Bunda's posts with tag: bunda

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag bunda
Event3 Hari untuk 5 1/2 TahunMay 6, '08 10:51 PM
for everyone
Start:     May 13, '08 07:00a
End:     May 15, '08 12:00p
Location:     SDIT As-Sa'adah

Insya ALLOH Mbak Athira dalam 3 hari itu akan menghadapi UAS BN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional) dengan jadwal sebagai berikut :

Selasa, 13 Mei 2008 : Bahasa Indonesia
Rabu, 14 Mei 2008 : Matematika
Kamis, 15 Mei 2008 : IPA


Kalo dibandingkan dengan jaman aku SD sih kayaknya lebih ringan. Secara cuma 3 mapel yang diujikan & 1 hari hanya 1 mapel. Jaman aku dulu kan ada 6 mapel, dengan jadwal 1 hari 2 mapel.

Tapi nervous-nya sama banget kayak 21 tahun yang lalu. Ah...bombastis...! Ya udah...nggak jauh2... Deg2an & mules2 kayak gini juga baru aku alami 5 1/2 tahun yang lalu waktu Mbak Athira baru pertama kali duduk di kelas 1 SD.

Ya...Mbak Athira memulai SD-nya nggak dari awal kelas 1. Waktu itu kita baru for good dari Pakistan di pertengahan tahun ajaran. Rencananya, selesai tahun ajaran baru mau mendaftarkannya ke SD. Usia-nya pun kami perkirakan kira2 pas...6 tahun lebih. Dalam penantian 6 bulan untuk tahun ajaran baru itu, kami hanya berencana menitipkannya di TK yang masih satu yayasan dengan SD-nya itu...dengan tujuan bersosialisasi & belajar Bahasa Indonesia.

Ternyata hasil test masuk TK menentukan lain. Mbak Athira diminta langsung ke SD dengan nggak mem-buang2 waktu lagi. Hasil test SD pun begitu juga. Langsung lah dia duduk di kelas 1 di usianya yang masih 5 tahun...dengan berseragam bebas, komunikasi yang masih kacau-balau dengan teman2nya, plus tiap hari gontok2an dengan teman2 cowoknya.

Sampai dia kelas 3 SD, sistem belajarnya betul2 di bawah pengawasanku. Sengaja aku nggak ambil cattering di sekolah, supaya setiap waktunya mengantar lunch box ke sekolah...aku bisa berperan sebagai spy di balik jendela sekolah. Setiap hari ada menu soal setelah dinner, terutama untuk vocabularies Bahasa Indonesia. Setiap menjelang ujian, aku buat kumpulan soal yang betul2 aku olah sendiri. Sampai beberapa ortu murid sekelasnya minta diperbanyak kumpulan soal itu. Dan setiap hari2 ujian, aku pasti mules2 & jidatku semakin legam. Bukan...bukan karena aku makin perbanyak sujud. Tapi karena sepulang ujian, Mbak pasti menceritakan kebingungannya akan sebuah kata yang diartikannya jauh dari arti sebenarnya. Kutepuk lah jidatku kuat2...!

Basically, aku nggak pernah menuntutnya untuk bisa meraih peringkat tertinggi. Walaupun alhamduliLLAH, sejak di kelas 2 dia selalu di peringkat teratas atau 3 besar. Aku hanya was2 berlebihan karena komunikasinya yang sering miss-understanding dengan vocabularies Bahasa Indonesia yang pas2an & usianya yang lebih muda dibanding teman2 sekelasnya. Jelas cara-ku ini keliru.

Setelah berdiskusi dengan wali kelasnya di kelas 3, aku mulai melepasnya belajar sendiri. Tepatnya sejak dia duduk di kelas 4, dia mulai belajar sendiri plus mengatur jam belajarnya sendiri. Aku hanya mengontrolnya se-waktu2. Bagus deh...jadi aku bisa mulai aktif di luar rumah.

Tapi...beberapa hari belakangan ini, penyakit bolak-balik ke toilet ku kambuh lagi. Koq semakin mendekati UAS BN...cara belajarnya makin santai. Kadang selingannya lebih banyak, seperti baca komik anime atau trilogy novel Laskar Pelangi yang entah sudah muroja'ah ke berapa untuknya. Waktu aku curhat ke wali kelasnya, eh...jawabannya malah makin bikin senewen, "Nggak apa2, Bunda...biar relax..."

Mohon do'a dari sahabat2 MPerz, para pembaca journal-ku yang setia, Om2 & Tante2 semua...semoga Mbak Athira juga anak2 lainnya yang juga akan menghadapi UAS BN dalam 3 hari itu, dipermudah dalam mengerjakan soal2 ujian & mendapatkan kelulusan dengan nilai yang penuh barokah.

Blog EntryKeinginan Seorang A-Be-GeApr 20, '08 11:05 PM
for everyone

“Bunda, lulus SD aku mau ke pesantren ya…?” permintaan itu keluar dari bibir putri sulungku 2 tahun yang lalu.

Jujur…aku kaget! Secara, selama ini dia nggak pernah pisah dari aku sejak kecil. Lebih kagetnya lagi, permintaan itu diajukannya saat dia masih harus melalui 2 tahun lagi di bangku Sekolah Dasar.

“Jangan2…dia bosen sama aku ya…?” pertanyaan yang selalu melekat di kepalaku, sampai pernah membuat  B16 0KE  mencium teman sejawatnya di toll.

Aku langsung mendiskusikan hal itu ke Ayahnya & Eyang Utinya, juga Eyang Kakungnya. Ayahnya setuju sekali, secara beliau berharap anaknya  yang menjelang ABG itu bisa menikmati masa2 pubernya di pesantren & akan mengembalikan Mbak Athira ke komunitas yang lebih heterogen (baca: SMU Negri) setelahnya.

Begitu juga Eyang Utinya, beliau langsung semangat membuat planning akan membangun villa mungil yang permanent di tanah sisa waqaf di kompleks Nurul Fikri Boarding School. Agar nantinya kita sekeluarga bisa sering2 menjenguk Mbak Athira, seperti ketika Bulek Nieza-nya juga nyantri di sana.

Eyang Kakung, Alloh yarham, kurang setuju cucunya dikirim ke Nurul Fikri…kalau memang ada pesantren modern lain yang bisa dibilang bagus. Aneh…padahal Bapak salah satu bidan lahirnya yayasan tersebut. Dan Almarhum masih punya sedikit hak di lahan itu. Mungkin bosen kali ya...10 tahun harus lihat logo Nurul Fikri di seragam anak2nya.

*****

Awal kelas 6, tiba2 Ayah-nya menawarkan Asy-Syifa Boarding School  lengkap dengan brosur dan presentasinya yang disampaikan oleh beliau langsung.

Aku juga bosen ditanya sama ibu2 satu gank komite sekolah, “Kenapa nggak coba2 aja dulu, Bun?”

Lah…?! Siapa yang mau dicoba kalau anaknya nggak berminat sama sekali…?! Aku…?! Bisa nangis Bombay guru2 di Asy-Syifa punya santri macam aku.

*****

“Bunda…pendaftaran di Asy-Syifa masih buka nggak ya…?” pertanyaan  itu bikin aku lebih kaget dari 2 tahun yang lalu.

“Astaghfirulloh…! Siapa yang ngasih pelet Subang ke kamu, Nak…?”

“Dini…!”

“Dini…?! Your classmate…?”

“Yup…!”

Dini…salah satu "rival" Mbak Athira dalam pembelajaran di sekolah untuk meraih nilai tertinggi. Teman sekelas Mbak Athira yang cerdas, paling dewasa, paling sholehat & paling mandiri. Satu sifat anak ini yang aku paling suka lagi, mau berkorban demi temannya. Selama 5 hari kerja, anggota keluarganya hanya dia, Ayahnya, kakaknya & adiknya. Ibunya sedang meneruskan studi masternya di ITB dan hanya pulang weekend aja. Aku memang selalu memuji Dini di depan Mbak Athira & teman2 sekelasnya. Athira pun sering membawa oleh2 cerita pulang sekolah tentang kebanggaannya akan temannya yang satu itu. Tapi Dini bukan type orang yang suka menasehati temannya, apalagi hanya untuk mempromosikan pesantren baru itu.

“Bunda koq malah bengong…? Please, kapan kita ke sana…? Pendaftarannya masih buka nggak ya, Bunda…?”

“Wait…! I’m still wondering what did she say you…?” 

“I promise to tell you after you call to Asy-Syifa. K...? Here the number's.” Katanya sambil menyodorkan brosur Asy-Syifa yang persis pernah diberikan Ayahnya.

*****

“Jadi, beberapa hari yang lalu…Dini curhat ke aku kalau aja umur dia belum 13 tahun sekarang ini, dia pengen banget masuk Asy-Syifa yang kata teman kakaknya yang nyantri di sana, pesantren baru yang bagus banget, kayak sekolah alam & pesantren modern termurah dengan fasilitas lengkap. Siswanya juga cuma 130 anak per angkatan dengan seleksi masuk yang ketat. Dini harus masuk SMP Negri yang ada akselnya, biar dia bisa sekolah cuma 2 tahun. That’s all, Bunda.” ceritanya setelah aku menghubungi ayahnya, bukan Asy-Syifa. Karena ayahnya yang punya hubungan ke sana.

Eyang Utinya sedikit kecewa, tapi kebiasaan selalu menuruti kemauan cucu2nya bisa mengalahkan perasaan itu. Eyang Kakungnya sangat berharap Mbak Athira diterima di Asy-Syifa, waktu Mbak Athira ceritakan sendiri keinginannya itu.

*****

Setelah survey dan mendaftar ke Asy-Syifa, kami juga survey dan mendaftar ke Nurul Fikri untuk berjaga-jaga kalau2 belum rizqi Mbak Athira untuk bertani juga di Asy-Syifa.

Sampai di Nurul Fikri di Anyer, dia nggak mau turun dari mobil dengan alasan sudah tau sampai detail pesantren itu. Jadi, kami cuma sholat & ambil formulir aja. Lebih banyak waktu main di pantai & bermalam di Serang.

Tanggal 30 Maret, yang harusnya ujian test masuk Nurul Fikri, Mbak Athira sengaja mengalihkan konsentrasiku ke hari itu…sampai sorenya di tanggal itu dia bilang, “Bunda, bukannya hari ini harusnya aku test untuk NFBS…?”

“Innalillahi…! Gubraks…! Koq Mbak nggak ngingetin aku…?”

“Aku juga lupa.” jawabnya sambil ngeloyor ke connecting door yang menghubungkan rumah kami dengan tetangga sebelah.

 *****

Dan alhamdulillah…usahanya yang luar biasa demi pesantren baru itu, sampai harus cheating di tanggal 30 Maret, mengharuskan aku menerima sms ini kemarin pagi :

Assalamualaikum. Selamat anak bpk/ibu dinyatakan lulus tes di Assyifa. Daftar ulang 21 April-4 Mei 08. Terimakasih.

Aku langsung menyampaikan ke Bunda, yang membuatnya menangis terharu. Karena dia sangat tau cita2 cucunya yang satu itu. Yang sampai detik2 menjelang test di Subang waktu itu, Mbak Athira izin telefon Eyang Uti-nya yang sedang melaksanakan ibadah umroh. Dan belum pernah aku melihat anak sulungku ini sujud syukur tanpa disuruh, kecuali kemarin…begitu aku sampaikan kabar gembira ini.

*****

Mbak Yayang...semoga dirimu turut menjadi bagian butiran benih-benih yang sudah terpilih untuk dapat tumbuh dengan baik dan memberikan buah bermanfaat untuk ummat, juga perbaikan peradaban masa depan.

Untuk teman2nya yang belum mendapatkan rizqinya di ladang ini, pasti kalian menemukan ladang lain yang jauh lebih baik untuk kalian...karena Dia Maha Pembuat Rencana.

Untuk sahabat2ku semua, baik para MPers & non-MPers yang setia membaca journal-ku...jazaakumullohu khoiron katsiro untuk support & do'a tulus kalian, terima kasih banyak, thanks so much.

Jazaakumullohu khoiron katsiro juga untuk Pak Tri, Bu Metty & Bu Sari yang mendukung Athira memenuhi keinginannya ini. Juga untuk Ayah Oke, Eyang Uti, Almarhum Eyang Kakung, Bulek Cimon, Bulek Nieza, Om Ghanenk, Dede & Mbak Nofa atas do'a juga support moral & materil dari kalian.

Jazaakillahu khoiron katsiro, Dini sayang...yang udah ngasih contoh baik ke temen2nya tanpa dirimu sadari, Nak...



Blog EntryTerima Kasih, Sayang...Apr 12, '08 11:06 AM
for everyone

Ketika kalian marah,
Kalian ajari aku kesabaran

Ketika kalian salah,
Kalian ajari aku keterbatasan

Ketika kalian kalah,
Kalian ajari aku ketegaran

Ketika kalian sedih,
Kalian ajari aku kelembutan

Ketika kalian tersenyum,
Kalian ajari aku kepuasan

Ketika kalian tertawa,
Kalian ajari aku kebahagiaan

Ketika kalian berhasil,
Kalian ajari aku kesyukuran

Ketika kalian diam,
Kalian ajari aku kefanaan

Ketika kalian berdo’a,
Kalian ajari aku ketundukkan

Ketika kalian bahagia,
Kalian ajari aku arti cinta


Terima kasih anak-anakku,
Yang setiap hari mengajariku

Arti hidup…dan hidup yang berarti

 


Blog Entry10 Hal yang Harus Dihindari OrTuMar 12, '08 12:07 AM
for everyone
1. Berusaha berinteraksi dengan anak tidak dengan cara yang digunakan oleh kedua orang tua kita dulu ketika berinteraksi dengan kita, tanpa berfikir dulu baik-buruknya.

Terkadang hal ini akan membawa kita pada beberapa kesalahan yang dapat merusak kejiwaan anak. Setiap generasi, ada cara tertentu yang cocok untuk mereka.

Umar bin Khattab r.a berkata:
"Didiklah anak2 kalian dengan methode pendidikan yang berbeda dengan methode pendidikan yang kalian terima dari ortu kalian, karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk hidup pada satu zaman yang berbeda dengan zaman kalian."

Hal ini bukan berarti kita mengikuti modern life style mereka begitu saja, tapi tetap pada kerangka AL-Qur'an & Hadist sebagai pegangan kita ummat Rosululloh SAW.


2. Berusaha untuk tidak melontarkan satu pertanyaan pun atau satu komentar tidak langsung ketika kita memerintahkan kepada anak untuk melakukan sesuatu.

Seperti dengan mengatakan kepadanya "Mengapa kamu menebarkan mainan2 ini di mana2?" atau "Nggak baik menebarkan mainan2 ini dengan cara begini!" Kemungkinan besar dia pasti akan menjawab pertanyaan atau komentar kita itu. Dengan demikian, berarti kita telah memberikan kesempatan kepadanya untuk membuat-buat alasan.

Sikap yang lebih tepat dalam masalah ini adalah memerintahkannya untuk berhenti menebarkan mainannya dan memintanya untuk meletakkan di tempat semula tanpa memberikan satu alasan atau penjelasan kepada anda.

Setelah semuanya kembali rapi dan hatinya mulai kelihatan tenang, baru kita bisa mengajaknya berbicara dari hati ke hati. Mungkin sikapnya tadi adalah bentuk protest kepada kita atau hanya sekedar menuntut perhatian kita.


3. Tidak lupa untuk selalu mengarahkan perilaku anak, bahkan saat dia sedang bergembira.

Jika kita telah memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, maka hendaknya waktu yang telah dikhususkan itu benar2 menjadi waktu yang menyenangkan.

Akan tetapi, hal ini bukan berarti kita sebagai orang tua mengabaikan dalam penerapan prinsip2 pembinaan perilaku anak. Jika anak mulai memperlihatkan perilaku yang tidak baik, kita harus tetap mengingatkannya akan batas2 yang harus dia taati dan yang tidak boleh dilanggar.


4. Tidak menjadikan anak selalu berusaha menghindari berbagai macam tantangan dalam kehidupan sehari-harinya.

Berusahalah untuk selalu menjadi orang yang dekat dengannya dan siap memberikan bantuan kepadanya bila memang diperlukan. Akan tetapi, bila anak kita masih mampu melakukannya sendiri, berusahalah untuk melepaskannya dengan memberikan kepercayaan kita kepadanya.

Kita harus menjadikan hidupnya lebih realistis dan alami sesuai dengan kodratnya, salah satunya dengan cara membiarkan dia melakukan sendiri tugas / pekerjaan / beban / masalah yang masih mampu diembannya. Hal ini jauh lebih baik daripada kita mengerahkan segenap daya upaya kita untuk memberikan sebesar mungkin bantuan dan kesenangan kepadanya.

Dengan begini, kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan kepercayan diri yang dimilikinya akan lebih meningkat, sehingga anak pun akan mengambil pelajaran berharga dari tantangan2 yang telah dia hadapi.


5. Tidak memberikan pujian dan teguran secara bersamaan.

Berikanlah kepadanya kesempatan agar anak dapat merasakan kesuksesannya terlebih dahulu sebelum dia merasakan kekurangannya.

Sebagai contoh, pada saat anak menunjukkan hasil karyanya, hendaknya kita memberikan pujian bahwa hasilnya jauh lebih baik dari sebelumnya. Baru kita ajak dia berdiskusi apa saja yang kira2 kurang atau tidak pantas.


6. Tidak mendiskusikan masalah yang dihadapi anak di hadapan orang lain.

Kritikan yang pedas terhadap seorang anak dan perilakunya yang minus, jika dilontarkan di hadapan orang lain merupakan kesalahan besar yang dapat membangkitkan rasa dengki dan hasud dalam hatinya.

Bila anak melakukan kesalahan di depan orang lain, cukuplah bagi kita untuk memberikan teguran dengan isyarat akan kesalahannya.


7. Kendalikan emosi dan berusaha untuk bersikap tenang.

Hindari sikap suka berteriak, karena sikap seperti ini akan diikuti oleh anak ketika menyikapi berbagai macam masalah dan ketika berinteraksi dengan orang2 di sekitarnya.

Ketika melihat perilakunya yang nakal, hindari menyikapi kenakalannya dengan cara memukulnya, bahkan ketika kita menyikapi pertengkaran2 antar anak2 yang mengganggu kenyamanan sekitar.

Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa ada hubungan yang erat antara anak kecil yang suka membuat kegaduhan dengan ibu yang suka berteriak dan suka memberikan ancaman. Bahwa kemarahan seorang ibu memiliki pengaruh yang lebih kuat dan lebih besar terhadap proses pembentukan kepribadian sang anak daripada kemarahan seorang ayah.


8. Tidak memperlihatkan kepadanya rasa putus asa dalam memperbaiki kepribadian atau perilaku anak.

Karena hal ini akan memperkuat keinginannya untuk membangkang.

Setiap hari, akan selalu muncul hal baru dalam kehidupan kita dan anak kita, yang akan membawa kesempatan baru pula untuk kita jadikan sarana agar hubungan kita dengannya lebih dekat dari hari2 sebelumnya. Hal ini juga dapat membantu kita dalam mengenali potensi2 dan kemampuan2 yang dimilikinya.


9. Tidak berlebihan dalam memuji anak.

Sesuai dengan tabiatnya, seorang anak kecil memang memerlukan pujian, asal tidak berlebihan. Pujilah akhlaq atau perilakunya yang sholeh/baik, serta ketaatannya kepada Alllah swt dan kedua ortunya.

Serta berilah juga kepada anak untuk melakukan hal2 baru dan menekuni sesuatu yang sulit. Sebab rasa percaya diri dan optimist seorang anak akan muncul dalam dirinya melalui usaha2nya sendiri yang dibanggakannya.

Oleh karena itu, sebaiknya kita memuji anak kita secara proporsional dan pada waktu yang tepat.


10. Tidak berlebihan dalam memanjakan anak dan menuruti semua permintaannya.

Karena sikap kita ini akan menanamkan sifat egois dalam diri anak kita. Selain itu, sikap tersebut juga dapat membuat anak tidak memiliki rasa tanggung-jawab dan membuatnya selalu tergantung pada orang lain.

Sikap tersebut juga dapat membuat anak tidak dapat menyikapi kegagalan dengan baik, karena dia merasa bahwa orang2 di sekitarnya dapat menerima apa pun yang dilakukan olehnya.


Semoga cinta kita sebagai orang tua kepada anak2 kita tidak dijadikan tameng bagi dirinya dalam melakukan perbuatan2 yang tidak baik. Na'udzubillah min dzalik...


translated & edited by ME from 100 Fikroh Dzahabiyyah li Tarbiyyah Thiflik (Iman Al-Mahdawi) dedicated then to myself  specially


LinkKita & Buah HatiFeb 2, '08 3:13 AM
for everyone
Link: http://www.kitadanbuahhati.org/

Website yayasannya Bu Elly Risman, as its director.

Ada forum tanya-jawab dimana kita bisa bertanya seputar problematika anak2, balita, batita, remaja, rumah-tangga & kesehatan.

Blog EntryBalada Anak KecilJan 31, '08 5:39 AM
for everyone
Sebenernya incident ini udah sering terjadi sejak usia Dede 3 tahunan. Makin lama makin berkurang. Eh...koq sekarang timbul lagi, tepatnya 4 hari yang lalu. Apalagi kalo tante-nya, Buyek Isan (baca: Cimon), pas lagi mudik ke rumah Eyang yang persis di sebelah rumahku.

Emang semuanya berawal dari kebiasaan adek bungsuku ini. Dia hobby banget manggil Dede Bilqis dengan "Anak Kecil". Padahal kalo diperhatiin, postur si-Dede sama kayak Buyek-nya...sama2 embol. Nah...si-Dede yang udah merasa gede karena udah sekolah, complaint tiap dipanggil "Anak Kecil" ama Buyek-nya ini. Semakin Dede protest...semakin beringas pula si-Buyek ngegodain. Ditambah, Mbak Athira, Hanan, Buyek Nieza, mbak2 juga pada ikutan manggil dia begitu.

Sampai pada suatu hari, 2 tahun yang lalu, aku yang lagi baca buku di kamar dikagetkan dengan suara lirih orang berdo'a sambil terisak-isak. Ternyata dari kamar sebelah, kamar Mbak & Dede. Persis kayak maling, aku ngendap2 masuk ke kamar itu. Ternyata Dede yang udah rapi pake mukena lagi berdo'a sambil ngangkat ke-2 tangannya dengan mengucapkan "Ya ALLOH...kenapa aku diciptakan jadi anak kecil...? Kenapa ya, ALLOH...?"

Pengen langsung ngakak...tapi koq nggak etis banget ama anak sendiri. Nggak terasa, air mataku menetes...campursari antara terharu & nahan ketawa.

EventDede BILQIS is not BaLiTa anymoreJan 26, '08 7:59 AM
for everyone
Start:     Jan 28, '08 08:00a
End:     Jan 28, '08 12:45p
Insya ALLOH...on this date, my Embol is 5 years old... :-*

Udah dari sebulan yang lalu, Dede latah...minta aku bawain b'day cake plus candle-nya k'sekolahnya on her b'day.

Biasanya tiap ada yg b'day di rumah, kita cuma lunch/dinner gathering di rumah ato di resto. Itu juga dah lebih dari cukup. Kan yg penting kado-nya... ;))

Lah...?! Koq ini ujug2 minta b'day cake plus lilin-nya...?! Ke sekolah pula...?! Sekolah Islam, bo'...?! Kasian sekali ibu2 guru yang tak b'daya itu... #-o

So...dengan rayuan maut-ku, aku b'hasil merayu Dede. B'day cake-nya aku ganti dengan donutz & milk untuk dibagikan ke schoolmatez-nya...not classmatez. =D>

Tekor deh gue... #:-S

ddd
dThumbnaild
ddd
Hari p'tama di tahun baru Hijriyyah ini, sekolah Dede...TKIT As-Sa'adah...ngadain lomba bikin "Hijriyyah New Year Card" untuk Ibu & Anak, yg bahan bakunya dari barang bekas. Yang dinilai, selain hasilnya, juga kerjasama yg baik antara ibu & anaknya.

Aku & Dede bikin kartu yg modelnya bolak-balik kayak kalender meja. Sebenernya seh nggak buruk2 banget hasilnya...tapi harus nrimo kekalahan. Secara, selaen juri-nya tetangga belakang rumahku...yg hasil karyanya jauh........................lebih bagus juga buanyak...hehehe...

Seneng juga lho...seru banget ribut ama Dede, yg baru kebagian nempel huruf2 yg udah aku guntingin aja...udah ribut "Snack aku habis neh, Bunda...plz..."

EventB'day of My Own BUNDAJan 8, '08 1:01 AM
for everyone
Start:     Jan 11, '08 12:15a
End:     Jan 11, '08 11:45p
Bunda-ku...atau Eyang Uti-nya Mbak & Dede, insya ALLOH pada tanggal ini usianya genap 57 tahun.

Beliau dilahirkan di Solo & bener2 jadi wanita Solo tulen. Sampe sekarang otak & energy-nya nggak pernah istirahat walau sesaat. Sampe tidur pun...beliau bisa mimpi solusi untuk kerjaannya.

Beliau salah satu perempuan p'tama yang terjun di medan da'wah di Indonesia ini. Nggak cuma menghadapi suami yang keras (Bapak-ku) yang belum s'fikroh pada waktu itu...tapi juga menghadapi seluruh keluarga & masyarakat di sekitarnya, yang akhirnya mengikuti jejaknya.

Walaupun ditipu sana-sini...walaupun beliau juga merasakan sakit hati...tapi tekadnya untuk membiayai da'wah ini nggak pernah putus. Tekadnya "Aku cari uang banyak untuk m'hidupi da'wah. Jangan sampe anak-cucu-mantuku jadikan da'wah sebagai sarana cari uang...apalagi harus m'halalkan b'bagai cara."

Kalo aku udah disakiti kayak yang pernah beliau rasakan...mana tahan...???

Sampe skarang bingung neh...mo ngasih p'hatian dalam bentuk apa. Soalnya, aku pas nganter Mbak Athira AMT di Puncak. Any idea...?

:-?

LinkParenting & Educational ResourceJan 2, '08 11:22 PM
for everyone
Link: http://www.education.com

Situs ini banyak m'bahas ttg pendidikan anak. Isinya sebagian besar adalah tanya-jawab antara ortu & guru mengenai p'kembangan pendidikan anak. Contoh, bagaimana merayu anak yg mogok sekolah agar t'tarik kembali k'sekolah. Ada juga ortu yg konsultasi ttg anaknya yg cerdas tapi mudah bosan mengerjakan sesuatu. 'N so on...

Blog EntryJomblo Sejati...Dec 29, '07 9:34 PM
for everyone

Ninggalin anak2ku di rumah selama beberapa hari bahkan sampai sebulan...udah biasa. Ya jadi biasa untuk mereka, juga biasa untuk aku.

Awalnya emang berat...apalagi dengan Mbak Athira yang selama dari dia lahir sampai usianya 6 tahun, aku nggak pernah pisah sama sekali dengannya. Ke mana aja aku pergi, pasti dia ikut.

Waktu adekku Ari meninggal, aku pulang ke Indo sama Mbak Athira. Padahal cuma 5 hari aja. Tiap aku ikut training, pelatihan & seminar di hotel2 yang letaknya masih di Jakarta & sekitarnya, aku juga selalu m'boyong anak2 ke hotel & Mbak Athira berangkat sekolah dari hotel. Kebetulan juga pas masa2 seringnya training & seminar, Dede Bilqis masih belum selesai ASI-nya. Jadi aku wajib memboyongnya dgn minta kamar sendiri ke pihak panitia.

Kalau training & seminarnya jauh di luar kota? Selama 2 tahun menyusui Bilqis, aku terpaksa nggak ikut. Setelah selesai kewajibanku atas Bilqis, baru aku bisa lenggang kangkung ke mana aja.

Tapi hal ini nggak berlaku untuk Athira. Dia harus ikut...daripada banyak adegan sinetron di rumah. Pernah dia pulang-pergi ke Manado sendirian dengan UM (Unaccpompanied Minor -red.) karena aku harus mengikuti seminar di sana. Itu untuk pertama kalinya, waktu dia masih usia 8 tahun. Padahal flight-nya pake acara transit di Bali & Makassar segala. Dan sampe di Manado jam 1 malam, dijemput travel agent kita. Bolos sekolah dong? Ya iya lah...

Sekarang...udah sepekan ini dia yang ninggalin aku & Bilqis. Bukan karena dia ada seminar atau training, tapi karena holiday sama sepupu2nya, Divia & Dicky (anak2 dari Teteh-nya Mas Oke -red.)

Mulai tanggal 23 December lalu, mereka berangkat dari Jakarta untuk Tour d'Java. Mereka lama stayed di Semarang, dimana di sana ada Om & Tante-nya Mas Oke. Insya ALLOH besok sampai di Jakarta. Tadi Mbak Athira telephoned, katanya lagi nginep di Cirebon. Semoga mereka selamat sampai di rumah...karena disiarkan gelombang pantai sepanjang jalur Pantura sedang tinggi2nya.

Sebenarnya ini bukan yang pertama kalinya dia yang pergi ninggalin aku. 2 tahun yang lalu, dia juga ikut Teteh's Family liburan ke Jogja. Waktu itu aku nggak begitu terasa kangennya sama dia, mungkin karena aku sendiri juga pas sibuk2nya ngurusin gempa Jogja & banjir di Sulawesi, juga menyiapkan raker salah satu organisasi yang aku ikuti.

Tapi sekarang...koq aku jadi mellow banget ya? Kangen banget sama Mbak Athira, begitu juga Dede Bilqis kangen banget sama Mbak-nya. Hanan pun udah ke Bandung, ke tempat Bunda-nya. Jadi, Bilqis juga lebih sering diajak Eyang-nya karena kasian nggak ada temennya. Lengkap sudah lah penderitaanku ditinggal anak2. Berasa deh...jadi Jomblo sejati...

Selama ini aku yang sering banget ninggalin mereka ke luar kota & luar negri. Sekarang...aku harus merasakan apa yang mereka rasakan selama aku tinggal. Duh, Nak...maafin Bunda ya... Ternyata perih banget musim hujan yang dingin ini nggak sama kalian.

Miss U too much, bidadari2ku...


Blog EntryHappy Mother's Day 4 All Ladiez @ MPDec 20, '07 11:58 PM
for everyone

1st of all,

Let ME wish 2...

all motherz 'n d'candidatez of mother @ MP :

" HAPPY MOTHER'S DAY...! "

I Luv U all...

I learned many thingz from all of U...

more than I needed...

 

Pagi2...buka Friendster...so surprised...! Ada hadiah HARI IBU dari Mbak Athira...so sweet. Jadi pengen t'haru... Aku sendiri nggak inget hari ini Hari Ibu. Padahal, aku juga harus wishing ke Bunda-ku...Eyang Uti-nya Mbak Athira & my mother-in-law...Eyang Mamah.

Anyway...I luv U 2, Mbak Yayang... more than U C...more than U feel... :-X

 

Bunda,
hidupku datang darimu
kekuatanku mengalir darimu
dukungan dan dorongan ada dalam kata-katamu
keteguhan dan kepercayaanmu merasuk dalam jiwaku
aku tak akan aku tanpamu

Bunda,
suka dan suka adalah milik kita berdua
banyak luka menganga kutoreh di hatimu
tetapi percayalah dalam jiwa dan hati ini hanya ada
cinta dan terima kasih
tak tergambarkan betapa besar semua yag kau berikan
aku tak akan aku tanpamu

Bunda,
cintamu, marahmu, kasihmu, menoreh seluruh perjalanan hidupku
jangan pernah berpikir kau hanyalah Bunda
kau adalah tiang hidupku, tiang keluarga ini
aku tak akan aku tanpamu

Bunda,
tak ada yang bisa kuberi
karena apa yang ada padaku adalah darimu
hanyalah doa, cinta dan kasih untukmu

HAPPY MOTHER'S DAY, BUNDA
I LOVE YOU MORE THAN YOU KNOW

-Mbak Yayang-


Blog EntryKangen Susu...Sep 15, '07 2:08 AM
for everyone

AlhamduliLLAH...ini hari ke-3 Dede shoum. 2 hari kemarin dia bisa melaksanakan 1 hari penuh. Semoga fullday shoum-nya bisa full 1 bulan seperti Mbak Athira dan Mbak Hanan dulu waktu baru pertama kali shoum.

Emang berat buat si-Pelaksana, si-Pengasuh dan si-Pengawas...yaitu aku sendiri. Aku udah memutuskan untuk nggak keluar rumah sama sekali dalam sepekan ini. Karena emang umurnya yang baru 4 tahun, nggak seperti Mbak2nya yang mulai shoum dari umur 5 tahun, jadi yang rewel bukan hanya Dede...tapi juga pengasuhnya dan tetangga sebelah alias Bapakku.

Dalam 2 hari ini, jam 3 ke atas adalah jam2 rawan buat Dede. Dia mulai merintih sambil menitikkan air mata "Kangen susu...kangen susu...". Atau merajuk sambil memberi dalil yang entah dapat dari mana "Bunda, kalau aku kena maag gimana?" NaudzubiLLAH min dzaliik...justru banyak orang yang sakit maag bisa sembuh karena shoum di bulan Romadhon, Dek.

Kalau udah rewel begitu, Eyang Kakung-nya mulai lupa gimana dulu melatih aku shoum di waktu aku dan adik2ku kecil. "Kamu tega banget sih sama anak...ya mbok setengah hari dulu."

Tapi memang, sekeras-kerasnya Bapak...aku dan adik2ku mulai shoum dari usia 5 tahun, itu pun setengah hari dulu selama 2 pekan atau istilahnya puasa bedug, maksudnya cuma sampai bedug dzuhur, ifthor, terus lanjut lagi shoumnya sampai bedug maghrib. Dan 2 pekan terakhir mulai shoum 1 hari penuh.

Entah aku memang lebih keras dari Bapak atau apa lah istilahnya, tapi dari Mbak Athira dan Mbak Hanan usia 5 tahun...alhamduliLLAH mereka bisa langsung shoum 1 hari penuh, makanya aku yakin Dede juga pasti bisa.

Apalagi setelah aku konsultasi dengan beberapa ustadz, ternyata memang tidak ada pendidikan shoum setengah hari untuk anak2 di masa RosuluLLOH saw...tapi juga tidak dilarang bila kita menerapkan methode shoum setengah hari untuk melatih anak2.

Makanya aku lebih memilih untuk langsung menerapkan shoum 1 hari penuh untuk anak2ku, dan masih dengan catatan di luar sepengetahuan mereka, kalau aku juga nggak tega2 amat dan tetap mengizinkan mereka membatalkan shoumnya kalau kondisinya darurat, seperti pucat, suhu badan abnormal, keringat dingin atau sakit perut. Ini lah gunanya perhatian extra dari aku, supaya mereka mengurangi aktifitas yang menguras energy-nya. Terutama Dede yang paling nggak bisa diam, jadi aku harus memberikan kegiatan alternatif seperti main games dari internet biar nggak bosan, mewarnai, mendengarkan cerita sambil tiduran, macam2 deh.

Sama seperti waktu aku baru melatih Mbak Athira dan Hanan, aku menjanjikan hadiah aneka snack dan aneka minuman sari buah yang aku bungkus dengan kertas kado warna-warni dan aku beri pita juga ucapan selamat seperti ini:

" BaarokaLLOH fiik...! Mbak / Hanan / Dede sebagai PEMENANG SHOUM hari ini & berhak mendapatkan pahala yang luarbiasa dari ALLOH & hadiah dari Ayah-Bunda "

Hadiah ini boleh mereka pilih setelah ifthor, dan ini benar2 acara yang paling disukai mereka selama Romadhon.

Bukan itu saja, aku juga menjanjikan hadiah apa yang sedang mereka butuhkan bagi siapa di antara mereka yang sanggup shoum sampai 1 bulan penuh dan hadiah plus bagi yang sholat tarawih, tilawah, dan sholat dhuha-nya nggak ada yang bolong. AlhamduliLLAH...waktu Mbak Athira dan Hanan pertama kali shoum, mereka dapat meraihnya.

Seperti Mbak Athira dan Hanan baru pertama kali shoum dulu, jam 3 sore sampai Maghrib sepertinya juga jam2 rawan buat Dede. Di sini benar2 dibutuhkan peran semua anggota rumah, apalagi aku. Aku harus memeluknya sambil menenangkan dan memijitinya atau mengusap2 terus. Waktu Mbak Athira & Hanan, mereka cuma lemas tanpa merengek. Beda dengan Dede yang nggak berhenti bilang "kangen susu...kangen susu..." Kalau udah rewel begitu, selain Bapak, Nofa dan Tari juga ikutan komentar "Kasian ya Bunda...Dede jadi kurusan." Hallah...baru berapa jam nggak minum susu. Semoga ini cuma sepekan, seperti Mbak2nya dulu.

Di hari pertama kemarin, Dede mandi sampai 3 kali. Jam 10 pagi, jam 3 sore dan setengah jam menjelang maghrib. Ini karena aku sedang menyiapkan ta'jil untuk pengungsi korban kebakaran dekat rumahku. Lagi repot2nya, karena Dede nggak bisa disambi dengan aneka kue soes kesukaannya, aku tawarkan dia untuk berendam di bathtub. Aku minta Mbak Athira sebagai pengawasnya karena takut dia cheating minum air mentah. Karena kalau pengasuhnya yang ngawasin, justru dia yang nggak tega setiap Dede merengek.

Tapi AlhamduliLLAH...Dede bisa goal sampai maghrib dan ifthor ditemani seluruh anggota keluarga juga tetangga sebelah, yaitu Eyang Kakung, Eyang Uti, Ammah Nieza dan Hanan.

Di hari kedua, jam 5 sore, tiba2 Dede bawa yakult dan bilang "Bunda...aku nggak kangen susu lagi...tapi aku mau yakult." Waktu aku spontan tersenyum, eh...dia malah nangis "aku kangen susu lagi...aku kangen susu lagi..."

Dia baru diam nangisya setelah aku kasih pengertian "De...temen2 Dede yang rumahnya kebakaran, gimana ya ifthornya? Kan mereka nggak punya dapur."

"Beli aja..." jawabnya masih sambil nangis.

"Kan uangnya ikut terbakar..."

"Ya...Bunda kirimin kue lagi dong kayak kemaren..."

Nah lho...! Aku harus jawab apa ya...hhmm... "Kan sekarang lagi belum ada rizqi-nya lagi. Insya ALLOH besok ya... Nah, kalo misalnya hari ini mereka nggak ada yang bisa dimakan buat ifthor...kasian ya... AlhamduliLLAH...anak2 Bunda masih ada yang dimakan ifthor nanti, kesukaan Dede juga...boleh pilih hadiah lagi."

Dede terdiam lama...terus minta nonton Little Einstein deh...

Ya ALLOH...mudahkan lah aku dalam mentarbiyah anak2ku...

 

Mohon maaf buat yang kurang berkenan dengan cara aku melatih mereka shoum.


ddd
dThumbnaild
ddd
Poster2 ini aku buat bareng bidadari2ku, yang kemudian ditempel di ruang bermain mereka. Nggak seperti tahun2 sebelumnya, suasana rumah kali ini emang kurang meriah. Biasanya aku menghias rumah dari H-3 yang aku decor seperti b'day party. Tapi karena masih lelah pulang dari Bangkok, jadi semampu aku meriahkan Romadhon di hati mereka...apalagi ini shoum Romadhon pertama buat Dede.

Maafin Bunda ya, sayang... Moga tahun depan kita bisa menghias rumah lebih meriah untuk menyambut tamu agung ini. Dan semoga Dede bisa seperti Mbak2nya, langsung fullday shoum.

ReviewReviewReviewReviewReviewBridge to TerabithiaJul 4, '07 9:21 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Kids & Family
Director : Gabor Csupo
Actors : Josh Hutcherson, Anna Shopia Robb, Zooey Deschanel, Robert Patrick

Harapan murid kelas 5, Jesse Aaron (Josh Hutcherson) menjadi tercepat di kelasnya kandas saat murid baru Leslie Burke (Anna Shopia Robb) berlari lebih cepat dari semua orang, termasuk dia. Namun, Jess dan Leslie segera menjalin persahabatan dan menemukan kerajaan gaib di hutan, di mana mereka berdua sebagai raja dan ratu.

Lepas dari sisipan ajaran agama dalam film ini, aku tak perlu ragu lagi memberikan 5 stars untuk moral cerita dari film ini. Dimana kepercayaan dalam persahabatan antara Jess dan Leslie, diwarnai oleh saling mendukung potensi yang ada di antara mereka.

Jess yang dianggap aneh oleh teman-teman sekolahnya, tidak beda dengan Leslie, gadis tomboy yang juga dianggap aneh oleh teman-teman di sekolah lamanya. Tapi mereka mempunyai sifat yang sangat berbeda. Jess lebih banyak mengalah dan pasrah, sedangkan Leslie lebih berani memberontak dengan daya khayalnya yang tinggi.

Mereka kelihatan aneh di sekolah karena mereka berasal dari latar belakang yang membuat mereka seperti itu. Jess adalah anak lelaki satu-satunya di antara 4 saudara perempuannya yang berasal dari keluarga petani yang sangat sederhana. Sedangkan Leslie adalah anak tunggal yang kesepian dari keluarga berkecukupan.

Hidup Jess yang monoton berubah menjadi penuh warna dan semangat sejak kedatangan Leslie yang memberikan banyak motivasi.

Mungkin, sebenarnya ending dari film ini yang paling aku suka. Walaupun, hal ini juga yang akan meyakinkan opini orang-orang tertentu...kalau aku memang aneh.


MusicBrainy Baby Music : Sing-Along SongsJun 29, '07 8:13 AM
for everyone
This album actually contains oldies baby songs, but in harmony with very nice modification tones.
01 ABC's   
02 I Spy Something   
03 Body in Motion   
04 Listen!   
05 Old MacDonald   
06 Mind Your Manners   
07 Name Your Shapes   
08 Counting to Twenty   
09 Bingo   
10 Seasons Change   
11 26 Letters   

Blog EntryMengatasi Anak Pemalu Jun 26, '07 9:48 PM
for everyone

diterjemahkan oleh Kamilia Hamidah dari artikel Anna Krueger

 

Pemalu Pada Usia Prasekolah

Seiring anak memasuki usia prasekolah, tingkah laku yang layak pada balita- menggelayut pada orang tua ketika ada orang asing mendekati, atau menangis setiap kali ditinggal, menolak bermain dengan teman-teman sebayanya- untuk saat ini menjadi agak berkurang. Tetapi selama masa usia prasekolah, kebanyakan anak-anak masih belajar bagaimana berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, ada sebagian yang cenderung pemalu dan menarik diri dari kawan-kawan sepermainannya, tetapi bagaimanapun lambat laun meraka akan terbiasa.

 

Kenapa Anak Prasekolah Saya Pemalu

Tentu saja, pemalu tidak selalu dianggap sebagai perkembangan yang positif pada anak, tetapi setiap bayi yang lahir tentu saja membawa sifat bawaan yang tidak sama. Banyak para ahli beranggapan bahwa lingkunganlah yang bertanggungjawab pada pembentukan karakter anak, tetapi akhir-akhir ini dipercayai bahwa pola perilaku anak dipengaruhi oleh dua hal, yaitu pengaruh gen dan lingkungan. Dengan demikian mungkin temperamen anak anda akan lain dalam menghadapi lingkungan yang baru dan cenderung lambat berinteraksi terhadap kondisi yang tidak familiar.

 

Bagaimana Mendorong Supaya Anak Saya Percaya Diri

Yang terpenting bagi anda sebagai orang tua adalah, jangan pernah beranggapan malu sebagai masalah penghambat perkembangan anak anda, karena sebagian besar anak  pemalu pada akhirnya dapat terbiasa dengan lingkungannya. Tetapi yang terpenting adalah, bagaimana anda memberikan cukup stimulasi demi menumbuhkan kepercayaan diri pada anak anda. Jadi, ketimbang merubah pribadi anak anda, mungkin yang bisa anda lakukan, dengan cara bertahap persiapkan anak anda di situasi yang biasanya sulit baginya berinteraksi, misalnya di pesta ulang tahun temannya atau dalam keramaian, cobalah anda ciptakan suasana yang sedemikian rupa dalam rumah anda, libatkan boneka pemalu didalamnya dan ajak anak anda bermain didalamnya, persiapkan dialog untuk boneka pemalu tadi, dan tempatkan anak anda sebagai orang tuanya. Tugas anak anda adalah, membantu si boneka pemalu agar dapat terbiasa dengan lingkungan sosialnya.

 

Bagaimana  Caranya Supaya Saya Dapat Mempersiapkan Anak Agar Tidak Menjadi Pemalu di Sekolahnya

 

• Perkenalkan anak anda dengan seorang teman, memulai sekolah dengan satu wajah yang sudah dikenalnya akan membantunya lebih percaya diri, tanyakan pada guru pengajarnya jika ada teman sekelasnya yang rumahnya berdekatan dengan anda, kemudian ajaklah anak anda bermain dengannya sebelum mulai bersekolah, dengan begitu anak anda dapat mengenal beberapa teman sekolahnya sebelum dia bertemu dengan wajah-wajah baru lainnya.

 

• Ajaklah anak anda untuk berkeliling ke sekolahnya, karena dengan begitu dia akan lebih santai jika dia sesekali dia menghabiskan waktunya di dalam kelasnya dan bertemu dengan gurunya sebelum hari pertamanya di sekolah, sehingga dia akan merasa terbiasa dengan sekelilingnya.

 

• Praktekkan berbicara dengan orang lain dan jadikan itu sebagai permainan. Mintalah anak anda berperan sebagai gaet dirumahnya ketika ada salah satu teman dekatnya berkunjung. Dengan begitu dia tidak hanya merasa nyaman untuk berbicara dengan orang lain, akan tetapi dia juga akan mulai memahami give and take conversation. Jika dia cenderung berbisik, jika bicara mungkin rasa malunya lebih disebabkan karena bicaranya yang tidak dipahami dan nantinya lambat laun akan terbiasa.

 

• Jika anak pemalu anda mempunyai kakak disekolah yang sama, mintalah  pada sang kakak untuk menjaga adiknya, lambaian akrab atau sekedar tatapan yang familiar meskipun hanya sekilas, akan dapat menenangkan rasa gelisahnya atau takutnya ditempat baru

 

• Ciptakan ritual perpisahan good bye. Menyelinap pergi tanpa sepengetahuan anak anda dapat membuatnya kecewa, karena dia tidak mendapatkan pelukan atau kecupan sayang sebelum anda tinggalkan, hal ini juga dapat mengurangi rasa percayanya pada anda sebagai orang tua.

 

Bagaimana Membantu Anak Saya Berteman

 

Perkenalkan dia dengan seorang teman, jangan terlalu berharap dia akan langsung akrab pada pertemuan pertama, karena mungkin akan membutuhkan beberapa pertemuan sampai keduanya mulai merasa nyaman. Kalau anak anda dapat mulai akrab dengan satu teman nantinya, lama-lama tentu dia akan belajar bagaimana menempatkan dirinya dengan yang lain, sementara lambat laun temannya akan membantunya agar dapar bergabung dengan teman-teman lainnya, pada saatnya nanti dia juga akan merasakan enjoy bermain dengan teman-teman dari semua umur.

 

Apa Salahnya Menyebut Anak Saya Pemalu

 

Sebagai orang tua sebaiknya anda jangan memberikan julukan pemalu pada anak anda, entah sebutan tersebut sebatas julukan atau sebentuk excuse atas sikapnya yang pemalu. Dengan memberikan sebutan pemalu, sebenarnya anak anda tidak berfikir bahwa dia pemalu, tetapi jika anda terus-menerus menyebutnya demikian, pada saatnya nanti dia akan berfikiran bahwa ada yang salah pada dirinya dengan sebutan demikian, jadi sebaiknya sebagai orang tua anda lebih baik mengatakan “agak lama baginya untuk dapat bersosialisasi di lingkungan baru” ketimbang menyebutnya pemalu.

 

Perlukah Saya Konsultasikan Pada Dokter Anak?

 

Sebagai pedoman bahwa anak anda dapat bersosialisasi dengan baik, cobalah tengok temannya, apakah dia mempunyai teman? Apakah dia sering menceritakan temannya tersebut?. Jika anak anda senantiasa sendirian atau menyendiri, coba tanyakan pada pengasuhnya atau gurunya tentang hal tersebut, mungkin anda tidak melihat masa-masa  tertentu dimana anak anda dapat berinteraksi dengan teman-temannya. Atau, jika memang guru atau pengasuhnya berpendapat bahwa anak anda lebih sulit berinteraksi dibanding dengan anak-anak seusianya, mungkin lebih baik anda konsultasikan pada dokternya, yang akan mengevaluasi perkembangan anak anda.

 


Blog EntryQur'anic Family of Mas Tammim & Mbak WiwikJun 20, '07 3:46 AM
for everyone


11 Amanah Alloh

1. Afzalurahman, 21 tahun, semester 6 Teknik Geofisika ITB, Hafal Qur'an usia 13 tahun, sekarang masuk Program PPDMS, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB, Peserta Pertamina Youth Progamme 2OO7 dari ITB

2. Faris Jihady Hanifa, 2O tahun, semester 4 Fakultas syariah LIPIA, Hafal Qur'an usia 1O tahun Predikat Mumtaz, Juara 1 lomba Tahfidz 3O Juz yang diselenggarakan Kerajaan Saudi Arabia, Juara 1 Lomba OlimPiade IPS tingkat SMA 2OO3

3. Maryam Qonitat, 18 tahun, semester 2 Fakultas Ushuluddin Univ Al-Azhar Kairo, Hafal Qur'an usia 16 tahun. Lulusan Terbaik Husnul Khotimah 2OO6

4. Scientia Afifah, 17 tahun, kelas 3 SMU 28, Hafal 1O Juz, pelajar teladan MTs Al Hikmah 2OO4

5. Ahmad Rosikh Ilmi, 15 tahun, kelas 1 SMA Husnul Khotimah, Hafal 6 Juz, pelajar Teladan SDIT Al Hikmah 2OO2, Lulusan Terbaik MTs Al Kahfi 2OO6

6. Ismail Ghulam Halim, 13 tahun, kelas 2 MTs Al Kahfi, Hafal 8 Juz, Juara Olimpiade IpA tngkat SD se Jaksel 2OO3, 4 penghargaan dari Al Kahfi, Tahfidz Terbaik, Santri Favorit, Santri Teladan, dan Juara Umum

7. Yusuf Zaim Hakim, 12 tahun, kelas 1 MTs Al Kahfi, Hafal 5 Juz, rangking 1 di kelasnya

8. Muh Saihul Basyir, 11 tahun, kelas 5 SDIT Al Hikmah, Hafal 25 Juz

9. Hadi Sabila Rosyad, 9 tahun, kelas 4 SDIT Al Hikmah, Hafal 2 Juz

10. Himmaty Muyasssarah, 7 tahun, Hafal 1 Juz

11. Hasna, wafat usia 3 tahun, bulan Juli 2OO6

 

Tips

- Mengajarkan Al Quran sejak usia 4 tahun. Doktrin keluarga = Al Quran adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat

- Jangan terlalu mengandalkan sekolah. 2/3 keberhasilan Pendidikan itu ada di rumah

- Keberhasilan adalah hasil integrasi kedua orang tuanya. Lebih besar tanggung jawab seorang ayah dibanding ibu ->

   *Rasulullah memanggil ayah dari anak yang mencuri. Ayah idaman dalam Al Quran = Luqman. Ibrahim mentarbiyah anak dan istrinya.

- Suami yang membangun visi dan istri yang mengisi kerangka itu ->

   *Imam Syafi'i ditinggal wafat ayahnya ketika berusia 6 tahun. Namun isi kepala sang ayah sudah pindah ke sang ibu.
   *Al Banna dan sentuhan pendidikan sang ayah.
   *Qordhowi berkata, dahulu saya tidak tahu mengapa ayah mengkondisikan saya hafal al quran usia 1O tahun.

 

- Ihtimam atau perhatian yang tinggi terhadap anak dan pendidikannya ->

  *Perhatian dari A sd Z, potong kuku, bersihkan telinga dll
  *File file khusus yang menyimpan catatan tentang anak, hasil ulangan dan lain lain
  *Kekayaan kami adalah anak dan buku. Setiap liburan, selalu mengajak anak anak ke toko buku.ada 4OOO buku di rumah

 

- Visi yang ada di kepala kami adalah anak-anak kami semuanya harus menjadi hafidz quran ->

  *Keliling Jawa dan Madura untuk melihat pesantren tahfidz terbaik. Pilihan jatuh di Kudus. Orang mencibir untuk apa menjadi hafidz Quran dan menitipkan anak di pesantren
  *Tujuh tahun pernikahan tanpa televisi
  *Setiap hari diperdengarkan murottal
  *Sang ibu mengajar sendiri dengan Qiroati

 

- Nasihat sang suami yang mencerminkan kekuatan visinya sebagai kepala keluarga ->
  *Bu, kita harus berbeda dengan orang lain dalam kebaikan. Orang lain duduk kita sudah harus berjalan, orang lain berjalan kita sudah harus berlari, orang berlari kita sudah tidur, orang lain tidur kita sudah bangun.
  *Jangan sedikitpun berhenti berbuat baik sampai soal niat. Kita tidak boleh lalai karena kita tidak tahu kapan Allah mencabut nyawa kita

- Tiga Fase interaksi dengan Anak menurut Imam Ali ->

   *7 tahun pertama = perlakukan ia seperti raja
      masa pembentukan tumbuh kembang otak menyerap informasi

   *7 tahun kedua = perlakukan ia seperti tawanan perang dalam kedisiplinan
      Masa penanaman sikap. Disiplin disiplin Disiplin

   *7 tahun ketiga dan seterusnya = perlakukan ia sebagai teman atau sahabat

- Pakar mengatakan 7 s/d 12 tahun adalah golden age. Usia emas. Saat itulah fase pembentukan sikap, perilaku, dan penanaman nilai yang paling penting.

  *Hafal Qurannya Al Banna 1O tahun, Qordhowi 1O tahun, Imam Syafi I 9 tahun, Imam Ahmad 7 tahun

  *Rasul menyuruh sholat di usia 7 tahun, dan bila sampai 1O tahun belum sholat maka pukullah ia

 

- Menjelang tidur selalu diceritakan kisah kisah para nabi dan rasul

- Jadwal dalam papan besar untuk belajar Al quran bagi 11 anak kami

- Ba'da maghrib dan ba'da subuh adalah waktu interaksi dengan Al Qur'an.
  *Nak ibu bangga sekali dengan kamu, meskipun sulit tapi kamu disiplin menyetorkan hafalan 2 ayat setiap hari.

- Anak pertama dan kedua sejak usia 5 dan 4 tahun terbiasa bangun sebelum subuh

- Di Komplek perumahan DPR-RI si kecil sudah bisa menghafal siapa saja anggota dewan yang jarang sholat subuh berjamaah

- Jangan lupakan membangun dakwah di keluarga besar. Saat kami all out keluar rumah, keluarga besar kamilah, yang terlibat mengawasi anak anak

- Kami rutin berkunjung ke keluarga besar untuk menjalin hubungan baik dengan mereka

- Kesulitan di masa pembentukan adalah faktor keistiqomahan. Harus konsisten mengontrol

- Memagari anak anak dari pengaruh negatif. Ada agreement dengan anak anak kapan saat menonton TV dan ada hukuman bila dilanggar

  *Nak, hafalanmu banyak, TV itu bisa memakan bagian pikiranmu

 

- Syukur kami tiada henti padamu ya Robbi atas karunia anak anak kami

- Keberhasilan itu bukan tercapainya tujuan tapi pada proses yaitu komitmen dan konsistensi kita menjalaninya. Kepada Allah kembali segala urusan

 

Jadi pengen malu...  I've 2 try being like them...!

Tapi galaknya jangan dibawa ke rapat Salimah dong, Mbak...


EventReport Book DistributionJun 18, '07 4:44 AM
for everyone
Start:     Jun 23, '07 08:00a
End:     Jun 23, '07 11:00a
Location:     SDIT & PG As-Sa'adah
Ngambil rapor 3 bidadariku. Jangan lupa bawa foto kelas Mbak & Nanan untuk dibagiin ke tiap anak + guru2nya...so, come early than the others...!

LinkFun Brain - Parents PlaceJun 15, '07 11:12 AM
for everyone
Link: http://www.funbrain.com/parents/index.html

Pengen tambah mesra sama anak-anak...? Di situs ini banyak educational games offline yang bisa di-download...then...

B their nice friendz...!

Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help