Tadi malam kami kedatangan tamu, Pak Andi, mantan ketua organisasi yang kami juga terlibat di dalamnya. Isteri beliau, Bu Dian, pun pernah satu bidang denganku di organisasi tersebut. Mereka berdua sudah lama tidak muncul di public dikarenakan musibah yang menimpa buah hati mereka, ZAHRA KARIMA, yang akan segera dioperasi untuk ke-2 kalinya.
Berikut aku proposed kondisi kesehatan Zahra & keluarga Pak Andi. Semoga Alloh SWT memudahkan jalan untuk kesembuhan Zahra, lewat tangan teman-teman sekalian...baik berupa materi atau moril dengan do'a dan menyebarkan informasi ini ke rekan ataupun milist lainnya. Sekecil apapun bantuan yang kita berikan, sangat berarti untuk kesembuhan Zahra.
Sebelumnya, kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya, jazaakumullohujaziilan, sudah meluangkan waktunya untuk ikut berempati atas musibah yang menimpa keluarga mereka. Semoga Alloh SWT senantiasa melimpahkan rohmat dan barokah-NYA untuk kita semua. Syafaahalloh, Ananda ZAHRA...
Tentang Pak Andi dan Keluarga
Bapak Andi Dwi Efendi adalah guru di sekolah swasta Islam di Kramat Jati, Jakarta Timur. Beliau aktifis sebuah organisasi sosial dan da'wah di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Istri beliau bernama Dian Rahmawati, yang terpaksa harus keluar dari pekerjaannya sebagai guru SD Islam swasta di Cijantung, Jakarta Timur, karena harus selalu menjaga Zahra.
Anak pasangan ini berjumlah 4 orang, yaitu 3 putri dan 1 putra. Usia ketiga anaknya dari yang tertua 8 tahun, 7 tahun dan 5 tahun. Bayi Zahra adalah anak yang ke-4. Saat ini Pak Andi dan keluarga tinggal di rumah yang sangat sederhana di Jl. Lebak Sawah No.6 Rt4 Rw2, Cijantung, Jakarta Timur. Kehidupan yang sederhana ini terasa bertambah berat dengan adanya musibah ini. Biaya operasi yang cukup besar tidak mampu ditanggung oleh keluarga ini. Rasa cinta terhadap anak bungsunya, tekad yang besar untuk menyaksikan anaknya tumbuh menjadi orang yang berguna di hari depan, serta ikhtiar untuk menjaga amanah Alloh sajalah yang membuat Pak Andi sekeluarga mencari jalan untuk dapat mengobati penyakit anaknya ini.
Riwayat Perjalanan Penyakit Zahra
Masalah yang dihadapi Pak Andi bermula ketika istri beliau, Bu Dian, hamil anak ke-4. Dari awal kehamilan sampai usia kandungan 37 minggu berlangsung secara normal. Pak Andi dan Bu Dian selalu memeriksakan kehamilannya secara teratur pada bidan terdekat. Pada usia kehamilan 37 minggu Bu Dian sakit diare dan mual muntah selama 2 hari. Karena khawatir maka Bu Dian memeriksakan kehamilannya ke bidan. Saat diperiksa dikatakan kondisi jantung bayi lemah. Bidan menyarankan untuk diperiksa lebih lanjut dengan USG. Menuruti saran bidan maka dilakukan USG di RS Harapan Bunda, hasilnya dikatakan denyut jantung dikatakan lemah yaitu sekitar 84 kali/menit. Dokter yang memeriksa menyarankan untuk segera dilakukan operasi caesar mengingat kondisi bayi yang lemah.
Hari itu juga, Selasa, 14 February 2006 jam 18.00 WIB dilakukan operasi caesar di RS Haji, Pondok Gede. Ketika lahir kondisi bayi Zahra sehat, denyut jantung normal, langsung menangis dan tidak biru. Kondisi ini berlangsung sampai bayi berusia 2 minggu.
Pada usia 2 minggu tersebut, Zahra batuk dan pilek tanpa disertai demam. Sehari kemudian batuk bertambah hebat disertai dahak dan terlihat sesak nafas. Zahra lalu dibawa ke dokter specialist anak untuk diperiksa. Saat itu dilakukan inhalasi dan diberi obat untuk 3 hari. Namun setelah 3 hari tidak ada perkembangan, Zahra kembali dibawa lagi ke dokter dan disarankan untuk dirawat.
Pada hari perawatan pertama, dilakukan pemeriksaan rontgen dada. Hasilnya menunjukkan adanya kecurigaan kelainan jantung yaitu posisi jantung berada di sebelah kanan. Selanjutnya dokter yang merawat menyarankan untuk dilakukan echo-cardiography. Hasilnya didapatkan kondisi jantung yang hanya mempunyai satu serambi. Untuk lebih memastikan lagi, maka dilakukan echo-cardiography di RSCM. Hasilnya menguatkan diagnosis dari echo-cardiography sebelumnya. Dokter di RSCM menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi di RS Jantung Harapan Kita.
Team dokter RS Harapan Kita menyatakan bahwa bayi Zahra Karima harus menjalani paling tidak 2 kali operasi. Operasi pertama yaitu PA Banding, untuk mengikat pembuluh darah yang menuju paru-paru, agar paru-paru tidak tergenang oleh darah. Operasi ini sudah dilakukan pada bulan May 2006 dan menghabiskan dana lebih dari 60 juta rupiah. Operasi kedua yaitu untuk memasang sekat jantung, baru akan dilakukan setelah berat badan bayi Zahra mencapai 8 kg, atau menunggu usianya paling tidak 1 tahun.
Selama masa tunggu tersebut ternyata kondisi Zahra tidak kunjung membaik. Zahra masih sering sakit, sesak nafas dan batuk. Sekarang usia Zahra sudah 7 bulan lebih. Sejak operasi yang pertama tercatat sudah 4 kali Zahra harus kembali dirawat di RSAB dan RS Jantung Harapan Kita. Team dokter RS Harapan Kita belum bisa memutuskan apakah dengan kondisi seperti itu Zahra harus menjalani operasi kedua yang dipercepat.
Jantung Normal dan Jantung Bayi Zahra
Jantung yang normal memiliki 2 serambi (atrium) dan 2 bilik (ventrikel) yaitu kanan dan kiri. Keempat ruang jantung ini benar-benar terpisah dan berfungsi memisahkan darah yang penuh oksigen dari paru-paru dan diedarkan ke seluruh tubuh dengan darah kotor penuh dengan carbon-dioxide dari seluruh tubuh yang siap dibersihkan di paru-paru.
Sedangkan jantung Zahra, serambi kanan dan kiri menjadi satu sehingga darah bercampur antara yang kanan dan kiri. Akibatnya tekanan darah ke paru-paru menjadi meningkat, akibatnya paru-paru tidak berfungsi secara normal dan Zahra menjadi sulit untuk bernafas. Bila hal ini dibiarkan maka kondisinya akan semakin memburuk sampai mengancam jiwa.
Rencana yang akan dilakukan oleh team dokter adalah catheterize untuk memastikan diagnosis dan perencanaan operasi, selanjutnya akan dilakukan 2 tahap operasi yaitu yang pertama mengikat pembuluh darah jantung yang ke paru-paru (arteri pulmonalis) untuk mengurangi tekanan ke paru-paru. Tahap ke-2 adalah melakukan koreksi terhadap serambi yang satu dan posisi jantung yang berputar ke kanan. Setelah operasi Zahra harus dirawat di ruang ICCU untuk pemantauan. Perkembangan dan rencana selanjutnya tergantung kondisi kesehatan dan tahapan pengobatan yang akan dilakukan.
Rincian Biaya Pengobatan
Operasi Tahap I (sudah dilakukan) : Rp 70.000.000,-
Operasi Tahap II : Rp 90.000.000,-
dengan perincian sbb :
• Catheterize Rp 5.000.000,-
• Obat-obatan & persiapan operasi Rp 5.000.000,-
• Estimasi biaya perawatan di ICCU Rp 15.000.000,-
• Operasi Rp 60.000.000,-
• Pasca operasi Rp 5.000.000,-
Rekening Donasi
Contact Person
-
Bapak Andi Dwi Efendi Tlp: 021-87782673 Hp: 0812 900 3754
-
Bapak Oke Setiadi Tlp: 021-70751083 Hp: 0815 9266 083
-
dr. Eka Ginanjar Tlp: 021-8408793 Hp: 0811 8680 93 / 021-93056606
Untuk transparansi dan memudahkan pencatatan serta penyaluran, setelah transfer mohon confirmasi ke contact persons di atas dengan menyebutkan:
-
Untuk Pak Andi / Zahra
-
Jumlah donasi
-
Bank yang dituju
Note: Insya Alloh foto-foto Zahra selama dirawat segera menyusul.