena macet di Halim tembusan UKI. Biasa...hari Jum'at, the last workday. Pekan lalu, Jakarta-Bandung 1 jam 30 menit, nggak beda dengan yang sudah-sudah. Pulangnya, Bandung-Jakarta, discount 17 menit...jadi 1 jam 13 menit. Ini karena anak-anakku tidur, jadi aku bisa lebih konsentrasi. Dan yang penting, ada "upil cina" (sejenis manisan buah kering khas China, rasanya nano-nano gitu deh). Orang-orang yang sudah hafal kebiasaanku ini, menyebutnya "sesajen sang driver". Sore ini, sudah jam 4 kurang keluar dari Rumah Mode. Biasanya aku nunggu dinner dulu baru pulang. Tapi karena masih kenyang dengan lunch yang terlambat, anak-anak pun minta langsung pulang. Dan satu hal yang paling aku benci adalah on the way in Maghrib time. Tapi, untuk kali ini aku yakin ban mobilku bisa menggilas aspal Jakarta sebelum adzan Maghrib berkumandang di gelombang radio yang sedang aku dengar. Setelah bermacet-macet ria di Cihampelas, jam 4.35 kita mulai masuk toll Pasteur. Bismillahittawakaltu... Mentari yang akan kembali ke peraduannya bersinar terik sekali, tepat tersenyum di hadapanku. Dan pemandangan sepanjang toll Cipularang yang sedang berhias dengan bunga ilalang yang tinggi-tinggi dan gemulai ditiup angin, beberapa kali sempat menggodaku untuk menambah koleksi photo album di laptop-ku. Tapi mereka hanya kusapa dengan Subhanalloh, dan aku tetap konsentrasi membelah jalan toll terpanjang se-Indonesia itu. Aku sangat menikmati saat mesin mobilku ini menderu lembut melewati empat jembatan yang melengkapi toll "Pembelah gunung, Penguruk jurang" itu, yaitu Jembatan Ciujung, Cisomang, Cikubang dan Cipada. Masya Alloh...! Benar-benar memacu adrenalin. Begitu sampai di interchange toll Cipularang dan toll Cikampek, butiran hujan tiba-tiba melukis pola polkadot di kaca depan...dan mendadak angka-angka digital di speedometer berkurang. Sepertinya ada accident, tapi entah di mana....di kilometer berapa. Seperti biasa, aku langsung telepon Jasa Marga yg selama ini selalu memberikan info yang akurat. Benar, ada truck container terguling hanya 2 Km ke depan. Sabar...sabar...aku masih jauh lebih beruntung dari supir truck itu. Sempat aku melihat truck container yang terguling itu, sekejap. Entah supirnya tewas, atau akan dipecat oleh boss-nya besok. Entah karena kesalahannya atau bukan. Dan entah siapa yang akan peduli dengan istri dan anak-anaknya yang menunggu di rumah. Setelah melewati TKP, alhamdulillah...toll Cikampek mulai bersahabat lagi. Begitu juga ketika aku harus kembalikan tickect toll ini plus uang sewanya di pintu toll Pondok Gede, alhamdulillah tidak ada antrian yang sangat panjang. Begitu hampir sampai di penghujung toll Cikampek, tepatnya di interchange dengan toll dalam kota, PaMer (Padat Merayap) sudah mulai terlihat. Biasanya hanya sampai traffic-light persimpangan Halim. Dan setelah bebas dari lampu merah itu, Mbak spontan teriak, "Hore...! 1 jam, Bunda! Lebih 1 menit..." Aku lirik digiclock di dashboard, jam 5.36. Alhamdulillah...yang penting selamat dan nggak dengar sahut-sahutan mu'adzin di jalanan.
Link: http://www.askpatty.comThe Ask Patty.com, Inc. web site is a safe place for women to get advice on car purchases, maintenance and other automotive related topics.
Women can ask Patty for automotive advice when they go to www.askpatty.com and click on the “Get Advice” link. Questions can be submitted to Ask Patty via email or an an interactive blog. Patty will typically reply back to the consumer the same day. Selected questions and answers will be posted on an interactive blog, paneled by automotive women experts for the benefit of all consumer women.
| |