Bunda's posts with tag: book
 | Category: | Books | | Genre: | Nonfiction | | Author: | Inu Kencana Syafiie |
Menurut saya, ini penggunaan istilah yang keliru. "Undercover" menyiratkan makna bahwa penulis buku ini, Inu Kencana Syafie, menyamar sebagai bagian dari IPDN (dulu STPDN) untuk mengungkap rahasia-rahasia di baliknya. Padahal penulis memang bagian dari institusi yang ia ungkap dan lawan kebobrokannya.
Buku ini sebenarnya autobiografi, yang tadinya mau diubah oleh penerbit karena takut dipertanyakan masyarakat. Namun akhirnya dipertahankan karena kualitas tulisan yang bagus. Menurut saya itu pilihan yang bagus. Tapi bukan berarti penerbit jadi melalaikan kerja samanya dengan penulis untuk menghasilkan karya yang berkualitas.
Karena itulah yang saya lihat. Selain dari judul yang kacangan, suntingannya pun asal. Salah ketik masih bertebaran di mana-mana. Kisah-kisah tidak disusun agar menyampaikan inti yang saling mendukung. Ini menunjukkan bahwa penyunting tidak teliti. Atau terlalu terburu-buru mengejar tenggat penerbitan.
Dua ratus empat halaman adalah kisah kehidupan penulis. Sementara kasusnya sendiri hanya tujuh puluh halaman. Perbandingannya hampir 3:1, sehingga terlihat misi yang diemban hanyalah yang pertama. Banyak bagian yang sama sekali tidak perlu dan tidak relevan dengan misi kedua. Dengan begini, judul makin keliru.
Orang yang membaca buku ini dengan berharap mendapatkan kesaksian mendetail tentang IPDN akan kecewa. Memang ada kronologis yang lebih lengkap. Termasuk pengungkapan fakta dan kesimpulan penting seperti:
Kematian anak didik IPDN hanyalah sempalan dari kondisi di lapangan. Yang lebih mengerikan adalah kejahatan membudaya para pengasuh dan komisi disiplin yang menjadikan kasus anak didik sebagai ladang uang.
Film adegan pemukulan yang sering ditayangkan di TV-TV swasta sudah mengalami rekayasa citra. Dalam rekaman sebenarnya, setelah adegan itu para "aktor" sama-sama tertawa sambil minum dan makan roti. Karena adegan ini sendiri direkam untuk "gagah-gagahan", agar kelak mereka bisa ngomong ke para junior, "Kami aja sanggup, kenapa kamu nggak?" Namun, adegan tertawa tersebut dihapus. Lalu adegan pemukulan diberi musik latar yang seram. Jadilah tayangan yang membuat orang-orang berang.
Intinya, pemukulan memang ada. Dan sebagian besar memang mengerikan. Tetap saja, yang ditayangkan TV adalah manipulasi.
Poin-poin tersebut jadi kabur karena tertelan oleh lautan kisah tentang penulis. Kasus Cliff Muntu yang berdasarkan Pengantar Penerbit ditambahkan untuk melengkapi buku pun tidak terlihat. Penuturan kasus per kasus pun begitu.
Buku ini menjadi autobiografi yang salah kemas. Seharusnya justru dimulai dengan bagian paling akhir, yang menceritakan saat penulis diundang oleh pemilik Joger, Joseph Theodorus Wulianadi. Joseph mengajak para stafnya merenungkan kenapa mereka semua mengundang Pak Inu ke Bali, padahal banyak yang lebih terkenal.
Seseorang meneriakkan jawabannya, karena Pak Inu berani seorang diri membongkar skandal STPDN.
Joseph mengiyakan dan mengajak, "Sekarang, kita dengarkan ceramahnya. Mengapa keberanian itu muncul?"
Inilah inti buku itu. Mengapa keberanian itu muncul. Sama sekali meleset dari judul dan kemasan buku. Jangan baca karena tertarik kisah IPDN, bacalah kalau tertarik kisah seorang pemberani bernama Inu Kencana Syafiie. 
 | Category: | Books | | Genre: | Nonfiction | | Author: | Dr Anis Malik Thoha |
Mas Anis pernah meghadiahkan buku ini untuk kami, yang masih dalam bahasa Arab (belum diterjemahkan) dengan judul aslinya “At-Ta’adduddiyah Ad-Diniyah: Ru’yah Islamiyah“. JazaakumuLLOHUjaziilan untuk hadiahnya, Mas... Dan baru seminggu yang lalu, saya beli terjemahannya. Oh ya, dulu Mas Anis juga senior saya di Comparative Religion IIUI, tapi beliau di jenjang doctoral.
BUKU JUARA Predikat ini layak disematkan pada buku yang diterbitkan oleh Gema Insani Press (GIP) ini.
Setahun yang lalu, buku ini meraih penghargaan dari Isma'il Al-Faruqi Publications Award, International Islamic University Malaysia (IIUM). Awal Maret 2007 lalu, buku ini juga meraih penghargaan pada Islamic Book Fair (IBF) 2007 yang digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, sebagai buku terbaik category non-fiksi.
Buku ini merupakan disertasi beliau semasa kuliah di International Islamic University Islamabad (IIUI), Pakistan. Disertasi tersebut memperoleh Gold Medal karena dinilai sebagai disertasi terbaik. Sekarang beliau menjadi dosen Ilmu Perbandingan Agama sekaligus dekan fakultas Comparative Religion di IIUM. Beliau juga salah satu pakar pluralisme agama di Indonesia sekarang ini.
REVIEW Dalam bukunya, beliau mengutip definisi populer dari Pluralisme Agama yang dirumuskan John Hick. “..pluralisme agama adalah suatu gagasan bahwa agama-agama besar dunia merupakan presepsi dan konsepsi yang berbeda tentang, dan secara bertepatan merupakan respon yang beragam terhadap Yang Real atau Yang Maha Agung dari dalam pranata kultural manusia yang bervariasi dan bahwa tranformasi wujud manusia dari pemusatan diri menuju pemusatan hakikat terjadi secara nyata dalam setiap masing-masing pranata kultural manusia tersebut terjadi, sejauh yang dapat diamati, sampai pada batas yang sama.”
Dengan kata lain, Hick ingin menegaskan bahwa sejatinya semua agama adalah merupakan manifestasi-masifestasi dari realitas yang satu. Dengan demikian semua agama sama dan tak ada yang lebih baik dari yang lain. Sangat jelas, rumusan Hick tentang pluralisme agama di atas adalah berangkat dari pendekatan substantif, yang mengungkung agama dalam ruang (private) yang sangat sempit, dan memandang agama lebih sebagai konsep hubungan manusia dengan kekuatan sakral yang transendental dan bersifat metafisik ketimbang sebagai suatu sistem sosial.
Dengan demikian telah terjadi proses pengebirian dan reduksi pengertian agama yang sangat dahsyat. Sesungguhnya, pemahaman agama yang reduksinstik inilah yang merupakan “pangkal permasalahan” sosio-teologis modern yang sangat akut dan komplek yang tak mungkin diselesaikan dan ditemukan solusinya kecuali dengan mengembalikan agama itu sendiri ke habitat aslinya. Ke titik orbit yang sebenarnya, dan kepada pengertiannya yang benar dan komprehensif, tidak reduksionistik.
Menurut beliau, ternyata “pemahaman reduksionistik” inilah justru yang semakin populer dan bahkan diterima di kalangan para ahli dari disiplin ilmu dan pemikiran yang berbeda, hingga menjadi sebuah fenomena baru dalam pemikiran manusia yang secara diametral berbeda dengan apa yang sudah dikenali secara umum.
Yang unik dalam fenomena baru ini adalah bahwa pemikiran “persamaan agama" (religious equality) ini, tidak saja dalam memandang eksistensi riil agama-agama (equality on existence), namun juga dalam memandang aspek esensi dan ajarannya, sehingga dengan demikian diharapkan akan tercipta suatu kehidupan bersama antar agama yang harmonis, penuh toleransi, saling menghargai atau apa yang diimpikan oleh para “pluralis” sebagai “pluralisme agama”. Alih-alih menciptakan kerukuan dan toleransi, paham pluralisme agama itu sendiri sebenarnya sangat tidak toleran, otoriter, dan kejam, karena menafikan kebenaran semua agama, meskipun dengan jargon menerima kebenaran semua agama. Dengan dalih Piagam Hak Asasi PBB, maka semua agama harus tunduk dan patuh. Bahkan penganutnya menganggap Piagam PBB lebih pluralisme agama. 
| Category: | Books | | Genre: | Parenting & Families | | Author: | Faiez H.Seyal |
SEMAILAH CINTA RAIH BAHAGIA (translated by Mabni Darsi, MA.)
Membangun rumah tangga bahagia, merupakan dambaan setiap insan, sebab, bila kita berhasil membangun rumah tangga bahagia, berarti kita telah berhasil membangun surga di dunia, dan sebaliknya, bila kita gagal membangun keharmonisan dalam keluarga, berarti kita telah menciptakan neraka untuk diri kita sendiri, tanpa rumah tangga yang bahagia dan harmonis, tidak akan ada artinya semua kekayaan yang kita miliki, tetapi bila kebahagiaan dan keharmonisan berhasil dibangun, semua tantangan hidup yang datang silih berganti akan dapat diatasi dan diselesaikan.
Berbeda dengan buku-buku yang telah diterbitkan tentang rumah tangga, buku ini adalah perpaduan antara teori-teori modern tentang rumah tangga bahagia, Happiness Relationship - dengan nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Hadis. Tidak satupun permasalahan yang dibahas oleh penulis, kecuali dia menawarkan solusi yang tertuang dalam Al-Qur'an dan Hadis. Dengan bahasa yang sederhana, lugas, ringkas dan padat.
Terjemahan ini diselesaikan pada hari-hari terakhir masa bujang salah satu brothers-ku, MABNI DARSI, MA., dan dihadiahkan pada hari pernikahannya kepada sang istri, Ny. Mabni Darsi.
 | Category: | Books | | Genre: | Mystery & Thrillers | | Author: | Lynn Picknett & Clive Prince |
PARA PELINDUNG IDENTITAS SEJATI KRISTUS TERSIBAKNYA KODE RAHASIA LEONARDO DA VINCI
Dalam penyelidikan mereka atas Leonardo da Vinci dan Kain Kafan dari Turin , Lynn Picknett dan Clive Prince dikejutkan oleh petunjuk-petunjuk yang mereka temukan. Karya seniman dan ilmuwan besar abad Renaisans itu tampak menunjukkan adanya sebuah perkumpulan-agama rahasia. Ada tanda-tanda bahwa perkumpulan rahasia itu masih hidup hingga kini. Dan, kedua penulis ini mendapati petunjuk lebih jauh di sebuah gereja abad ke-20 di London.
Itu barulah awal pencarian. Keduanya lalu melakukan serangkaian pencarian menembus ruang dan waktu menuju jantung okultisme dan sejarah gelap Eropa yang melibatkan berbagai kelompok misterius seperti Freemason, kaum Kathar, dan Para Kesatria Templar.
Ketika menggali lebih dalam, petunjuk yang ada menuntun mereka ke berbagai gagasan dan keyakinan abad pertama Masehi. Mereka juga terpandu ke pandangan baru yang menghebohkan tentang karakter dan motif-motif sebenarnya dari orang yang diyakini sebagai pendiri Kekristenan ... tentang peran Yohanes Pembaptis dan Maria Magdalena.
Kedua penulis ini membongkar sebuah sejarah tersembunyi, yang telah dipendam selama berabad-abad, dan yang bab terakhirnya mungkin dapat menghancurkan dasar Gereja... 
Link: http://www.harunyahya.com/An Invitation to The Truth
This web site has been developed with the aim of promoting and publicizing the works of Harun Yahya, a prominent Turkish thinker and author. His books have attracted great attention both in Turkey and worldwide. In the 90's especially, the works of Harun Yahya have been a means of intellectual awakening for many Muslims, and non-Muslims alike, in the face of the illusions of the modern age. In other words, the name Harun Yahya is an invitation to the truth.
This invitation is a totally non-profit, idealist enterprise. The writer himself does not seek or make any financial gain from the books he has written. Nor those who contribute to the design, publication and the distribution of these books, or the documentary films, audio recordings, graphic designs based on these books seek or make any financial gain. In the same spirit, this web site gives free access to all the books written by Harun Yahya and other materials inspired by his works.
The books of Harun Yahya and thus this web site seek to recall various crucial facts, which people are led to disregard and even deny under the influence of the turmoil of the modern age. One of these basic facts is that of creation, that the universe, living things and man, are not self-existing entities, but the artifacts of God, the Supreme Creator. We are all created by Him and to Him we will all return. The allegedly "scientific" challenges to this fact — like Darwinism and other materialistic dogmas — are nothing but deceptions, as explained in this site.
This web site calls everyone from every corner of the world, from whatever cultural, racial, ethnic or social background to realize this basic fact and think of his duties to his Creator. In this message lies the real redemption and happiness of mankind.
 | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Ben Sohib |
The Da Peci Code, novel karya anak bangsa yang “memanfaatkan” booming novel The Da Vinci Code tulisan Dan Brown.
Kok aku bilang memanfaatkan? Lha emang dari covernya aja udah menunjukkan itu, padahal isi dan alur ceritanya nggak mirip total dengan Da Vinci Code. Bahkan bisa dibilang bagai langit dan bumi…
Novel ini lumayan bagus, karena aku udah baca sampai habis. Novel ini bercerita tentang perseteruan seorang pemuda keturunan Arab bernama Rosid dengan bapaknya. Sang bapak ingin supaya Rosid memakai peci putih, sedangkan Rosid menentang itu karena dia menganggap peci hanyalah budaya bukan ajaran agama. Apalagi kalo Rosid harus memotong rambut kribonya untuk memakai peci itu. Jadi ada benturan antara anak yang kritis & bapak yang konservatif.
Ditambah tokoh2 lain yang terlibat dalam konflik keluarga itu, novel ini bener2 sarat akan karakter manusia pada umumnya. Nggak salah kalo di sampul belakang novel dituliskan, setiap pembaca dapat menentukan berperan sebagai siapa dalam novel ini.
Awalnya aku b'tanya2 gimana ending perseteruan itu, apakah akan penuh dengan lika-liku seperti novel Dan Brown, atau seperti apa? Ternyata, basi banget! Nggak menunjukkan “kecerdasan” penulis sama sekali! Bisa aku bilang, endingnya gak masuk akal, mirip sinetron2 di TV…
Bagusnya novel ini, mungkin…ya lumayan menghibur gitu, karena ada beberapa humor, meski nggak banyak. Ato karena aku lagi “stress” makanya novel ginian aku bilang bagus…? Tapi apapun itu, aku rasa usaha penulis untuk membuat novel ini, patut dihargai. Kreatifitas beliau dalam memanfaatkan sikon “demam” The Da Vinci Code, menjadikan novel The Da Peci Code sebagai salah satu buku terlaris di Gramedia & IBF (Islamic Book Fair -red.) tahun ini.

 | Category: | Books | | Genre: | History | | Author: | Rizki Ridyasmara |
KNIGHTS TEMPLAR KNIGHTS OF CHRIST KONSPIRASI BERBAHAYA BIARAWAN SION MENJELANG ARMAGEDDON FAKTA RAHASIA YANG TAK DIUNGKAP THE DA VINCI CODE
Sinopsis
Apakah Anda termasuk yang larut dalam serunya petualangan yang diciptakan Dan Brown dalam karya fenomenalnya, The Da Vinci Code? Pemecahan aneka simbol dan penelusuran sejarah silam yang dituangkan secara menegangkan oleh Dan Brown ternyata memukau dunia. Banyak yang surprise, namun tidak sedikit yang gerah dibuatnya. Dan bisa jadi Anda termasuk salah satu dari mereka. Dan mungkin dari jenis manapun Anda hingga kini, Anda masih "penasaran" dengan fakta-fakta lain yang masih tersembunyi dan belum diulas secara mendalam dalam The Da Vinci Code.
Mungkin tidak salah memang jika dikatakan bahwa he Da Vinci Code sesunguhnya hanyalah awal. Yah, awal dari upaya mengungkap sebuah gerakan rahasia yang diduga kuat menjadi dalang dari hampir semua peristiwa-peristiwa kelam dalam sejarah manusia di dunia. Gerakan itu bernama: Biarawan Sio.
Buku Knights Templar of Christ (Ksatria Biara, Ksatria Kristus) ini hanya ingin mengungkap lebih jauh tentang gerakan ini; sesuatu yang belum dilakukan oleh Dan Brown dalam The Da Vinci Code-nya. Buku ini juga mengajak Anda melanjutkan petualangan "seru" menelusuri jejak-jejak Biarawan Sion gerakan rahasia yang diyakini berada di belakang Ksatria Biara (Templar) dan lobi-lobi politik tingkat tinggi dunia hingga kini, atau apa pun namanya abad 21 ini yang mengejawantah dalam berbagai organisasi terbuka maupun tertutup, seperti Freemason, The Federal Reserve, IMF, The Judeo Christianity, dan sebagainya.

| |