Bunda's posts with tag: education
| Start: | May 13, '08 07:00a | | End: | May 15, '08 12:00p | | Location: | SDIT As-Sa'adah |
Insya ALLOH Mbak Athira dalam 3 hari itu akan menghadapi UAS BN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional) dengan jadwal sebagai berikut : Selasa, 13 Mei 2008 : Bahasa Indonesia Rabu, 14 Mei 2008 : Matematika Kamis, 15 Mei 2008 : IPAKalo dibandingkan dengan jaman aku SD sih kayaknya lebih ringan. Secara cuma 3 mapel yang diujikan & 1 hari hanya 1 mapel. Jaman aku dulu kan ada 6 mapel, dengan jadwal 1 hari 2 mapel. Tapi nervous-nya sama banget kayak 21 tahun yang lalu. Ah...bombastis...! Ya udah...nggak jauh2... Deg2an & mules2 kayak gini juga baru aku alami 5 1/2 tahun yang lalu waktu Mbak Athira baru pertama kali duduk di kelas 1 SD. Ya...Mbak Athira memulai SD-nya nggak dari awal kelas 1. Waktu itu kita baru for good dari Pakistan di pertengahan tahun ajaran. Rencananya, selesai tahun ajaran baru mau mendaftarkannya ke SD. Usia-nya pun kami perkirakan kira2 pas...6 tahun lebih. Dalam penantian 6 bulan untuk tahun ajaran baru itu, kami hanya berencana menitipkannya di TK yang masih satu yayasan dengan SD-nya itu...dengan tujuan bersosialisasi & belajar Bahasa Indonesia. Ternyata hasil test masuk TK menentukan lain. Mbak Athira diminta langsung ke SD dengan nggak mem-buang2 waktu lagi. Hasil test SD pun begitu juga. Langsung lah dia duduk di kelas 1 di usianya yang masih 5 tahun...dengan berseragam bebas, komunikasi yang masih kacau-balau dengan teman2nya, plus tiap hari gontok2an dengan teman2 cowoknya. Sampai dia kelas 3 SD, sistem belajarnya betul2 di bawah pengawasanku. Sengaja aku nggak ambil cattering di sekolah, supaya setiap waktunya mengantar lunch box ke sekolah...aku bisa berperan sebagai spy di balik jendela sekolah. Setiap hari ada menu soal setelah dinner, terutama untuk vocabularies Bahasa Indonesia. Setiap menjelang ujian, aku buat kumpulan soal yang betul2 aku olah sendiri. Sampai beberapa ortu murid sekelasnya minta diperbanyak kumpulan soal itu. Dan setiap hari2 ujian, aku pasti mules2 & jidatku semakin legam. Bukan...bukan karena aku makin perbanyak sujud. Tapi karena sepulang ujian, Mbak pasti menceritakan kebingungannya akan sebuah kata yang diartikannya jauh dari arti sebenarnya. Kutepuk lah jidatku kuat2...! Basically, aku nggak pernah menuntutnya untuk bisa meraih peringkat tertinggi. Walaupun alhamduliLLAH, sejak di kelas 2 dia selalu di peringkat teratas atau 3 besar. Aku hanya was2 berlebihan karena komunikasinya yang sering miss-understanding dengan vocabularies Bahasa Indonesia yang pas2an & usianya yang lebih muda dibanding teman2 sekelasnya. Jelas cara-ku ini keliru. Setelah berdiskusi dengan wali kelasnya di kelas 3, aku mulai melepasnya belajar sendiri. Tepatnya sejak dia duduk di kelas 4, dia mulai belajar sendiri plus mengatur jam belajarnya sendiri. Aku hanya mengontrolnya se-waktu2. Bagus deh...jadi aku bisa mulai aktif di luar rumah. Tapi...beberapa hari belakangan ini, penyakit bolak-balik ke toilet ku kambuh lagi. Koq semakin mendekati UAS BN...cara belajarnya makin santai. Kadang selingannya lebih banyak, seperti baca komik anime atau trilogy novel Laskar Pelangi yang entah sudah muroja'ah ke berapa untuknya. Waktu aku curhat ke wali kelasnya, eh...jawabannya malah makin bikin senewen, "Nggak apa2, Bunda...biar relax..." Mohon do'a dari sahabat2 MPerz, para pembaca journal-ku yang setia, Om2 & Tante2 semua...semoga Mbak Athira juga anak2 lainnya yang juga akan menghadapi UAS BN dalam 3 hari itu, dipermudah dalam mengerjakan soal2 ujian & mendapatkan kelulusan dengan nilai yang penuh barokah.
Link: http://sariibnuhaitsam.multiply.comMiss Sari ini wakil-nya wali kelas Mbak Athira di kelas 6 sekarang, Ibnu Haitsam. Wali kelasnya Mr. Triyanto. Miss Sari ngajar beberapa subjects, such as English, Indonesian & KTK. Beliau guru yang betul2 sabar, terutama menghadapi ortu murid macam aku ini. Udah 5 1/2 tahun ngajar Mbak Athira, beliau udah kenyang aku complaint...tapi nggak pernah marah & dendam. Malah bisa dibilang, kita jadi kayak temen. Karena beliau faham, kritik dari ortu itu bukan untuk kemajuan anak2 murid aja, tapi juga untuk sekolah & peningkatan kualitas mengajar guru itu sendiri. JazaakiLLAHU bi ahsanil jazaa' buat semuanya, Miss... I do really apologize 4 all I did 2 U... Keep up ur good work...! 
Link: http://www.kitadanbuahhati.org/Website yayasannya Bu Elly Risman, as its director.
Ada forum tanya-jawab dimana kita bisa bertanya seputar problematika anak2, balita, batita, remaja, rumah-tangga & kesehatan.
Link: http://www.education.comSitus ini banyak m'bahas ttg pendidikan anak. Isinya sebagian besar adalah tanya-jawab antara ortu & guru mengenai p'kembangan pendidikan anak. Contoh, bagaimana merayu anak yg mogok sekolah agar t'tarik kembali k'sekolah. Ada juga ortu yg konsultasi ttg anaknya yg cerdas tapi mudah bosan mengerjakan sesuatu. 'N so on...
AMT, atau singkatan dari Achievement Motivation Training, diharapkan bisa menjadi alat yang berguna untuk membangkitkan "virus" dalam diri seseorang untuk selalu berbuat lebih baik dalam berbagai hal. Karena sekarang ini perilaku seseorang saat ini didasari sikap, pengetahuan & ketrampilan, jadi apa yang dimiliki saat ini bisa diupayakan selalu di-update untuk terus bisa beradaptasi agar survive. AMT juga sebagai motivasi bagaimana menumbuhkan kebutuhan untuk belajar. Untuk itu anak-anak butuh tahu mengapa perlu belajar, arah belajar yang sesuai kebutuhan dan keinginannya. Hal ini bisa dikaitkan dengan pengalaman, berorientasi pada tugas dan masalah serta lingkungan yang bebas tekanan. Karena itu, dalam upaya pendekatan yang paling utama dilakukan fasilitator adalah menghormati yang sudah dimiliki anak-anak, sebagai peserta AMT ini. Dari situ pandangan peserta diarahkan pada kondisi kekiniannya agar sepenuhnya menyadari di mana dirinya berada, mengetahui ke mana tujuan yang akan diraih dan punya alasan mengapa harus ke sana. Dalam AMT proses belajar itu ditunjang dengan berbagai metode yang menyentuh pikiran, perasaan dan motoriknya. Simulasi apa saja yang diberikan oleh AMT untuk anak-anak yang sedang mempersiapkan kelulusan sekolah dasar mereka? Insya Alloh saya lanjutkan setelah mendampingi kegiatan mereka tanggal 10 Januari nanti.
| Start: | Jan 10, '08 07:00a | | End: | Jan 11, '08 5:00p | | Location: | Wisma DPR - Puncak |
Insya ALLOH SDIT As-Sa'adah mau ngadain ini buat anak kelas 6, sebagai persiapan mereka menghadapi UAS-BN (tahun lalu UAN -red.) & juga persiapan mereka terjun ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu SMP...juga masa depan mereka. Aamiin... Anyway, jazaakumuLLOHU bi ahsanil jazaa' buat pihak sekolah, terutama Pak Karyatin sebagai principal di sekolah Mbak, juga Pak Triyanto sebagai Wali Kelas Mbak, yang sudah memfasilitasi kegiatan ini untuk anak2 kami. Moga acaranya sukses, penuh berkah & bermanfaat buat bekal hidup mereka. Hasil dengerin KepSek "Apa itu AMT?", yang kebetulan pas aku lagi nggak gossip waktu beliau bicara : http://bundaathira.multiply.com/journal/item/101/Achievement_Motivation_Training_AMT
 | Category: | Books | | Genre: | Nonfiction | | Author: | Inu Kencana Syafiie |
Menurut saya, ini penggunaan istilah yang keliru. "Undercover" menyiratkan makna bahwa penulis buku ini, Inu Kencana Syafie, menyamar sebagai bagian dari IPDN (dulu STPDN) untuk mengungkap rahasia-rahasia di baliknya. Padahal penulis memang bagian dari institusi yang ia ungkap dan lawan kebobrokannya.
Buku ini sebenarnya autobiografi, yang tadinya mau diubah oleh penerbit karena takut dipertanyakan masyarakat. Namun akhirnya dipertahankan karena kualitas tulisan yang bagus. Menurut saya itu pilihan yang bagus. Tapi bukan berarti penerbit jadi melalaikan kerja samanya dengan penulis untuk menghasilkan karya yang berkualitas.
Karena itulah yang saya lihat. Selain dari judul yang kacangan, suntingannya pun asal. Salah ketik masih bertebaran di mana-mana. Kisah-kisah tidak disusun agar menyampaikan inti yang saling mendukung. Ini menunjukkan bahwa penyunting tidak teliti. Atau terlalu terburu-buru mengejar tenggat penerbitan.
Dua ratus empat halaman adalah kisah kehidupan penulis. Sementara kasusnya sendiri hanya tujuh puluh halaman. Perbandingannya hampir 3:1, sehingga terlihat misi yang diemban hanyalah yang pertama. Banyak bagian yang sama sekali tidak perlu dan tidak relevan dengan misi kedua. Dengan begini, judul makin keliru.
Orang yang membaca buku ini dengan berharap mendapatkan kesaksian mendetail tentang IPDN akan kecewa. Memang ada kronologis yang lebih lengkap. Termasuk pengungkapan fakta dan kesimpulan penting seperti:
Kematian anak didik IPDN hanyalah sempalan dari kondisi di lapangan. Yang lebih mengerikan adalah kejahatan membudaya para pengasuh dan komisi disiplin yang menjadikan kasus anak didik sebagai ladang uang.
Film adegan pemukulan yang sering ditayangkan di TV-TV swasta sudah mengalami rekayasa citra. Dalam rekaman sebenarnya, setelah adegan itu para "aktor" sama-sama tertawa sambil minum dan makan roti. Karena adegan ini sendiri direkam untuk "gagah-gagahan", agar kelak mereka bisa ngomong ke para junior, "Kami aja sanggup, kenapa kamu nggak?" Namun, adegan tertawa tersebut dihapus. Lalu adegan pemukulan diberi musik latar yang seram. Jadilah tayangan yang membuat orang-orang berang.
Intinya, pemukulan memang ada. Dan sebagian besar memang mengerikan. Tetap saja, yang ditayangkan TV adalah manipulasi.
Poin-poin tersebut jadi kabur karena tertelan oleh lautan kisah tentang penulis. Kasus Cliff Muntu yang berdasarkan Pengantar Penerbit ditambahkan untuk melengkapi buku pun tidak terlihat. Penuturan kasus per kasus pun begitu.
Buku ini menjadi autobiografi yang salah kemas. Seharusnya justru dimulai dengan bagian paling akhir, yang menceritakan saat penulis diundang oleh pemilik Joger, Joseph Theodorus Wulianadi. Joseph mengajak para stafnya merenungkan kenapa mereka semua mengundang Pak Inu ke Bali, padahal banyak yang lebih terkenal.
Seseorang meneriakkan jawabannya, karena Pak Inu berani seorang diri membongkar skandal STPDN.
Joseph mengiyakan dan mengajak, "Sekarang, kita dengarkan ceramahnya. Mengapa keberanian itu muncul?"
Inilah inti buku itu. Mengapa keberanian itu muncul. Sama sekali meleset dari judul dan kemasan buku. Jangan baca karena tertarik kisah IPDN, bacalah kalau tertarik kisah seorang pemberani bernama Inu Kencana Syafiie. 
11 Amanah Alloh 1. Afzalurahman, 21 tahun, semester 6 Teknik Geofisika ITB, Hafal Qur'an usia 13 tahun, sekarang masuk Program PPDMS, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB, Peserta Pertamina Youth Progamme 2OO7 dari ITB 2. Faris Jihady Hanifa, 2O tahun, semester 4 Fakultas syariah LIPIA, Hafal Qur'an usia 1O tahun Predikat Mumtaz, Juara 1 lomba Tahfidz 3O Juz yang diselenggarakan Kerajaan Saudi Arabia, Juara 1 Lomba OlimPiade IPS tingkat SMA 2OO3 3. Maryam Qonitat, 18 tahun, semester 2 Fakultas Ushuluddin Univ Al-Azhar Kairo, Hafal Qur'an usia 16 tahun. Lulusan Terbaik Husnul Khotimah 2OO6 4. Scientia Afifah, 17 tahun, kelas 3 SMU 28, Hafal 1O Juz, pelajar teladan MTs Al Hikmah 2OO4 5. Ahmad Rosikh Ilmi, 15 tahun, kelas 1 SMA Husnul Khotimah, Hafal 6 Juz, pelajar Teladan SDIT Al Hikmah 2OO2, Lulusan Terbaik MTs Al Kahfi 2OO6 6. Ismail Ghulam Halim, 13 tahun, kelas 2 MTs Al Kahfi, Hafal 8 Juz, Juara Olimpiade IpA tngkat SD se Jaksel 2OO3, 4 penghargaan dari Al Kahfi, Tahfidz Terbaik, Santri Favorit, Santri Teladan, dan Juara Umum 7. Yusuf Zaim Hakim, 12 tahun, kelas 1 MTs Al Kahfi, Hafal 5 Juz, rangking 1 di kelasnya 8. Muh Saihul Basyir, 11 tahun, kelas 5 SDIT Al Hikmah, Hafal 25 Juz 9. Hadi Sabila Rosyad, 9 tahun, kelas 4 SDIT Al Hikmah, Hafal 2 Juz 10. Himmaty Muyasssarah, 7 tahun, Hafal 1 Juz 11. Hasna, wafat usia 3 tahun, bulan Juli 2OO6 Tips - Mengajarkan Al Quran sejak usia 4 tahun. Doktrin keluarga = Al Quran adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat - Jangan terlalu mengandalkan sekolah. 2/3 keberhasilan Pendidikan itu ada di rumah - Keberhasilan adalah hasil integrasi kedua orang tuanya. Lebih besar tanggung jawab seorang ayah dibanding ibu -> *Rasulullah memanggil ayah dari anak yang mencuri. Ayah idaman dalam Al Quran = Luqman. Ibrahim mentarbiyah anak dan istrinya.
- Suami yang membangun visi dan istri yang mengisi kerangka itu -> *Imam Syafi'i ditinggal wafat ayahnya ketika berusia 6 tahun. Namun isi kepala sang ayah sudah pindah ke sang ibu. *Al Banna dan sentuhan pendidikan sang ayah. *Qordhowi berkata, dahulu saya tidak tahu mengapa ayah mengkondisikan saya hafal al quran usia 1O tahun. - Ihtimam atau perhatian yang tinggi terhadap anak dan pendidikannya -> *Perhatian dari A sd Z, potong kuku, bersihkan telinga dll *File file khusus yang menyimpan catatan tentang anak, hasil ulangan dan lain lain *Kekayaan kami adalah anak dan buku. Setiap liburan, selalu mengajak anak anak ke toko buku.ada 4OOO buku di rumah - Visi yang ada di kepala kami adalah anak-anak kami semuanya harus menjadi hafidz quran -> *Keliling Jawa dan Madura untuk melihat pesantren tahfidz terbaik. Pilihan jatuh di Kudus. Orang mencibir untuk apa menjadi hafidz Quran dan menitipkan anak di pesantren *Tujuh tahun pernikahan tanpa televisi *Setiap hari diperdengarkan murottal *Sang ibu mengajar sendiri dengan Qiroati - Nasihat sang suami yang mencerminkan kekuatan visinya sebagai kepala keluarga -> *Bu, kita harus berbeda dengan orang lain dalam kebaikan. Orang lain duduk kita sudah harus berjalan, orang lain berjalan kita sudah harus berlari, orang berlari kita sudah tidur, orang lain tidur kita sudah bangun. *Jangan sedikitpun berhenti berbuat baik sampai soal niat. Kita tidak boleh lalai karena kita tidak tahu kapan Allah mencabut nyawa kita
- Tiga Fase interaksi dengan Anak menurut Imam Ali -> *7 tahun pertama = perlakukan ia seperti raja masa pembentukan tumbuh kembang otak menyerap informasi *7 tahun kedua = perlakukan ia seperti tawanan perang dalam kedisiplinan Masa penanaman sikap. Disiplin disiplin Disiplin *7 tahun ketiga dan seterusnya = perlakukan ia sebagai teman atau sahabat
- Pakar mengatakan 7 s/d 12 tahun adalah golden age. Usia emas. Saat itulah fase pembentukan sikap, perilaku, dan penanaman nilai yang paling penting. *Hafal Qurannya Al Banna 1O tahun, Qordhowi 1O tahun, Imam Syafi I 9 tahun, Imam Ahmad 7 tahun *Rasul menyuruh sholat di usia 7 tahun, dan bila sampai 1O tahun belum sholat maka pukullah ia - Menjelang tidur selalu diceritakan kisah kisah para nabi dan rasul
- Jadwal dalam papan besar untuk belajar Al quran bagi 11 anak kami
- Ba'da maghrib dan ba'da subuh adalah waktu interaksi dengan Al Qur'an. *Nak ibu bangga sekali dengan kamu, meskipun sulit tapi kamu disiplin menyetorkan hafalan 2 ayat setiap hari.
- Anak pertama dan kedua sejak usia 5 dan 4 tahun terbiasa bangun sebelum subuh - Di Komplek perumahan DPR-RI si kecil sudah bisa menghafal siapa saja anggota dewan yang jarang sholat subuh berjamaah - Jangan lupakan membangun dakwah di keluarga besar. Saat kami all out keluar rumah, keluarga besar kamilah, yang terlibat mengawasi anak anak - Kami rutin berkunjung ke keluarga besar untuk menjalin hubungan baik dengan mereka - Kesulitan di masa pembentukan adalah faktor keistiqomahan. Harus konsisten mengontrol - Memagari anak anak dari pengaruh negatif. Ada agreement dengan anak anak kapan saat menonton TV dan ada hukuman bila dilanggar *Nak, hafalanmu banyak, TV itu bisa memakan bagian pikiranmu - Syukur kami tiada henti padamu ya Robbi atas karunia anak anak kami - Keberhasilan itu bukan tercapainya tujuan tapi pada proses yaitu komitmen dan konsistensi kita menjalaninya. Kepada Allah kembali segala urusan
Jadi pengen malu... I've 2 try being like them...!  Tapi galaknya jangan dibawa ke rapat Salimah dong, Mbak... 
Link: http://ibnuchaldunoke.multiply.com/Ini salah satu bentuk kreatifitas salah satu guru di sekolahnya Mbak, Nanan & Dede. Beliau wali kelas Ibnu Khaldun (kelas 3), dimana tak satu pun bidadariku yang di kelas itu. Tapi, semoga kreatifitas beliau bisa jadi inspirasi buat guru-guru lain.
Wish U success, Miss...!
Menulis adalah aktivitas yang biasa dilakukan seorang pelajar, mulai dari tingkat dasar sampai menengah atas. Menulis sebagaimana halnya membaca adalah kemampuan dasar yang harus dikuasai seorang anak ketika masuk sekolah. Cepat atau lambat seorang anak harus bisa menulis. Menulis adalah bentuk komunikasi antara guru dan anak didiknya. Murid harus menuliskan kembali ilmu yang diberikan guru. Dari tulisan murid, guru bisa menilai sejauh mana keberhasilan proses perpindahan ilmu yang ia lakukan.
Selama menempuh pendidikan, kegiatan menulis adalah keharusan. Siswa SD sampai mereka yang ingin meraih gelar doktoral harus menulis jika ingin lulus. Mahasiswa strata 1 sampai strata 3, harus menghasilkan karya tulis di akhir perkuliahannya; layak tidaknya karya tulis menjadi syarat jika mereka ingin mengenakan toga. Hal ini sudah menjadi cukup bukti bahwa setiap orang harus bisa menulis.
Sayangnya masih banyak orang menulis dengan terpaksa. Kegiatan menulis dianggap sebagai aktivitas melelahkan, membosakan dan menjemukan. Siswa banyak mengeluh jika diminta gurunya membuat karangan. Mahasiswa kurang bersemangat apabila mendapat tugas menulis makalah, danan sangat banyak orang tidak biasa menulis lagi ketika lulus sekolah. Akibatnya menulis tidak menjadi sebuah budaya di negara kita.
Tidak mengherankan bila jumlah penulis di Indonesia masih minim. Jika kita mengamati lebih seksama, orang yang menulis untuk mencerahkan lebih sedikit lagi. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita semua. Sepintas profesi menulis memang kurang menjanjikan. Namun bila kita fokus dan terus mengasah diri, penulis adalah profesi yang sangat menjanjikan.
Untuk meningkatkan gairah menulis di kalangan masyarakat banyak cara yang bisa ditempuh. Salah satunya dengan menjadikan menulis sebagai kebiasaan. Sejak kecil seorang anak sudah ditanamkan pemahaman bahwa menulis itu menyenangkan. Menulis sama asyiknya dengan bermain basket. Menulis tak beda serunya dengan bermain air di kolam renang. Dengan menulis juga hal fantastis bisa kita dapatkan. Penulis bisa lebih populer dari seorang artis. Penulis juga bisa lebih kaya dari seorang karyawan kantoran.
Forum Lingkar Pena sebagai organisasi pengaderan penulis, sangat peduli dengan kegiatan menulis sejak dini. Organisasi yang memiliki perwakilan sampai di luar negeri ini, memandang penting pembinaan generasi muda yang berminat terjun di dunia kepenulisan. Menulis merupakan kegiatan mudah dan tidak mengeluarkan biaya banyak. Hanya butuh semangat dan kerja keras untuk mengasah keterampilan menulism, sehingga menghasilkan tulisan bermutu. Program Holiday Writing Class (HOW-C) merupakan wujud kepedulian tersebut. Dengan program menulis singkat ini, FLP dapat lebih fokus membina pelajar yang tertarik mengembangkan keterampilan menulisnya.
II. Sasaran Peserta Siswa SD kelas tinggi usia 10-12 tahun, SMP dan SMA usia 13-17 tahun.
III. Metode • Pelatihan dengan peserta terbatas (maksimal 8 peserta/kelompok) • Dialog kreatif • Simulasi menulis • Games edukatif
IV. Kurikulum Disain kurikulum disesuaikan dengan pengalaman baca peserta dan kemampuan dasar menulis. Memadukan aspek kognisi, afeksi dan psikomotorik
V. Pilihan Program
1. Fiction Writing Craft Fokus : Menulis cerpen imajinatif Target : Peserta paham standar menulis cerpen di media, mulai terpacu untuk membuat cerpen, mampu menulis cerpen standar media Indonesia
2. Nonfiction Writing Craft Fokus : Menulis esai; catatan harian Target : Mulai terbiasa menulis catatan harian, membuat diary pribadi
Setiap peserta akan mendapat evaluasi dan rekomendasi tertulis dari penyelenggara setelah pelatihan.
VI. Waktu dan Tempat Kegiatan • Satu paket pelatihan terdiri dari 3 kali pertemuan @120 menit • Pilihan hari:
1. Fiction Writing Craft Senin-Rabu-Jum’at
2. Nonfiction Writing Craft Selasa-Kamis-Sabtu Peserta SD, Pagi pukul : 09:30-11:30 Peserta SMP, Siang pukul : 13:00-15:00 Peserta SMA, Sore pukul :16:00-18:00
• Tempat : Rumah Cahaya Depok Jl Keadilan Raya No 13 Blok XVI Depok Timur 16418
• Setiap peserta bisa mengikuti dua kelas sekaligus
VII. Jadwal Kegiatan • Publikasi dan pendaftaran peserta : 11 Juni – 24 Juni 2007 • Pendaftaran ulang : 24-25 Juni 2007 • Pelatihan : 26 Juni – 14 Juli 2007
VIII. Pembimbing Pembimbing adalah penulis-penulis Forum Lingkar Pena yang telah berpengalaman menulis berbagai jenis tulisan , tersebar di media lokal dan nasional diantaranya: Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, Pipiet Senja, Ifa Avianty, M. Irfan Hidayatullah, Koko Nata, Denny Prabowo, Ratno Fadillah
IX. Investasi Rp 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) untuk setiap peserta/kelas dengan fasilitas modul, buku yang sesuai dengan jenis pelatihan, makanan ringan dan bingkisan sponsor.
X. Benefit • Personal writing training, terbatas hanya untuk maksimal 8 peserta, sehingga pelatihan lebih fokus dan terarah • Satu kelompok akan dipegang oleh satu mentor • Tulisan peserta akan dibukukan atau dikirimkan ke media • Layanan konsultasi purna pelatihan via e-mail • Evaluasi akhir tertulis
IX. Cara Pendaftaran • Bagi peserta yang berminat silahkan mendaftarkan diri via sms ke 08568934810 dengan format: nama tanggal lahir usia sekolah-kelas No hp dan telepon rumah Alamat Jenis kelas yang ingin diikuti fiction atau nonfiction
Contoh format: Dewi Amalia 18 April 1992 15 tahun SMA 3 Depok Kelas 2 081312121212-0217702000 Komp Pondok Duta fiction
• Uang pendaftaran ditransfer ke rekening BCA cabang Margonda no 4212400410 a.n Sulistami Prihandini • Bukti transfer dapat di fax ke 021-7712100 atau scan dan kirim ke flpdepok@ gmail.com • Peserta harus mendaftar ulang di Rumah Cahaya pada 24-25 Juni 2007
Keterangan lebih lanjut hubungi: Rumah Cahaya Depok Jl Keadilan Raya No 13 Blok XVI Depok Timur 16418 Dini: 08568934810 atau 02192953810 http://flpdepok.multiply.com/calendar/item/10019
Saat ini, sudah banyak agen wisata yang menyediakan paket liburan untuk anak. Tujuan program yang disediakan pun bagus-bagus, di antaranya merangsang rasa ingin tahu, melatih kemandirian dan memupuk rasa cinta terhadap alam. Demi tercapainya tujuan, kebanyakan agen wisata justru melarang orang-tua menemani anak-anaknya berlibur. Sementara kegiatan yang ditawarkan pun amat beragam, seperti arung jeram, memancing, wisata kebun, dan eksperimen ilmiah. Berikut beberapa tempat wisata yang bisa dijajaki sebagai pengisi liburan sang buah hati... PASIR MUKTI Saat ini Pasir Mukti memiliki dua paket wisata buat anak: Anak Tani : Progam wisata yang bertujuan mengenalkan cara bertani kepada anak. Para peserta yang mengikuti paket ini akan menginap di cottage. Beberapa aktivitas yang bisa diikuti antara lain program menanam bibit sayur atau memetik buah. Anak pun bisa mengikuti program memancing di kolam besar dengan aneka ikan air tawar. Yang tak kalah mengasyikkan, anak juga bisa main lumpur sepuasnya dan melukis layangan. Selama 2 hari mengikuti paket ini, setiap anak akan dikenakan biaya Rp 300.000. Agro Adventure : Paket ini sebetulnya hampir serupa dengan paket Anak Tani. Bedanya, peserta paket ini akan menginap di tenda. Mereka akan dilibatkan pada beragam aktivitas agrowisata seperti bagaimana caranya menanam dan memanen padi. Mereka juga bisa mengikuti aktivitas off-road atau berkeliling kebun menggunakan truk terbuka. Malam harinya mereka bisa mengikuti aneka permainan di sekitar api unggun. Biaya untuk paket yang berlangsung selama 2 hari ini adalah Rp 200.000 per anak. Informasi lebih lanjut, hubungi Bagian Reservasi di Jl. Raya Tajur Pasirmukti Km. 4; Citeureup, Bogor; Tlp. (021) 879 43864-65; 739 8808; Fax (021) 876 3566 JUNIOR EXPLORER (JE) Banyak ragam aktivitas yang bisa diikuti anak di Junior Explorer. Di antaranya menjelajah salah satu lereng kaki Gunung Gede yang merupakan lokasi hutan hujan tropis. Yang tak kalah seru, anak akan diajak melacak jenis satwa dari jejak yang ditinggalkannya. Peserta juga bisa mengikuti wanawisata (wisata hutan) Curug Cilember di daerah Cisarua, Bogor. Di sini anak akan diajak menjadi peneliti kupu-kupu sambil menikmati keindahannya saat terbang bebas. Jika tertarik pada penyu, anak bisa berkunjung ke penangkaran penyu di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, sambil mengunjungi mercusuar di Pulau Damar. Selain itu, JE juga menyediakan petualangan sebagai petani sungguhan. Mereka akan merasakan bagaimana serunya menggembalakan kerbau, membajak sawah, memerah susu sapi dan menyiapkan makanan. Pilihan lain adalah explorer camp di Situ Gunung yang menawarkan kegiatan berkemah sambil mempelajari ekosistem danau. Untuk mengikuti semua kegiatan di JE, usia peserta disyaratkan antara 4-15 tahun dengan kisaran biaya Rp 150.000 sampai Rp 400.000 per orang. Informasi lebih lanjut hubungi Junior Explorer, Menara Gracia Lt. 2; Jl. HR. Rasuna Said Kav. C17, Jakarta 12940; Tlp. (021) 520 0351 dan Fax. (021) 522 0951 PERKEBUNAN HESTER BASUKI Lokasi wisata di Cinangneng ini memiliki program unggulan. Pertama adalah program pulang kampung yang bertujuan mengenalkan anak pada kehidupan warga desa. Di antaranya membajak sawah sambil makan siang di saung. Mereka juga bisa melihat secara langsung perjalanan beras sejak ditanam, dipanen, digiling, hingga dimasak menjadi nasi. Jika berminat, anak-anak akan dilibatkan dalam tim ronda kampung. Jika ingin melihat kegiatan belajar teman-teman seusianya, mereka juga bisa mengikuti kegiatan belajar di SD yang terletak di desa tersebut. Program ini minimal diikuti 20 peserta dengan biaya Rp 250.000 per orang selama 2 hari satu malam. Informasi lebih lanjut hubungi penyelenggara di (021) 765 7217 atau (021) 766 2573; dan (0251) 621 895 CALDERA Caldera saat ini menyediakan dua paket wisata khusus buat anak, yakni: Paket Summer Camp : Paket yang berlokasi di perumahan Alam Sutera, Serpong Tangerang ini akan mengajari anak-anak memasang tenda yang dilanjutkan dengan berbagai lomba dan permainan. Bagi yang menyenangi aktivitas menantang bisa memilih aktivitas menapaki tambang dan memanjat pohon. Kreativitas anak juga bisa terasah dengan mengikuti acara pembuatan kerajinan dari kertas daur ulang. Sedangkan di malam hari, mereka bisa saling berkenalan sambil menceritakan pengalaman menarik di sekeliling kehangatan nyala api unggun. Selama 2 hari mengikuti semua acara tersebut, anak hanya ditemani para fasilitator. Biaya yang dipatok untuk mengikuti program ini adalah Rp 250.000 per anak. Paket Citarik Adventure : Seperti namanya, paket ini berlokasi di Citarik, Sukabumi dan disediakan khusus bagi anak-anak usia 10-15 tahun. Anak bisa berarung jeram di sungainya atau mendaki bukit di sekitarnya. Mereka juga bisa mengikuti berbagai aktivitas lain seperti sepakbola lumpur, menanam padi, dan belajar memasak di kebun. Dengan biaya Rp 725.000 sampai Rp 925.000 selama 3-4 hari peserta akan menginap di tenda dan saung. Informasi lebih lanjut hubungi Caldera, Nariba Plaza, Blok D5, Jl. Mampang Prapatan Raya No. 39. Tlp. (021) 791 96633/44 dan 790 2801 CITARIK ONE STOP ADVENTURE Sama-sama berlokasi di Citarik, paket ini menawarkan outing for kids, yaitu kegiatan outbound khusus anak-anak. Daya tariknya juga terletak pada kegiatan arung jeram menyusuri aliran sungai Citarik. Malam hari, peserta akan menikmati nyamannya tidur di cottage tradisional. Kisaran biayanya antara Rp 44.000 sampai Rp 350.000, tergantung pada kegiatan yang dipilih dan lamanya kegiatan berlangsung. Informasi lebih lanjut hubungi PT Lintas Jeram Nusantara, Graha Macula, Ground Floor, Jl. K.H. Abdullah Syafi'ie No. 5 (d/h: Jl. Lapangan Rose Raya), Jakarta 12840; Tlp. (021) 835 5885, 925 9230, HP 0811 103397; Fax (021) 831 4834 TANAH TINGAL Di tempat ini anak-anak bisa menikmati berbagai aktivitas alam. Salah satunya adalah aktivitas bermain di danau yang memungkinkan mereka mandi dan main perahu sepuasnya. Sementara di pagi dan sore hari mereka bisa mengintip kehidupan burung dalam kegiatan Bird Watching. Tentu disertai penjelasan mengenai asal-usul burung yang ada dari para pendamping. Jika mau, peserta bisa belajar memainkan gamelan dan belajar aneka tari daerah. Biaya untuk mengikuti paket ini amat bervariasi, tergantung dari berapa banyak kegiatan yang diikuti. Untuk informasi lebih lanjut hubungi penyelenggara di Jl. Merpati Raya No. 32B, Desa Sawah Baru, Jombang, Ciputat 15400, Tangerang; Tlp. (021) 743 3131, 790 9454, 741 2912 DOCTOR RABBIT Dengan mengikuti paket wisata Doctor Rabbit, peserta tidak hanya dapat mengikuti aktivitas alam terbuka seperti berkemah, tapi juga aktivitas lain yang sangat bermanfaat. Salah satunya aktivitas yang memungkinkan anak bebas bereksperimen dengan lingkungan sekitarnya. Misalnya mencari reaksi dari campuran aneka bahan kimia atau campuran aneka bumbu dapur. Kegiatan lain yang tak kalah menarik adalah mencari harta karun berbekal panduan peta dari panitia. Ada juga berbagai permainan aktif secara berkelompok dengan teman-teman. Program yang berlangsung selama 2 hari ini diadakan setahun sekali, yakni di bulan Juni. Biaya yang dikenakan sekitar Rp 150.000 per anak (bisa berubah). Untuk biaya dan pemesanan, hubungi Doctor Rabbit di Jl. Taman Sari I No. 77, Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan; Tlp. (021) 750 8371 dan 769 4786 LITTLE FARMERS Tempat wisata yang berlokasi di kaki Gunung Tangkuban Perahu ini memiliki fasilitas lengkap untuk bermain dan berwisata. Di atas lahannya yang seluas 28 hektar terhampar aneka pohon buah-buahan dan sayuran, seperti wortel, selada, lobak, tomat, stroberi, anggrek dan arbei. Anak juga bisa mengenal aneka hewan ternak, di antaranya sapi, kelinci, dan hamster. Bukan cuma itu. Di tempat ini peserta juga bisa menikmati aktivitas yang lebih menantang seperti Flying Fox yang memungkinkan anak bergayut seperti Tarzan dari satu pohon ke pohon lainnya menggunakan tali. Pilihan lain adalah aktivitas menyusuri sungai, melintasi jembatan goyang, atau Spider Web dimana anak bisa merambat ke tempat yang lebih tinggi, maupun menikmati indahnya pemandangan sambil berkuda. Biaya untuk bisa menikmati aneka fasilitas di sini sangat bervariasi tergantung dari banyaknya peserta dan lamanya mengikuti kegiatan. Untuk kegiatan berkebun yang makan waktu setengah hari, setiap peserta dipungut biaya sebesar RP 45.000 dengan peserta minimal 50 orang. Keterangan rinci hubungi Little Farmer di Jl. Kolonel Masturi 339, Cisarua, Cimahi; HP 0812 2498955 dan 0812 2312926 Trus...Ayah-Bunda nya kemana? Honeymoon lah...! Masa' ngejar karir mulu. HAPPY HOLIDAY anyway...
Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia? Kalau Anda tidak tahu, tidak mengapa karena memang banyak yang tidak tahu bahwa peringkat pertama untuk kualitas pendidikan adalah Finlandia. Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki, dimana perjanjian damai dengan GAM dirundingkan, ini memang begitu luar biasa sehingga membuat iri semua guru di seluruh dunia. Peringkat I dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia? Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finnlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu. Lalu apa dong kuncinya? Ternyata kuncinya memang terletak pada kualitas gurunya. Guru-guru Finlandia boleh dikata adalah guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima, lebih ketat persaingainnya ketimbang masuk ke fakultas bergengsi lainnya seperti fakultas hukum dan kedokteran! Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok oleh siswa dengan kualitas seadanya dan dididik oleh perguruan tinggi dengan kualitas seadanya pula. Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan dan pelatihan guru yang berkualitas tinggi tak salah jika kemudian mereka dapat menjadi guru-guru dengan kualitas yang tinggi pula. Dengan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri. Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajar siswa untuk lolos ujian, ungkap seorang guru di Finlandia. Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur dengan ujian. Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi. Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! Inimembantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Dan kalau mereka bertanggungjawab mereka akan bekeja lebih bebas.Guru tidak harus selalu mengontrol mereka. Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak belajar apa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disini guru tidak mengajar dengan metode ceramah, Kata Tuomas Siltala, salah seorang siswa sekolah menengah. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak menyenangkan, sambungnya. Siswa yang lambat mendapat dukungan yang intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan perilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha. Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Kehebatan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi. Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa, kata seorang guru, maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya! Benar-benar ucapan guru yang sangat bertanggungjawab. Source: Top of the Class - Fergus Bordewich
1st Case: Saya adalah orang tua dari dua orang anak, masing-masing duduk di TK B (5th) dan kelas 2 (7th) di sebuah sekolah TK&SD di Kemang, Jakarta Selatan. Sebagai bagian dari eks-kul, pada tgl 29 April 2007 kedua anak saya tersebut memperoleh undangan dari sekolahnya untuk mengikuti workshop lingkungan hidup yang diselenggarakan TB Aksara bekerjasama dengan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, judulnya WWF-Aksara Goes Green, maksudnya kampanye penyadaran mengenai pemanasan bumi (global warming) guna menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan hidup, serta memeliharanya sebagai sesuatu yang harus Kita pelihara demi semua yang tinggal didalamnya. Dituliskan di surat undangan bahwa kegiatan akan berupa bercerita, permainan, berdiskusi dan membuat prakarya green project, Dan untuk kegiatan ini tidak dipungut biaya sama sekali. Sebagai orang tua kami memang sangat senang bahwa Ada kegiatan positif semacam ini, paling tidak kami berpikir hal ini akan sangat berguna bagi masa depan anak-anak kami serta bumi Kita di masa depan. Kedua anak kami pun tampak begitu bersemangat untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut, bahkan beberapa hari sebelumnya mereka sudah mengumpulkan daun-daun kering sebagai materi prakarya. Saat Hari H, kami sekeluarga lengkap pergi ke acara tersebut dengan harapan selain memperoleh pengetahuan sekaligus hiburan positif bagi keluarga kami. Tetapi justru di sini awal bencana terjadi. Dari awal terlihat ketidaksiapan kerja panitia, acara mulur, komputer serta LCD/layar lebar tidak berfungsi dan lain-lain. Sehingga di tengah acara saat pergantian VCD penyuluhan, dimana terdapat beberapa orang dari WWF lengkap dengan seragam, petugas TB Aksara melakukan kesalahan fatal yang sangat tidak perlu terjadi apabila telah dipersiapkan sebelumnya, yaitu : memutar video porno rated XXX (maaf tidak dapat kami ceritakan di sini) yang filenya kebetulan berada di dalam komputer dan salah klik oleh petugas. Selama puluhan detik adegan tersebut ditayangkan pada layar lebar Dan lengkap disaksikan oleh guru-guru, petugas WWF Dan TB Aksara juga tentunya.. Puluhan siswa TK serta SD beserta orangtua masing-masing sampai (maaf) adegan pemeran film ejakulasi. Coba bayangkan! Kepanikan terjadi, wajah-wajah pucat pun terlihat, ada beberapa anak yang menjerit, tapi ada pula yang bertepuktangan, dan untuk beberapa saat acara sempat terhenti. Banyak dari kami termasuk petugas (seperti telah diterka) yang terkesima dan tak berbuat sesuatu, sampai salah seorang petugas mencoba mematikan komputer tersebut (bila anda mengerti cara kerja kompter, pasti paham bahwa komputer memerlukan beberapa detik untuk off, alias tidak langsung mati). Setelah kejadian tersebut, memang baik video WWF maupun video porno tidak tayang sama sekali. Setelah saling menyalahkan antara pihak WWF Dan TB Aksara, salah seorang staf TB Aksara mengumpulkan para orangtua murid seraya meminta maaf Dan menyampaikan bahwa hal ini terjadi karena "kecelakaan" tanpa didampingi oleh pihak WWF (karena menurut mereka, laptop milik salah satu staf TB Aksara serta yang mengundang adalah TB Aksara). Sampai di sini, kami memang sangat menyesalkan kejadian tersebut, dan tinggal pertanyaan dari kami sebagai salah satu orangtua murid yang hadir. WWF sebagai sebuah organisasi dunia professional yang setiap saat tanpa henti melakukan penyuluhan Dan presentasi, apakah tidak pernah melakukan persiapan secara matang seperti layaknya apabila hendak melakukan sebuah presentasi? Misal: peralatan yang compatible (bukan alasan yang masuk akal bila hal ini dinyatakan sebagai sebuah kecelakaan seperti kata mereka, karena komputer yang Ada tidak compatible dengan DVD kata petugas sehingga harus mencari pinjaman laptop dari orang lain) padahal menurut kami ini lebih pada kelalaian petugas (atau malah faktor kesengajaan) ? Apakah mereka menganggap hal ini sepele, sehingga jawaban dari petugas (yang cukup membuat kami terkejut) yaitu tidak perlu dibahas dengan anak-anak, mari Kita berharap bahwa anak-anak tersebut tidak akan menyimpan dalam memori otak masing-masing tentang hal yang telah mereka lihat pada tayangan di layar lebar tersebut? Coba bayangkan apabila para petugas tersebut berada pada posisi kami, yaitu memiliki anak di bawah umur (5 Dan 7 tahun) yang kedapatan menonton film porno, apa kira-kira reaksi anda? Presentasi penyuluhan yang disampaikan bagi siswa-siswi SD yang menggunakan bahasa Inggris secara penuh tanpa sepatah katapun bahasa Indonesia lengkap dengan istilah-istilah ilmiah, yang membuat banyak siswa tidak mendengarkansama sekali Dan mengerjakan hal lain karena mungkin menurut penceramah "lebih gaya" (padahal mereka orang asli Indonesia, menurut tebakan saya) serta tidak perlu memperhatikan yang tidak gaya karena tidak dapat berbahasa Inggris? Saat kami pancing anak kami menceritakan pendapat tentang acara WWF Dan TB Aksara, anak kami yang kecil cuma berkomentar bahwa ada seorang perempuan tanpa busana yang (maaf) mukanya penuh ingus. Bagaimana cara menjelaskan kepada anak-anak kami? Bagaimana mengatasi hal ini baik dari sisi pendidikan, psikologi, hukum, dll? Mohon kiranya bantuan serta perhatian dari yang berwenang : WWF, TB Aksara, para pakar pendidikan, pakar psikolog anak, pihak berwajib/kepolisian, hukum para orangtua Dan yang berkepentingan bagaimanakah hal ini bisa dihindari dan menanggulangi bersama? World Wildlife bukan berarti hidup liar dan pergaulan bebas kan? Global warming tidak sama dengan film Bumi makin panas kan? Edi Tjahyono Jalan Mesjid 12 Cawang Jakarta Timur 13630 Katanya, surat di atas sudah dikirimkan ke berbagai kolom surat pembaca di beberapa media cetak. 2nd Case: Dear all, Ini benar2 terjadi kepada anak2 teman sekolah anakku Sasha dan Andini. Kita masih dilindungi Allah karena hari itu saya diare berat sehingga tidak bisa hadir di acara yang sebelumnya menurut kami sangat baik untuk anak2 mungkin untuk kita. Tapi bencana terjadi… yaitu adanya film porno oral sex sampai ejakulasi… edan memang… Sementara di Indonesia sedang digalakkkan larangan pronografi dan pornoaksi. Sayangnya saat itu tidak ada yang mengerti benar tentang IT and multi media sehingga tidak bisa membantah alas an dari WWF dan Toko Buku Aksara tersebut yang meng kambing hitamkan laptop personil pegawai Aksara yang berisi film porno. Tetapi setelah dicek dan dibuka2 tuh laptop ternyata film porno yang tadi diputar tidak ada, kalau film porno lainnya sih memang ada. Yang mereka bawa itu DVD player, tapi karena apa sehingga tidak bisa dipakai lalu cari2 laptop disana. Dan saya masih berasumsi yang dibawa mereka 3 CD untuk 3 film, tapi CD ke 2 yang dimasukkan ke laptop saat itu pasti CD BF karena waktu CD dimasukkan pasti… langsung auto play dan terlihat langsung di layer lebar… plus speaker surround… suara terdengar… Anda2 bisa bayangkan seperti apa dan bagaimana perasaan orang tua saat itu dan sekarang. Dan bagaimana kejiwaan anak2 itu nantinya… Sementara sekarang si pelaku perusak kejiwaan anak2 dari WWF jalan bebas diluar sana. Saya menghimbau… jauhkan segala urusan yang berhubungan dengan porno things di sekeliling kita untuk menjaga anak2 bangsa. Bersihkan harddisk computer anda dari hal ini … hal ini bisa terjadi pada siapa saja… Sharing from me, Kristina AstagfiruLLOH AL-'ADZIEM...!!! Speechless pertama kali baca ini.
Tolong disebarkan kepada yang membutuhkan...!
Untuk yang punya pegawai/kenalan (driver, tukang kebun, koki, PRT, dll atau siapa saja) yang berpendidikan minimal SMP atau sederajat. Saya bekerja sama dengan sebuah LSM Pendidikan menawarkan pendidikan paket C (setara SMA) secara gratis/bebas biaya.
1) Pendidikan diadakan di "Kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Selatan) Kebayorn Baru, pada malam hari. 2) Lama pendidikan singkat dan padat hanya sekitar 3 bulan 3) Syarat : - Mengajukan photo copy ijazah SMP - Photo copy KTP - Passphoto 3 x 4 - Usia diatas 18 tahun
Dikirimkan kepada : Henny S. Oetomo Jl. Anggrek No.50, Kelapa Dua Kebon Jeruk, Jakarta Barat Jakarta 11550 Telp : 021-5306425
Link: http://www.belajar-gratis.com/Komunitas bebas mencari sumber pengetahuan di dunia internet. Belajar-gratis.com muncul sebagai salah satu situs e-learning di Indonesia yang mengkhususkan diri memberikan sumber-sumber ilmu pengetahuan dan tekhnologi.
Ceramah Ketua MPR Hidayat Nur Wahid waktu acara Open House sekolahnya Mbak & Dede... Ketua MPR: Pemimpin Dituntut Memberi Keteladanan
Jakarta-RoL-- Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa untuk merajut masa depan yang lebih baik setiap pemimpin dituntut untuk memiliki wawasan dan keteladanan yang baik.
Berbicara dalam ceramah umum "Menyiapkan Pemimpin Masa Depan" dalam acara "Open House SDIT As-Sa'adah" di Kalisari, Pasar Rebo, Jaktim, Sabtu (10/2), Ketua MPR menjelaskan bahwa bangsa Indonesia sesungguhnya punya banyak potensi keunggulan.
''Banyak bukti empiris menunjukkan, kita telah menjadi guru yang baik bagi bangsa-bangsa lain,'' ungkap Hidayat. Sebagai contoh, jelasnya, tahun 1970-an, Indonesia banyak mengirim guru-guru ke Malaysia. Malaysia juga banyak mengirim pelajar dan mahasiswanya ke Indonesia untuk belajar.
''Sayang, kini keadaannya terbalik. Malaysia jauh meninggalkan Indonesia. Petronas, yang dulu belajar ke Pertamina, kini telah menjadi sumber pertumbuhan yang luar biasa hingga Malaysia tumbuh jadi negara maju yang disegani bangsa-bangsa.''
Contoh lain, tambah Ketua MPR, Vietnam dulu belajar pertanian ke Indonesia. Mereka sukses dan melesat meninggalkan gurunya. ''Kini kita malah impor beras dari Vietnam. Artinya Indonesia berhasil jadi guru yang baik.''
Dalam siaran pers yang diterima Republika menyatakan kalau Cina yang kini menjadi raksasa pertumbuhan ekonomi juga adalah murid Indonesia. ''Mereka sukses meniru pembangunan ekonomi dan industri yang kita kembangkan di Batam. Sekarang, India yang belajar dari Cina juga siap menjadi raksasa industri baru.'' Jadi, kata Hidayat, Cina dan India adalah anak murid dan cucu murid dari Indonesia. ''Ini juga bukti bahwa Indonesia sukses menjadi guru yang aik yang melahirkan generasi murid-murid yang lebih pintar dan maju dari gurunya.''
Lompatan kemajuan yang diraih Malaysia, Vietnam, Cina dan India, kata Hidayat, sesungguhnya tidak terjadi tiba-tiba. Kemajuan dan pertumbuhan yang mereka raih adalah hasil dari proses pembelajaran yang tak pernah berhenti. ''Mereka berhasil mengembangkan kebaikan-kebaikan yang ada di segala bidang. Mereka berhasil bangkit karena punya pemimpin yang baik.'' Indonesia, menurut Hidayat, di masa depan juga punya peluang tampil lebih baik seandainya negara dan bangsa ini bisa melahirkan calon-calon pemimpin yang tidak saja punya wawasan global yang baik, tapi juga memiliki keteladanan dalam hal-hal yang baik.
Keteladan yang bisa ditularkan dan memicu lahirnya nilai-nilai keteladanan yang lebih baik lagi. ‘’Kita tidak butuh pemimpin yang seram dan jauh dari rakyatnya. Kita rindu pemimpin yang dekat dan membawa kesejukkan kepada yang dipimpinnya.’’
Dalam konteks inilah, Hidayat melihat pentingnya sistem dan proses pendidikan yang baik. ''Saya berharap, SDIT-SDIT bisa mengambil peran dalam membangun pondasi pendidikan yang baik yang mampu membina dan melahirkan generasi-generasi yang lebih baik. Generasi yang layak menjadi teladan bagi keluarga, masyarakat dan bangsanya.''
Kepada anak-anak Indonesia, Hidayat berpesan agar memperhatikan tiga hal. Pertama membiasakan gemar membaca apa saja dan dimana saja untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Kedua, mendalami bahasa asing agar bisa berinteraksi dan bersaing dengan bangsa lain di tataran pergaulan internasional. Ketiga, membiasakan diri hidup dengan nilai-nilai kebaikan dan keteladanan.
Kepada para guru, Ketua MPR juga berpesan agar mengotimalkan diri sebagai guru yang baik. Guru yang kreatif dan gemar membangun suasana belajar yang kondusif, pandai meningkatkan daya kritia anak. ‘’Salah satu indicator guru yang baik adalah guru yang bisa melahirkan murid-murid yang lebih cerdas dan lebih baik dari gurunya,’’ tegas Hidayat.
JATINANGOR -- Kembali kampus 'pencetak' birokrat, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), menelan korban siswanya. Madya Praja (tingkat II) asal Sulawesi Utara, Cliff Muntu (21 tahun), Senin (2/4), pukul 21.30 WIB, tewas saat berkunjung ke barak yang menjadi tempat tinggal seniornya. Berdasarkan data yang dihimpun dari kampus IPDN, seusai mengikuti latihan drum band di kampusnya, Senin (2/4) sekitar pukul 21.30 WIB, Cliff tidak langsung pulang ke kamarnya di Barak Kalimantan Tengah. Cliff malah beranjak ke tempat tinggal seniornya, Nindya Praja (tingkat III), di Barak DKI Atas. Di barak seniornya itulah, praja pembawa pataka dalam regu drum band IPDN itu, sempat larut dalam percakapan dengan puluhan Nindya Praja (tingkat III). Kepala Bagian Pengasuhan Praja IPDN, Ilhami Bisri, menyatakan, tidak lama berbincang dengan seniornya, Cliff langsung pingsan. Melihat kondisi Cliff, kata Ilhami, seniornya langsung membawanya ke lantai dua untuk diobati. Karena tetap tidak sadar, akhirnya Cliff dilarikan ke Rumah Sakit Al Islam, Kota Bandung, sekitar pukul 23.40 WIB. Setibanya di RS Al Islam, Dokter Jaga setempat, dr Beni Benardi, menyatakan Cliff telah meninggal dunia. Beni sama sekali tidak mengetahui penyebab kematian mahasiswa tingkat II tersebut. Menurut Beni, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah Cliff. Namun, berdasarkan keterangan dari keluarganya yang disampaikan oleh perwakilan IPDN, Cliff mengidap penyakit liver. ''Untuk mengetahui penyebab kematiannya, harus diotopsi di RS Hasan Sadikin Bandung,'' ujar Beni di RS Al Islam, Rabu (3/4). Setelah mendengar keterangan dr Beni, perwakilan dari IPDN yang juga Dosen Senior, Prof Dr Lexi Giroth, tidak langsung membawa jenazah Clif ke RS Hasan Sadikin. Jenazah Cliff didiamkan di RS Al Islam selama delapan jam lebih. Jenazah Cliff baru dialihkan ke RS Hasan Sadikin untuk diotopsi sekitar pukul 08.40 WIB. Itu pun, atas permintaan langsung dari Kapolres Sumedang, AKBP Syamsul Bahri. ''Kita tetap akan selidiki di balik kematian mahasiswa IPDN tersebut,'' katanya. Hingga Selasa (3/4) sore, jenazah Cliff masih dalam proses otopsi di RS Hasan Sadikin. Namun, pada bantal peti jenazah Cliff, terlihat tetesan darah dari kepala jenazah. Bahkan, ke dua pipi jenazah Cliff tampak lebam. Harus bertanggung jawab Mendagri ad interim, Widodo AS, mengaku belum mendapatkan laporan kejadian itu. ''Saya belum dengar, saya minta laporan dulu,'' katanya. Menurut Widodo, tewasnya praja IPDN itu terjadi untuk kali kedua itu tak lepas dari pembinaan sekolah milik Departemen Dalam Negeri itu. ''Ada otoritas pembina yang harus bertanggung jawab,'' tegasnya. Lima Praja Senior IPDN Akui Aniaya Cliff Muntu Jakarta-RoL-- Lima praja dari 10 praja senior Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN ) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Praja Madya Cliff Muntu (21) pada Senin (2/4) tengah malam, mengakui melakukan pemukulan.
"Awalnya kami memang memeriksa 18 praja dan dua dari pihak Rektorat IPDN, namun dari hasil olah TKP 10 praja diantaranya diduga melakukan penganiayaan di Barak DKI, namun dari hasil pemeriksaan lebih intensif lima orang praja Nindya itu mengakui telah menganiaya Cliff Muntu," kata Kapolres Sumedang AKBP Syamsul Bahri dalam keterangan persnya di Maporles Sumedang, Rabu sore.
Kapolres mengatakan, selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Sumedang, namun demikian pihaknya belum melakukan penahaan terhadap kelima praja tersebut dengan berbagai pertimbangan.
Adapun kelima praja Nindya dari kelompok Pataka yang sudah mengakui perbuatannya itu, yakni berinisial FN, JA, GM, AB dan MA. "Kelima praja itu masih dalam penyidikan dengan status sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian Cliff Muntu," kata Kapolres.
Kapolres mengatakan, bahwa sebenarnya ada 10 praja yang diduga tersangka, namun sampai hari Rabu sore baru lima praja yang mengakui perbuatannya, sehingga ditetapkan sebagai tersangka utama.
"Kurang dari 1 X 24 jam kami sudah menetapkan secara resmi lima tersangka dari 10 praja yang kami periksa secara marathon sejak Selasa hingga Rabu dinihari tadi," kata Kapolres yang mengaku tidak sempat istirahat sejak peristiwa kematian praja IPDN pada Senin (2/4) tengah malam.
Kronologi Sementara itu Mendagri ad interim Widodo AS menegaskan, jajaran Depdagri dibantu kepolisian bertekad segera menuntaskan pemeriksaan kasus meninggalnya Cliff Muntu. Kepada wartawan di Kantor Presiden Jakarta, Rabu, Widod AS yang juga Menko Polkam mengatakan, ada dua langkah penting yang dilakukan yaitu otopsi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi menyatakan, "Hasil sementara mengindikasikan adanya tindak kekerasan. Dari sekian banyak siswa yang terlibat, sudah kita temukan pelakunya."
Seusai rapat koordinasi di Kantor Menko Polhukkam Jakarta, Rabu, ia mengatakan, ada sekitar 10 orang yang terlibat dalam kasus tersebut dan mereka seluruhnya dari angkatan 16 dan sekarang di tingkat 3.
Para pelaku itu, katanya lagi, akan diberi sanksi yang sesuai dengan tindak kekerasan pelanggaran berat yang telah mereka lakukan, yakni pemberhentian tidak hormat sebagai praja.
Nyoman mengatakan bahwa di IPDN sebenarnya telah dilakukan format struktur prosedur yang telah sesuai dengan keputusan Mendagri dan kebijakan pimpinan yang melekat dengan praja.
"Terus terang saja kita kecolongan. Mereka secara pribadi-pribadi melakukan kegiatan di luar jam yang telah ditentukan IPDN, yakni di atas jam 22.00 WIB. Ini ilegal dan tidak ada yang melaporkan kegiatan tersebut," katanya lagi.
Mengenai kronologi peristiwanya, Nyoman menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikan sementara diketahui bahwa kegiatan pataka pembinaan oleh senior kepada siswa tingkat 2 itu dilakukan pukul 22.30 WIB.
Dalam "pembinaan" itu akhirnya terjadi kecelakaan dimana Cliff Muntu jatuh pingsan ditempat. Selanjutnya oleh pihak kelompok praja, Cliff dilarikan ke Rumah Sakit Islam, tetapi dokter mengatakan bahwa Cliff tidak tertolong lagi Atas kejadian tersebut, Nyoman mengatakan, akan dibentuk tim investigasi yang beranggotakan Inspektorat Jenderal Depdagri, Sekjen Depdagri, Biro Kepegawaian, Kepala Badan Diklat Depdagri dengan Lembaga IPDN, sesuai instruksi Mendagri ad interim Widodo AS.
Nyoman juga mengatakan bahwa Mendagri ad Interim meminta pihak IPDN melakukan perubahan di bidang pengasuhan yang signifikan atas kejadian tersebut.
Sementara untuk bidang kognitif, pengajaran keterampilan, pelatihan, menurutnya telah dilakukan sesuai ketentuan.
Nyoman menambahkan, sesuai dengan Instruksi Mendagri No 1/2003 dan instruksi No 2/2003, kegiatan praja dan pembinaan senior ke yunior sudah tidak boleh dilakukan lagi dan setiap bentuk kekerasan juga telah dilarang.
Link: http://www.wrm-indonesia.org/Together We Care - Dari, Oleh & Untuk para Ibu
"We R Mommies" adalah sebuah group yang didirikan pada bulan Februari 2004 yang anggotanya tersebar di berbagai negara. Tujuan awal pendiriannya tak lain untuk saling berbagi informasi, pengetahuan, keterampilan seputar kehidupan ibu-ibu, calon ibu dan wanita, menambah teman serta berbagi suka dan duka.
Pembahasan yang ada tak sebatas hanya masalah anak (berapa pun usia dan apa pun jenis kelaminnya), masalah kehamilan dan kelahiran, namun info kecantikan, tempat rekreasi yang ok, dokter anak yang bagus, dokter kulit yang canggih dan lain-lain akan juga dapat dijumpai dalam grup diskusi WRM ini.
Link: http://www.ymsite.com/Mission... The goal of Young Muslims shall be to seek the pleasure of ALLAH (SWT) by educating, training and developing the Muslim youth to be Islamic workers for Iqamat-ad-Deen in North America.
One Foundation... Knowledge - A key element that Islam promotes and the Muslims need. This is the goal that Young Muslims works towards and helps impart to its members. Young Muslims is a growing organization of youth around North America which has been moving towards increasing the understanding and resolve of the next generation to help them successfully carry on the torch of Islam.
One Direction... The purpose of Young Muslims is to present to its members as completely as possible the beautiful way of life that is Islam. Islam is the only institution that can safeguard humanity against the evil that has seeped into society and the world in general. Only those properly prepared can become the vanguard for Islam. Young Muslims strives to be a step in that direction.
One Tradition... To achieve a goal, one requires a path to it. To this end, Young Muslims has developed guidelines and a curriculum through which this path can be realized. Young Muslims is dedicated to providing ample resources with an intelligent and enriching environment.
| |