Bunda's posts with tag: kids
| Start: | May 13, '08 07:00a | | End: | May 15, '08 12:00p | | Location: | SDIT As-Sa'adah |
Insya ALLOH Mbak Athira dalam 3 hari itu akan menghadapi UAS BN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional) dengan jadwal sebagai berikut : Selasa, 13 Mei 2008 : Bahasa Indonesia Rabu, 14 Mei 2008 : Matematika Kamis, 15 Mei 2008 : IPAKalo dibandingkan dengan jaman aku SD sih kayaknya lebih ringan. Secara cuma 3 mapel yang diujikan & 1 hari hanya 1 mapel. Jaman aku dulu kan ada 6 mapel, dengan jadwal 1 hari 2 mapel. Tapi nervous-nya sama banget kayak 21 tahun yang lalu. Ah...bombastis...! Ya udah...nggak jauh2... Deg2an & mules2 kayak gini juga baru aku alami 5 1/2 tahun yang lalu waktu Mbak Athira baru pertama kali duduk di kelas 1 SD. Ya...Mbak Athira memulai SD-nya nggak dari awal kelas 1. Waktu itu kita baru for good dari Pakistan di pertengahan tahun ajaran. Rencananya, selesai tahun ajaran baru mau mendaftarkannya ke SD. Usia-nya pun kami perkirakan kira2 pas...6 tahun lebih. Dalam penantian 6 bulan untuk tahun ajaran baru itu, kami hanya berencana menitipkannya di TK yang masih satu yayasan dengan SD-nya itu...dengan tujuan bersosialisasi & belajar Bahasa Indonesia. Ternyata hasil test masuk TK menentukan lain. Mbak Athira diminta langsung ke SD dengan nggak mem-buang2 waktu lagi. Hasil test SD pun begitu juga. Langsung lah dia duduk di kelas 1 di usianya yang masih 5 tahun...dengan berseragam bebas, komunikasi yang masih kacau-balau dengan teman2nya, plus tiap hari gontok2an dengan teman2 cowoknya. Sampai dia kelas 3 SD, sistem belajarnya betul2 di bawah pengawasanku. Sengaja aku nggak ambil cattering di sekolah, supaya setiap waktunya mengantar lunch box ke sekolah...aku bisa berperan sebagai spy di balik jendela sekolah. Setiap hari ada menu soal setelah dinner, terutama untuk vocabularies Bahasa Indonesia. Setiap menjelang ujian, aku buat kumpulan soal yang betul2 aku olah sendiri. Sampai beberapa ortu murid sekelasnya minta diperbanyak kumpulan soal itu. Dan setiap hari2 ujian, aku pasti mules2 & jidatku semakin legam. Bukan...bukan karena aku makin perbanyak sujud. Tapi karena sepulang ujian, Mbak pasti menceritakan kebingungannya akan sebuah kata yang diartikannya jauh dari arti sebenarnya. Kutepuk lah jidatku kuat2...! Basically, aku nggak pernah menuntutnya untuk bisa meraih peringkat tertinggi. Walaupun alhamduliLLAH, sejak di kelas 2 dia selalu di peringkat teratas atau 3 besar. Aku hanya was2 berlebihan karena komunikasinya yang sering miss-understanding dengan vocabularies Bahasa Indonesia yang pas2an & usianya yang lebih muda dibanding teman2 sekelasnya. Jelas cara-ku ini keliru. Setelah berdiskusi dengan wali kelasnya di kelas 3, aku mulai melepasnya belajar sendiri. Tepatnya sejak dia duduk di kelas 4, dia mulai belajar sendiri plus mengatur jam belajarnya sendiri. Aku hanya mengontrolnya se-waktu2. Bagus deh...jadi aku bisa mulai aktif di luar rumah. Tapi...beberapa hari belakangan ini, penyakit bolak-balik ke toilet ku kambuh lagi. Koq semakin mendekati UAS BN...cara belajarnya makin santai. Kadang selingannya lebih banyak, seperti baca komik anime atau trilogy novel Laskar Pelangi yang entah sudah muroja'ah ke berapa untuknya. Waktu aku curhat ke wali kelasnya, eh...jawabannya malah makin bikin senewen, "Nggak apa2, Bunda...biar relax..." Mohon do'a dari sahabat2 MPerz, para pembaca journal-ku yang setia, Om2 & Tante2 semua...semoga Mbak Athira juga anak2 lainnya yang juga akan menghadapi UAS BN dalam 3 hari itu, dipermudah dalam mengerjakan soal2 ujian & mendapatkan kelulusan dengan nilai yang penuh barokah.
“Bunda, lulus SD aku mau ke pesantren ya…?” permintaan itu keluar dari bibir putri sulungku 2 tahun yang lalu. Jujur…aku kaget! Secara, selama ini dia nggak pernah pisah dari aku sejak kecil. Lebih kagetnya lagi, permintaan itu diajukannya saat dia masih harus melalui 2 tahun lagi di bangku Sekolah Dasar. “Jangan2…dia bosen sama aku ya…?” pertanyaan yang selalu melekat di kepalaku, sampai pernah membuat B16 0KE mencium teman sejawatnya di toll. Aku langsung mendiskusikan hal itu ke Ayahnya & Eyang Utinya, juga Eyang Kakungnya. Ayahnya setuju sekali, secara beliau berharap anaknya yang menjelang ABG itu bisa menikmati masa2 pubernya di pesantren & akan mengembalikan Mbak Athira ke komunitas yang lebih heterogen (baca: SMU Negri) setelahnya. Begitu juga Eyang Utinya, beliau langsung semangat membuat planning akan membangun villa mungil yang permanent di tanah sisa waqaf di kompleks Nurul Fikri Boarding School. Agar nantinya kita sekeluarga bisa sering2 menjenguk Mbak Athira, seperti ketika Bulek Nieza-nya juga nyantri di sana. Eyang Kakung, Alloh yarham, kurang setuju cucunya dikirim ke Nurul Fikri…kalau memang ada pesantren modern lain yang bisa dibilang bagus. Aneh…padahal Bapak salah satu bidan lahirnya yayasan tersebut. Dan Almarhum masih punya sedikit hak di lahan itu. Mungkin bosen kali ya...10 tahun harus lihat logo Nurul Fikri di seragam anak2nya. ***** Awal kelas 6, tiba2 Ayah-nya menawarkan Asy-Syifa Boarding School lengkap dengan brosur dan presentasinya yang disampaikan oleh beliau langsung.
Aku juga bosen ditanya sama ibu2 satu gank komite sekolah, “Kenapa nggak coba2 aja dulu, Bun?” Lah…?! Siapa yang mau dicoba kalau anaknya nggak berminat sama sekali…?! Aku…?! Bisa nangis Bombay guru2 di Asy-Syifa punya santri macam aku. ***** “Bunda…pendaftaran di Asy-Syifa masih buka nggak ya…?” pertanyaan itu bikin aku lebih kaget dari 2 tahun yang lalu. “Astaghfirulloh…! Siapa yang ngasih pelet Subang ke kamu, Nak…?” “Dini…!” “Dini…?! Your classmate…?” “Yup…!” Dini…salah satu "rival" Mbak Athira dalam pembelajaran di sekolah untuk meraih nilai tertinggi. Teman sekelas Mbak Athira yang cerdas, paling dewasa, paling sholehat & paling mandiri. Satu sifat anak ini yang aku paling suka lagi, mau berkorban demi temannya. Selama 5 hari kerja, anggota keluarganya hanya dia, Ayahnya, kakaknya & adiknya. Ibunya sedang meneruskan studi masternya di ITB dan hanya pulang weekend aja. Aku memang selalu memuji Dini di depan Mbak Athira & teman2 sekelasnya. Athira pun sering membawa oleh2 cerita pulang sekolah tentang kebanggaannya akan temannya yang satu itu. Tapi Dini bukan type orang yang suka menasehati temannya, apalagi hanya untuk mempromosikan pesantren baru itu. “Bunda koq malah bengong…? Please, kapan kita ke sana…? Pendaftarannya masih buka nggak ya, Bunda…?” “Wait…! I’m still wondering what did she say you…?” “I promise to tell you after you call to Asy-Syifa. K...? Here the number's.” Katanya sambil menyodorkan brosur Asy-Syifa yang persis pernah diberikan Ayahnya. ***** “Jadi, beberapa hari yang lalu…Dini curhat ke aku kalau aja umur dia belum 13 tahun sekarang ini, dia pengen banget masuk Asy-Syifa yang kata teman kakaknya yang nyantri di sana, pesantren baru yang bagus banget, kayak sekolah alam & pesantren modern termurah dengan fasilitas lengkap. Siswanya juga cuma 130 anak per angkatan dengan seleksi masuk yang ketat. Dini harus masuk SMP Negri yang ada akselnya, biar dia bisa sekolah cuma 2 tahun. That’s all, Bunda.” ceritanya setelah aku menghubungi ayahnya, bukan Asy-Syifa. Karena ayahnya yang punya hubungan ke sana. Eyang Utinya sedikit kecewa, tapi kebiasaan selalu menuruti kemauan cucu2nya bisa mengalahkan perasaan itu. Eyang Kakungnya sangat berharap Mbak Athira diterima di Asy-Syifa, waktu Mbak Athira ceritakan sendiri keinginannya itu. ***** Setelah survey dan mendaftar ke Asy-Syifa, kami juga survey dan mendaftar ke Nurul Fikri untuk berjaga-jaga kalau2 belum rizqi Mbak Athira untuk bertani juga di Asy-Syifa.
Sampai di Nurul Fikri di Anyer, dia nggak mau turun dari mobil dengan alasan sudah tau sampai detail pesantren itu. Jadi, kami cuma sholat & ambil formulir aja. Lebih banyak waktu main di pantai & bermalam di Serang. Tanggal 30 Maret, yang harusnya ujian test masuk Nurul Fikri, Mbak Athira sengaja mengalihkan konsentrasiku ke hari itu…sampai sorenya di tanggal itu dia bilang, “Bunda, bukannya hari ini harusnya aku test untuk NFBS…?” “Innalillahi…! Gubraks…! Koq Mbak nggak ngingetin aku…?” “Aku juga lupa.” jawabnya sambil ngeloyor ke connecting door yang menghubungkan rumah kami dengan tetangga sebelah. ***** Dan alhamdulillah…usahanya yang luar biasa demi pesantren baru itu, sampai harus cheating di tanggal 30 Maret, mengharuskan aku menerima sms ini kemarin pagi : Assalamualaikum. Selamat anak bpk/ibu dinyatakan lulus tes di Assyifa. Daftar ulang 21 April-4 Mei 08. Terimakasih. Aku langsung menyampaikan ke Bunda, yang membuatnya menangis terharu. Karena dia sangat tau cita2 cucunya yang satu itu. Yang sampai detik2 menjelang test di Subang waktu itu, Mbak Athira izin telefon Eyang Uti-nya yang sedang melaksanakan ibadah umroh. Dan belum pernah aku melihat anak sulungku ini sujud syukur tanpa disuruh, kecuali kemarin…begitu aku sampaikan kabar gembira ini. ***** Mbak Yayang...semoga dirimu turut menjadi bagian butiran benih-benih yang sudah terpilih untuk dapat tumbuh dengan baik dan memberikan buah bermanfaat untuk ummat, juga perbaikan peradaban masa depan. Untuk teman2nya yang belum mendapatkan rizqinya di ladang ini, pasti kalian menemukan ladang lain yang jauh lebih baik untuk kalian...karena Dia Maha Pembuat Rencana. Untuk sahabat2ku semua, baik para MPers & non-MPers yang setia membaca journal-ku...jazaakumullohu khoiron katsiro untuk support & do'a tulus kalian, terima kasih banyak, thanks so much. Jazaakumullohu khoiron katsiro juga untuk Pak Tri, Bu Metty & Bu Sari yang mendukung Athira memenuhi keinginannya ini. Juga untuk Ayah Oke, Eyang Uti, Almarhum Eyang Kakung, Bulek Cimon, Bulek Nieza, Om Ghanenk, Dede & Mbak Nofa atas do'a juga support moral & materil dari kalian. Jazaakillahu khoiron katsiro, Dini sayang...yang udah ngasih contoh baik ke temen2nya tanpa dirimu sadari, Nak...
|  | Assalaamu’alaikum, Mama Sisca… Insya ALLOH tgl 6 ini aku mau ngajak anak2 cewek jalan2 ke IBF, langsung stelah pulang sekolah. Mungkin pulangnya agak larut krn aku mau ngajak mereka dinner di warung pinggir jalan. Bole kan? Bole dong? Iya kan? Iya dong? So, kalo bole…Sisca tolong dibawain baju ganti & snack buat aku memamahbiak di mobil. ;)
Susunan kalimat di atas adalah salah satu contoh sms yang aku kirim ke beberapa ortu murid perempuan di kelas Mbak Athira, 1 hari menjelang hari lahirnya Mbak Athira. Karena teman2nya yang mulai ABG minta ditraktir makan2 pas tanggal 5 Maret, setelah discuss dengan Penganten-nya…kita putuskan untuk mentraktir mereka di Blok S.
Ya…Blok S…! Kumpulan serba-serbi jajanan kaki lima, tempat favorite keluarga kami. Waktu aku tanya ke Mbak Athira kalau2 ada temen2nya yang dilarang makan di jajanan macam itu, ternyata nggak satu pun di antara teman2nya yang pernah ke situ & penasaran pengen nyoba jajanan yang sering diceritakan Mbak Athira ke temen2nya.
Dan karena tanggal 6 pas ada acara Talk Show Laskar pelangi dengan Andrea Hirata di IBF (Islamic Book Fair –red.), jadi mereka pun semakin semangat untuk ikut. Ditambah lagi, besoknya tanggal 7 adalah hari libur nasional.
Berangkat jam 3 dari SDIT As-Sa’adah & pulang sekitar jam 11 malam. AlhamduliLLAH ada 1 Ibu Guru yang ikut, Miss Sari. Jadi agak terbantu juga aku ngangon temen2 cewek Mbak Athira yang jauh lebih heboh dari temen2 cowoknya. Tadinya ada Ibu Guru yang bisa nyetir yang mau ikut juga, Miss Metty. Tapi karena beliau lagi nggak enak badan, terpaksa mobilku yang lain disupiri Maryadi, salah satu kader PKS, yang tobat2 setelah dikerumunin 8 cewek2 ABG yang nggak pernah kehabisan batterai sepanjang jalan. 4 anak yang paling kalem di kelas plus Miss Sari ada di mobil yang aku bawa.
Oh ya...di Blok S, mereka rata2 makan 2 macam porsi makanan...bahkan ada yang sampe 4 porsi. Hanya Isty, makhluk tertinggi di SDIT As-Sa'adah (170 cm) yang cuma makan 1 porsi. Katanya, "Mereka kan lagi pada masa pertumbuhan, Bun..."
Note: Foto2nya blur krn yg moto pasti sambil cekikikan.  |
Ketika kalian marah, Kalian ajari aku kesabaran Ketika kalian salah, Kalian ajari aku keterbatasan Ketika kalian kalah, Kalian ajari aku ketegaran Ketika kalian sedih, Kalian ajari aku kelembutan Ketika kalian tersenyum, Kalian ajari aku kepuasan Ketika kalian tertawa, Kalian ajari aku kebahagiaan Ketika kalian berhasil, Kalian ajari aku kesyukuran Ketika kalian diam, Kalian ajari aku kefanaan Ketika kalian berdo’a, Kalian ajari aku ketundukkan Ketika kalian bahagia, Kalian ajari aku arti cinta
Terima kasih anak-anakku, Yang setiap hari mengajariku
Arti hidup…dan hidup yang berarti 
|  | School Holiday 14 July 2007 Baru nemu folder-nya...krn sempet ilang entah kmana. Ini pun nggak lengkap, banyak yg ilang.  |
1. Berusaha berinteraksi dengan anak tidak dengan cara yang digunakan oleh kedua orang tua kita dulu ketika berinteraksi dengan kita, tanpa berfikir dulu baik-buruknya. Terkadang hal ini akan membawa kita pada beberapa kesalahan yang dapat merusak kejiwaan anak. Setiap generasi, ada cara tertentu yang cocok untuk mereka.Umar bin Khattab r.a berkata:"Didiklah anak2 kalian dengan methode pendidikan yang berbeda dengan methode pendidikan yang kalian terima dari ortu kalian, karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk hidup pada satu zaman yang berbeda dengan zaman kalian."Hal ini bukan berarti kita mengikuti modern life style mereka begitu saja, tapi tetap pada kerangka AL-Qur'an & Hadist sebagai pegangan kita ummat Rosululloh SAW.2. Berusaha untuk tidak melontarkan satu pertanyaan pun atau satu komentar tidak langsung ketika kita memerintahkan kepada anak untuk melakukan sesuatu.Seperti dengan mengatakan kepadanya "Mengapa kamu menebarkan mainan2 ini di mana2?" atau "Nggak baik menebarkan mainan2 ini dengan cara begini!" Kemungkinan besar dia pasti akan menjawab pertanyaan atau komentar kita itu. Dengan demikian, berarti kita telah memberikan kesempatan kepadanya untuk membuat-buat alasan.Sikap yang lebih tepat dalam masalah ini adalah memerintahkannya untuk berhenti menebarkan mainannya dan memintanya untuk meletakkan di tempat semula tanpa memberikan satu alasan atau penjelasan kepada anda.Setelah semuanya kembali rapi dan hatinya mulai kelihatan tenang, baru kita bisa mengajaknya berbicara dari hati ke hati. Mungkin sikapnya tadi adalah bentuk protest kepada kita atau hanya sekedar menuntut perhatian kita.3. Tidak lupa untuk selalu mengarahkan perilaku anak, bahkan saat dia sedang bergembira.Jika kita telah memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, maka hendaknya waktu yang telah dikhususkan itu benar2 menjadi waktu yang menyenangkan.Akan tetapi, hal ini bukan berarti kita sebagai orang tua mengabaikan dalam penerapan prinsip2 pembinaan perilaku anak. Jika anak mulai memperlihatkan perilaku yang tidak baik, kita harus tetap mengingatkannya akan batas2 yang harus dia taati dan yang tidak boleh dilanggar.4. Tidak menjadikan anak selalu berusaha menghindari berbagai macam tantangan dalam kehidupan sehari-harinya.Berusahalah untuk selalu menjadi orang yang dekat dengannya dan siap memberikan bantuan kepadanya bila memang diperlukan. Akan tetapi, bila anak kita masih mampu melakukannya sendiri, berusahalah untuk melepaskannya dengan memberikan kepercayaan kita kepadanya.Kita harus menjadikan hidupnya lebih realistis dan alami sesuai dengan kodratnya, salah satunya dengan cara membiarkan dia melakukan sendiri tugas / pekerjaan / beban / masalah yang masih mampu diembannya. Hal ini jauh lebih baik daripada kita mengerahkan segenap daya upaya kita untuk memberikan sebesar mungkin bantuan dan kesenangan kepadanya.Dengan begini, kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan kepercayan diri yang dimilikinya akan lebih meningkat, sehingga anak pun akan mengambil pelajaran berharga dari tantangan2 yang telah dia hadapi.5. Tidak memberikan pujian dan teguran secara bersamaan.Berikanlah kepadanya kesempatan agar anak dapat merasakan kesuksesannya terlebih dahulu sebelum dia merasakan kekurangannya.
Sebagai contoh, pada saat anak menunjukkan hasil karyanya, hendaknya kita memberikan pujian bahwa hasilnya jauh lebih baik dari sebelumnya. Baru kita ajak dia berdiskusi apa saja yang kira2 kurang atau tidak pantas. 6. Tidak mendiskusikan masalah yang dihadapi anak di hadapan orang lain.Kritikan yang pedas terhadap seorang anak dan perilakunya yang minus, jika dilontarkan di hadapan orang lain merupakan kesalahan besar yang dapat membangkitkan rasa dengki dan hasud dalam hatinya.Bila anak melakukan kesalahan di depan orang lain, cukuplah bagi kita untuk memberikan teguran dengan isyarat akan kesalahannya.7. Kendalikan emosi dan berusaha untuk bersikap tenang.Hindari sikap suka berteriak, karena sikap seperti ini akan diikuti oleh anak ketika menyikapi berbagai macam masalah dan ketika berinteraksi dengan orang2 di sekitarnya.Ketika melihat perilakunya yang nakal, hindari menyikapi kenakalannya dengan cara memukulnya, bahkan ketika kita menyikapi pertengkaran2 antar anak2 yang mengganggu kenyamanan sekitar.Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa ada hubungan yang erat antara anak kecil yang suka membuat kegaduhan dengan ibu yang suka berteriak dan suka memberikan ancaman. Bahwa kemarahan seorang ibu memiliki pengaruh yang lebih kuat dan lebih besar terhadap proses pembentukan kepribadian sang anak daripada kemarahan seorang ayah.8. Tidak memperlihatkan kepadanya rasa putus asa dalam memperbaiki kepribadian atau perilaku anak.Karena hal ini akan memperkuat keinginannya untuk membangkang.Setiap hari, akan selalu muncul hal baru dalam kehidupan kita dan anak kita, yang akan membawa kesempatan baru pula untuk kita jadikan sarana agar hubungan kita dengannya lebih dekat dari hari2 sebelumnya. Hal ini juga dapat membantu kita dalam mengenali potensi2 dan kemampuan2 yang dimilikinya.9. Tidak berlebihan dalam memuji anak.Sesuai dengan tabiatnya, seorang anak kecil memang memerlukan pujian, asal tidak berlebihan. Pujilah akhlaq atau perilakunya yang sholeh/baik, serta ketaatannya kepada Alllah swt dan kedua ortunya. Serta berilah juga kepada anak untuk melakukan hal2 baru dan menekuni sesuatu yang sulit. Sebab rasa percaya diri dan optimist seorang anak akan muncul dalam dirinya melalui usaha2nya sendiri yang dibanggakannya. Oleh karena itu, sebaiknya kita memuji anak kita secara proporsional dan pada waktu yang tepat. 10. Tidak berlebihan dalam memanjakan anak dan menuruti semua permintaannya. Karena sikap kita ini akan menanamkan sifat egois dalam diri anak kita. Selain itu, sikap tersebut juga dapat membuat anak tidak memiliki rasa tanggung-jawab dan membuatnya selalu tergantung pada orang lain. Sikap tersebut juga dapat membuat anak tidak dapat menyikapi kegagalan dengan baik, karena dia merasa bahwa orang2 di sekitarnya dapat menerima apa pun yang dilakukan olehnya. Semoga cinta kita sebagai orang tua kepada anak2 kita tidak dijadikan tameng bagi dirinya dalam melakukan perbuatan2 yang tidak baik. Na'udzubillah min dzalik... translated & edited by ME from 100 Fikroh Dzahabiyyah li Tarbiyyah Thiflik (Iman Al-Mahdawi) dedicated then to myself specially
Link: http://sariibnuhaitsam.multiply.comMiss Sari ini wakil-nya wali kelas Mbak Athira di kelas 6 sekarang, Ibnu Haitsam. Wali kelasnya Mr. Triyanto. Miss Sari ngajar beberapa subjects, such as English, Indonesian & KTK. Beliau guru yang betul2 sabar, terutama menghadapi ortu murid macam aku ini. Udah 5 1/2 tahun ngajar Mbak Athira, beliau udah kenyang aku complaint...tapi nggak pernah marah & dendam. Malah bisa dibilang, kita jadi kayak temen. Karena beliau faham, kritik dari ortu itu bukan untuk kemajuan anak2 murid aja, tapi juga untuk sekolah & peningkatan kualitas mengajar guru itu sendiri. JazaakiLLAHU bi ahsanil jazaa' buat semuanya, Miss... I do really apologize 4 all I did 2 U... Keep up ur good work...! 
| Start: | Mar 5, '08 12:15a | | End: | Mar 5, '08 11:45p | | Location: | Istora Senayan |
AlhamduliLLAH...slama balik ke Indo, b'day-nya Mbak pas ada Islamic Book Fair...so, dia slalu minta hadiah-nya "Bole borong buku sepuasnya"... Gpp deh...kan aku juga bilang "Asal...bawa sendiri ya..." Jadi nggak perlu khawatir bakal over budget...  Aku b'syukur banget dikaruniai anak kayak Mbak...nggak pernah minta makan2 di resto dengan ngundang2 temen2nya ato minta bawa kue2 ke sekolah...yg biasa dilakukan oleh beberapa temennya.  Tapi bukan b'arti nggak pernah, coz Bunda-nya ini lho yg suka nggak tahan ama omongan orang & rajukan temen2nya... Kadang aku bikin yg beda dari yg biasa, kayak bikin mug dgn foto temen2 Mbak s'kelas trus aku bagiin pas tgl 5 Maret. Pernah juga bikin foto mereka sekelas trus dicetak 10R trus aku bagiin. Untuk taun ini blom ada ide...apa ya...? 
Link: http://www.kitadanbuahhati.org/Website yayasannya Bu Elly Risman, as its director.
Ada forum tanya-jawab dimana kita bisa bertanya seputar problematika anak2, balita, batita, remaja, rumah-tangga & kesehatan.
Sebenernya incident ini udah sering terjadi sejak usia Dede 3 tahunan. Makin lama makin berkurang. Eh...koq sekarang timbul lagi, tepatnya 4 hari yang lalu. Apalagi kalo tante-nya, Buyek Isan (baca: Cimon), pas lagi mudik ke rumah Eyang yang persis di sebelah rumahku.Emang semuanya berawal dari kebiasaan adek bungsuku ini. Dia hobby banget manggil Dede Bilqis dengan "Anak Kecil". Padahal kalo diperhatiin, postur si-Dede sama kayak Buyek-nya...sama2 embol. Nah...si-Dede yang udah merasa gede karena udah sekolah, complaint tiap dipanggil "Anak Kecil" ama Buyek-nya ini. Semakin Dede protest...semakin beringas pula si-Buyek ngegodain. Ditambah, Mbak Athira, Hanan, Buyek Nieza, mbak2 juga pada ikutan manggil dia begitu.Sampai pada suatu hari, 2 tahun yang lalu, aku yang lagi baca buku di kamar dikagetkan dengan suara lirih orang berdo'a sambil terisak-isak. Ternyata dari kamar sebelah, kamar Mbak & Dede. Persis kayak maling, aku ngendap2 masuk ke kamar itu. Ternyata Dede yang udah rapi pake mukena lagi berdo'a sambil ngangkat ke-2 tangannya dengan mengucapkan "Ya ALLOH...kenapa aku diciptakan jadi anak kecil...? Kenapa ya, ALLOH...?"Pengen langsung ngakak...tapi koq nggak etis banget ama anak sendiri. Nggak terasa, air mataku menetes...campursari antara terharu & nahan ketawa.
| Start: | Jan 28, '08 08:00a | | End: | Jan 28, '08 12:45p |
Insya ALLOH...on this date, my Embol is 5 years old...  Udah dari sebulan yang lalu, Dede latah...minta aku bawain b'day cake plus candle-nya k'sekolahnya on her b'day. Biasanya tiap ada yg b'day di rumah, kita cuma lunch/dinner gathering di rumah ato di resto. Itu juga dah lebih dari cukup. Kan yg penting kado-nya...  Lah...?! Koq ini ujug2 minta b'day cake plus lilin-nya...?! Ke sekolah pula...?! Sekolah Islam, bo'...?! Kasian sekali ibu2 guru yang tak b'daya itu...  So...dengan rayuan maut-ku, aku b'hasil merayu Dede. B'day cake-nya aku ganti dengan donutz & milk untuk dibagikan ke schoolmatez-nya...not classmatez.  Tekor deh gue... 
|  | Ini foto2 oleh2 dari Mbak Athira waktu spending holiday with Jido's Family. Yang ada by: Athira Haqq Setiadi emang hasil jepretannya sendiri.
Mereka stayed di rumah Om & Tantenya Mas Oke yang tinggal di Semarang. Harusnya Mbak manggil mereka Eyang Anto & Eyang Ditje...tapi Eyang2nya itu lebih suka dipanggil Ibu & Bapak.
Let ME introduce para model dalam foto2 ini :
Wa' Teteh : Kakak kandung-nya Mas Oke, yg nama aslinya Widya Silvyanti Wa' Jido : Suami dari Wa' Teteh, yg nama aslinya Muhammad Yudhi Luthfi Teteh : Anak p'tama mereka, yg nama aslinya Divia Ayu Ghasani Dicky : Anak ke-2 mereka, yg nama aslinya Dicky Ahmad Ghifari Ibu : Tante-nya Mas Oke, yg biasa kita panggil Bi Ditje Bapak : Suaminya Ibu, yg biasa kita panggil Om Anto Wa' Ari : Sepupunya Mas Oke
|
|  | Kemaren aku nggak keluar rumah sama sekali, juga ke Otista. Keluar kamar juga hanya sekali. Biasanya kalo lagi BeTe, aku bisa bolak-balik buka kulkas. Ato nangkring di atas pohon rambutan sambil nyambitin orang lewat. Yang terakhir bo'ong banget deng... ;)
Tau2...Nofa masuk kamar bawa 2 parcel. Dua2nya terbungkus amplop coklat besar & ukuran keduanya hampir sama. Yang satu, aku udah hafal...karena tiap bulan aku dapet parcel dengan sender yang sama. Parcel ke-2 ini yang...dari jauh aja...udah keliatan banyak huruf kanji -nya...then...aku langsung semangat bukanya sambil airphone Mbak Athira yang lagi ke tetangga sebelah. Karena aku tau banget, isi parcel itu majoritas buat Mbak Yayang.
Tara..............!!! Betul kan...? Aku sampe nggak peduli sama Mbak Athira yang kegirangan banget dapet pernak-pernik Chibbimaruko Chan ...her collection...langsung dari negara asalnya. Karena aku sibuk baca surat cinta dari sahabat-ku di Japan, Mbak URI / Bunda Fathim ( http://uriagustiono.multiply.com ).
JazaakiLLAHU bi ahsanil jazaa', Mbak Uri-ku sayang...
Pernak-pernik ini dibeli sama Ayah Fathim di Odaiba, one of new island in Japan, near by Tokyo. Waktu aku ke pulau itu, aku cuma ke Motor Show -nya aja. Nah...pas Mbak Uri & family ke sana...ada pameran Chibbimaruko Chan, koleksi-nya Mbak Athira. Awalnya aku cuma b'canda'n Fathim...eh...ditanggepin serius ama Mbak Uri. Senangnya b'canda denganmu, Mbak... ;)
Aku & Mbak Athira seneng banget. Tapi...kualat nggak ya...ngerjain BuMil...? Secara, Mbak Uri ini lagi hamil dede-nya Fathim. Biar nggak kualat...plz deh, Mbak...tell ME dikau lagi ngidam apa? Via PM ya... :) |
|  | School holiday lalu, aku sempet ngangon Mbak, Dede, Teteh & Dicky. Teteh & Dicky ini sepupu mereka, atau anak2nya Teteh-nya Mas Oke.
These pix were taken @ Burger & Grill on Gandaria Street - Kebayoran...when we had a lunch over there. Nahan laper nunggu orderan dateng, nggak melunturkan jiwa2 narcist mereka. Udah turunan kali yeee... ;)
Review of this resto : http://bundaathira.multiply.com/reviews/item/28/Burger_Grill
|
|  | Hari p'tama di tahun baru Hijriyyah ini, sekolah Dede...TKIT As-Sa'adah...ngadain lomba bikin "Hijriyyah New Year Card" untuk Ibu & Anak, yg bahan bakunya dari barang bekas. Yang dinilai, selain hasilnya, juga kerjasama yg baik antara ibu & anaknya.
Aku & Dede bikin kartu yg modelnya bolak-balik kayak kalender meja. Sebenernya seh nggak buruk2 banget hasilnya...tapi harus nrimo kekalahan. Secara, selaen juri-nya tetangga belakang rumahku...yg hasil karyanya jauh........................lebih bagus juga buanyak...hehehe...
Seneng juga lho...seru banget ribut ama Dede, yg baru kebagian nempel huruf2 yg udah aku guntingin aja...udah ribut "Snack aku habis neh, Bunda...plz..."
|
Link: http://www.education.comSitus ini banyak m'bahas ttg pendidikan anak. Isinya sebagian besar adalah tanya-jawab antara ortu & guru mengenai p'kembangan pendidikan anak. Contoh, bagaimana merayu anak yg mogok sekolah agar t'tarik kembali k'sekolah. Ada juga ortu yg konsultasi ttg anaknya yg cerdas tapi mudah bosan mengerjakan sesuatu. 'N so on...
| Ninggalin anak2ku di rumah selama beberapa hari bahkan sampai sebulan...udah biasa. Ya jadi biasa untuk mereka, juga biasa untuk aku. Awalnya emang berat...apalagi dengan Mbak Athira yang selama dari dia lahir sampai usianya 6 tahun, aku nggak pernah pisah sama sekali dengannya. Ke mana aja aku pergi, pasti dia ikut. Waktu adekku Ari meninggal, aku pulang ke Indo sama Mbak Athira. Padahal cuma 5 hari aja. Tiap aku ikut training, pelatihan & seminar di hotel2 yang letaknya masih di Jakarta & sekitarnya, aku juga selalu m'boyong anak2 ke hotel & Mbak Athira berangkat sekolah dari hotel. Kebetulan juga pas masa2 seringnya training & seminar, Dede Bilqis masih belum selesai ASI-nya. Jadi aku wajib memboyongnya dgn minta kamar sendiri ke pihak panitia. Kalau training & seminarnya jauh di luar kota? Selama 2 tahun menyusui Bilqis, aku terpaksa nggak ikut. Setelah selesai kewajibanku atas Bilqis, baru aku bisa lenggang kangkung ke mana aja. Tapi hal ini nggak berlaku untuk Athira. Dia harus ikut...daripada banyak adegan sinetron di rumah. Pernah dia pulang-pergi ke Manado sendirian dengan UM (Unaccpompanied Minor -red.) karena aku harus mengikuti seminar di sana. Itu untuk pertama kalinya, waktu dia masih usia 8 tahun. Padahal flight-nya pake acara transit di Bali & Makassar segala. Dan sampe di Manado jam 1 malam, dijemput travel agent kita. Bolos sekolah dong? Ya iya lah... Sekarang...udah sepekan ini dia yang ninggalin aku & Bilqis. Bukan karena dia ada seminar atau training, tapi karena holiday sama sepupu2nya, Divia & Dicky (anak2 dari Teteh-nya Mas Oke -red.) Mulai tanggal 23 December lalu, mereka berangkat dari Jakarta untuk Tour d'Java. Mereka lama stayed di Semarang, dimana di sana ada Om & Tante-nya Mas Oke. Insya ALLOH besok sampai di Jakarta. Tadi Mbak Athira telephoned, katanya lagi nginep di Cirebon. Semoga mereka selamat sampai di rumah...karena disiarkan gelombang pantai sepanjang jalur Pantura sedang tinggi2nya. Sebenarnya ini bukan yang pertama kalinya dia yang pergi ninggalin aku. 2 tahun yang lalu, dia juga ikut Teteh's Family liburan ke Jogja. Waktu itu aku nggak begitu terasa kangennya sama dia, mungkin karena aku sendiri juga pas sibuk2nya ngurusin gempa Jogja & banjir di Sulawesi, juga menyiapkan raker salah satu organisasi yang aku ikuti. Tapi sekarang...koq aku jadi mellow banget ya? Kangen banget sama Mbak Athira, begitu juga Dede Bilqis kangen banget sama Mbak-nya. Hanan pun udah ke Bandung, ke tempat Bunda-nya. Jadi, Bilqis juga lebih sering diajak Eyang-nya karena kasian nggak ada temennya. Lengkap sudah lah penderitaanku ditinggal anak2. Berasa deh...jadi Jomblo sejati... Selama ini aku yang sering banget ninggalin mereka ke luar kota & luar negri. Sekarang...aku harus merasakan apa yang mereka rasakan selama aku tinggal. Duh, Nak...maafin Bunda ya... Ternyata perih banget musim hujan yang dingin ini nggak sama kalian. Miss U too much, bidadari2ku...  | | |
1st of all, Let ME wish 2... all motherz 'n d'candidatez of mother @ MP : " HAPPY MOTHER'S DAY...! " I Luv U all... I learned many thingz from all of U... more than I needed... Pagi2...buka Friendster...so surprised...! Ada hadiah HARI IBU dari Mbak Athira...so sweet. Jadi pengen t'haru... Aku sendiri nggak inget hari ini Hari Ibu. Padahal, aku juga harus wishing ke Bunda-ku...Eyang Uti-nya Mbak Athira & my mother-in-law...Eyang Mamah. Anyway...I luv U 2, Mbak Yayang... more than U C...more than U feel... :-X Bunda, hidupku datang darimu kekuatanku mengalir darimu dukungan dan dorongan ada dalam kata-katamu keteguhan dan kepercayaanmu merasuk dalam jiwaku aku tak akan aku tanpamu
Bunda, suka dan suka adalah milik kita berdua banyak luka menganga kutoreh di hatimu tetapi percayalah dalam jiwa dan hati ini hanya ada cinta dan terima kasih tak tergambarkan betapa besar semua yag kau berikan aku tak akan aku tanpamu
Bunda, cintamu, marahmu, kasihmu, menoreh seluruh perjalanan hidupku jangan pernah berpikir kau hanyalah Bunda kau adalah tiang hidupku, tiang keluarga ini aku tak akan aku tanpamu
Bunda, tak ada yang bisa kuberi karena apa yang ada padaku adalah darimu hanyalah doa, cinta dan kasih untukmu
HAPPY MOTHER'S DAY, BUNDA I LOVE YOU MORE THAN YOU KNOW
-Mbak Yayang-
AMT, atau singkatan dari Achievement Motivation Training, diharapkan bisa menjadi alat yang berguna untuk membangkitkan "virus" dalam diri seseorang untuk selalu berbuat lebih baik dalam berbagai hal. Karena sekarang ini perilaku seseorang saat ini didasari sikap, pengetahuan & ketrampilan, jadi apa yang dimiliki saat ini bisa diupayakan selalu di-update untuk terus bisa beradaptasi agar survive. AMT juga sebagai motivasi bagaimana menumbuhkan kebutuhan untuk belajar. Untuk itu anak-anak butuh tahu mengapa perlu belajar, arah belajar yang sesuai kebutuhan dan keinginannya. Hal ini bisa dikaitkan dengan pengalaman, berorientasi pada tugas dan masalah serta lingkungan yang bebas tekanan. Karena itu, dalam upaya pendekatan yang paling utama dilakukan fasilitator adalah menghormati yang sudah dimiliki anak-anak, sebagai peserta AMT ini. Dari situ pandangan peserta diarahkan pada kondisi kekiniannya agar sepenuhnya menyadari di mana dirinya berada, mengetahui ke mana tujuan yang akan diraih dan punya alasan mengapa harus ke sana. Dalam AMT proses belajar itu ditunjang dengan berbagai metode yang menyentuh pikiran, perasaan dan motoriknya. Simulasi apa saja yang diberikan oleh AMT untuk anak-anak yang sedang mempersiapkan kelulusan sekolah dasar mereka? Insya Alloh saya lanjutkan setelah mendampingi kegiatan mereka tanggal 10 Januari nanti.
| |