Bunda's posts with tag: news

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag news
Blog EntryInnaliLLAHI wa inna ilaiHI rooji'uun...Jun 6, '08 1:18 PM
for everyone
Jam 9-an pagi ini aku check nomor Simpati, ternyata ada beberapa sms & salah satunya Mas Arief KRL pengirimnya. Sms dengan nama itu aku buka duluan dengan perasaan agak nggak enak.

Ternyata...ALLOH SWT telah mengambil kembali amanah itu dari Papa-Mama nya jam 8.30 pagi ini, dalam usianya yang ke-37 HARI. Yang sejak dilahirkan belum pernah pulang ke rumah mereka yang asri itu, kecuali hanya 1 jam pagi ini untuk dimandikan saja.

ALLOH percaya bahwa Mas Arief & Mbak Yulia mampu mengurus FAIZ HAIKAL ARIEF
semaksimalnya sampai Penciptanya, yang lebih berhaq atas Faiz, menjemputnya kembali.


InnaliLLAHI wa inna ilaiHI rooji'uun...

Moga menjadi syafa'at kelak untuk kedua orangtuanya.
Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan & kesabaran tanpa batas.


Ditemani adekku Nieza, alhamduliLLAH aku sampai juga ke rumah duka walaupun Faiz baru saja dimakamkan. SubhanaLLOH...pelajaran ketegaran & kesabaran benar2 aku dapatkan dari Mas Arief & Mbak Yulia. Kadang Mbak Yulia bercerita sambil menitikkan air mata...tapi kalimat2 yang meluncur dari wajahnya yang lelah benar2 kalimat2 yang sangat berharga buat aku.

Semoga ALLOH memberikan lagi amanah untuk kalian yang jauh lebih baik  lagi ya, Mbak...Mas...


(Cerita tentang Faiz pernah aku posted di sini atau di MP-nya Mas Arief yang berjudul Berjuta Cinta Untuk Faiz)


Blog EntryDie with LuvApr 5, '08 9:57 AM
for everyone
AstaghfiruLLOH al'adziem... Koq gue nggak bersyukur banget ya jadi orang...?  Punya anak2 yg masih bisa menikmati karunia-NYA... ALLOHUMMAghfirlii...

*************************************************************************************************************

Israeli girls write messages on a shell at a heavy artillery position near Kiryat Shmona, in northern Israel, next to the Lebanese border, Monday, July 17, 2006.
(AP Photo/Sebastian Scheiner)


Dear Lebanese/Palestinian/Arab/Muslim/Christians - Kids,

Die with love.

Yours,
Israeli Kids




These are the photos when Israeli kids sent gifts of love to Arab kids


Thank you, Israel kids...we received your gifts of love.

See…




The driver




source of pix: http://www.bubbleshare.com/album/47671

Blog EntryIndana Zulfa Telah DitemukanMar 16, '08 8:17 AM
for everyone
Jelang adzan Magrib berkumandang Indana Zulfa (Ufa) ditemukan oleh tim pencari, yang telah menyisir di lokasi kejadian hingga terminal, stasiun, mal-mal dan pasar tradisional sejak pukul 09.30.

Setelah mendapatkan kabar bahwa ada orang yang mengaku bernama Iwan menelpon Doni (anggota tim pencari) menemukan Indana Zulfa disekitar kantor PDAM Bekasi, Saiful (kepanduan DPD PKS Kota Bekasi) dan Ridwan Rachmadi menuju lokasi yang dimaksud. Kawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan Rahmat Malik membuntuti kami daribelakang dengan membawa mobil.

Sesampainya di kantor PDAM kami tak menemukan Iwan ataupun Indana. Saiful, Ridwan dan Malik pun akhirnya memutuskan mencari Indana dengan menyusuri kali malang,dengan berfikir mungkin bukan kantor PDAM ini yang dimaksud. Selepas hadangan lampu merah perempatan MM (Metropolitan Mal) motor yang dikendarai Saiful dan Ridwan melaju dengan lambat karena mereka melihat kumpulan GEPENG yang bergerombol dipinggir jalan persis dibelakang Pos Polisi.

Dalam lambatnya laju motor yang dikendarai Saiful, Ridwan menangkap sosok gadis mungil berjilbab biru seperti Indana. Laju Motor pun dihentikan Saiful setelah Ridwan melihat gadis mungil itu seperti Indana. Setelah memastikan itu adalah Indana tanpa fikir panjang lagi Ridwan menggendong Indana Zulfa dan membawa keatas motor untuk di bawa ke kantor PILKAD Center. Sebelum kami berangkat menuju kantor PILKADA CENTER Syaiful meminta kepada Ibu yang menemukan Indana agar ikut serta.

Semoga kejadian ini membawa manfaat yang besar bagi kita semua, khususnya para orangtua.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh ti-m pencari yang terdiri dari kader PKS DPC Pondok Melati, Kepanduan DPD Kota Bekasi, LAZ TAMU, Loper Koran, Pengamen Jalanan (Grasi) serta fihak kepolisian dan fihak-fihak lain yang telah membantu menemukan Indana Zulfa.


Anak Ust. Musyaffa Mu'in Hilang di GOR Bekasi


Indana Zulfa biasa dipanggil dengan nama kesayangan Upa hilang pada saat deklarasi pasangan HADE di lapangan GOR Bekasi, Ahad, 16 Maret 2008. Pada saat hilang Upa mengenakan pakaian putih bergambar micky mouse dengan sepatu berwarna ungu. Anak dari pasangan Musyaffa Mu'in dan Dewi ini adalah anak kedua. Kami mohon bila ada yang menemukan Upa tolong hubungi kami di no 08129511581 (Musyaffa Mu'in)


Nama: Indana Zulfa (Upa)

Usia: 2,5 tahun

Kelamin: Perempuan

Pakaian: warna putih bergambar micky mouse

Alas kaki: warna ungu


Blog EntryTrijaya Ban 83 Dukung Kampanye HBKB 2007Mar 10, '08 2:50 AM
for everyone

Pada tanggal 22 September 2007 lalu merupakan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) - udara bersih untuk semua. Sejalan dengan kegiatan peduli lingkungan itu, Bridgestone melalui Toko Modelnya di antaranya TOMO Trijaya Ban 83, Nawilis Car Care & Formula Ban telah dipercaya oleh pemerintah DKI Jakarta ikut serta menyukseskan acara tersebut dengan melakukan uji emisi beberapa kendaraan di wilayah Jakarta, tepatnya di Monas.

Acara yang digelar pada hari Sabtu itu disambut positif oleh masyarakat Jakarta. Selain itu, kegiatan kampanye ini menjadi ajang promosi mengurangi penggunaan kendaraan pribadi guna meningkatkan kualitas udara, sekaligus meningkatkan kualitas hidup di wilayah perkotaan.

Tidak hanya bengkel-bengkel besar saja yang ditunjuk Pemerintah, namun, saat ini mereka telah mempercayakan kepada TOMO untuk ikut melaksanakan program kampanye seperti ini. Dan rencananya kegiatan ini akan dilakukan di beberapa kawasan tertentu karena merupakan program Pemprov DKI untuk mengendalikan pencemaran udara.

Source: www.bridgestone.co.id


Blog EntryInnaliLLAHI wa inna ilaiHI rooji'uunFeb 10, '08 8:10 PM
for everyone
Telah berpulang ke rahmatuLLAH, Bapak Sarwidji Suryatmodjo, ayahanda dari Bunda Athira/Basmah Nusaibah/LuLu, hari senin jam 0730 di rumah sakit medistra, moga Allah mengampuni dosa-dosanya dan di beri tempat yang terbaik di sisiNya...juga senantiasa di beri kesabaran dan kekuatan bagi keluarga yang di tinggal....jenazah akan di makamkan ba'da dhuhur di cijantung...

Blog EntryInnaliLLAHI wa inna ilaiHI rooji'uunFeb 10, '08 8:09 PM
for everyone
Telah berpulang ke rahmatuLLAH, Bapak Sarwidji Suryatmodjo pagi ini ayahanda dari Bunda Athira/Basmah Nusaibah/LuLu, moga Allah mengampuni dosa-dosanya dan di beri tempat yang terbaik di sisiNya...dan senantiasa di beri kesabaran dan kekuatan bagi keluarga yang di tinggal....

Blog EntryNy. Hidayat Nur Wahid Berpulang ke RahmatuLLOHJan 21, '08 11:44 AM
for everyone

InnaliLLAHI wa inna ilaiHI rooji'uun... Telah b'pulang ke RahmatuLLOH...istri dari ketua MPR, DR. Hidayat Nur Wahid, atau biasa dipanggil Mbak Iin...baru saja di Jogja.

'Afwan...segitu dulu berita-nya, aku mo jalan ke rumahnya...karena b'brapa hari yg lalu beliau sms aku...nggak aku reply.


Blog EntryAyat-ayat Cinta on Valentine dayJan 19, '08 11:05 AM
for everyone

Novel karya Mas Habib (aku nggak memanggilnya dengan Kang Abik) ini memang bagus & tentu saja dapat membangun jiwa pembacanya. Nggak ada istilah sia2 jika baca novel ini. Nilai2 agama, budaya & cinta, semuanya ada dalam novel ini. Tapi buat aku pribadi, tokoh Fahri terlalu sempurna. Kesempurnaan Fahri menurutku adalah ketidaksempurnaan novel ini. Aku udah mulai nggak in ketika pemberi hadiah novel ini (sorry but thanks so much) memberikan prologue tentang sosok Fahri, yang kemudian mulai terasa sok kecakepan-nya Fahri dari mulai lembaran2  awal novel ini.

Sekali lagi, lepas dari itu semua...aku tetap salut untuk Mas Habib yang karya-nya memang luar biasa, sudah mengguncang kesusastraan Indonesia. Sampai ada artis seperti Dude Herlino yang juga tergerak hatinya untuk memahami Islam lebih jauh setelah membaca novel Mas Habib ini. Aku yakin masih banyak Dude2 lain, yang bukan artis (mungkin eksmud atau banker muda) yang telah dibuat penasaran akan arti Islam yang kaffah setelah berkutat dengan novel ini.

Tapi... "hati orang siapa yang tau?" Eyang-ku juga sering bilang begitu. Termasuk, kita nggak bisa menebak isi hati dari seorang produser film berpengalaman & ternama, Manooj Punjabi, yang juga nggak kalah tertariknya dengan buah karya Mas Habib ini untuk diangkat ke layar lebar.

Sejujurnya, aku kurang begitu tertarik waktu gembar-gembor film dari novel ini mulai dibuat. Seperti yang aku katakan di awal tadi, dari novel-nya aja aku udah kurang sreg. Sejujurnya lagi, aku mulai tertarik karena aku suka dengan karya2 sutradara kondang Hanung Bramantyo. Lebih jujur lagi, semakin tertarik setelah denger2 kalau OST film ini karyanya Melly Goeslaw yang memang udah pakarnya merilis soundtrack film2 domestic.

Sampai akhirnya...yang bikin aku jadi benar2 tertarik dengan film ini setelah dengar dari seseorang yang kebetulan akrab dengan beberapa seleb domestic kita, bahwa film yang diangkat dari novel religius-nya Mas Habib ini sengaja akan diputar perdana pertengahan February tahun ini, tepatnya pas Valentine Day.

Pernah disiarkan juga di Metro Tv beberapa hari yang lalu, bahwa pemutaran perdana film Ayat-ayat Cinta di cineplex2 21 bertepatan dengan Valentine Day, yang jelas2 itu bukan hari raya ummat Islam & tidak ada tuntunannya dalam agama yang ditonjolkan dalam novel Mas Habib ini

Ditambah lagi, tadi siang waktu nganter Mbak & Dede nonton Alvin and The Chipmunks di Cibubur Junction...aku menyalurkan rasa penasaranku ke mbak2 berseragam bak pramugari itu, "Mbak, perasaan Ayat2 Cinta coming soon mulu... Kapan seh yang bener...?"

Sebelum jawab, sempet2nya dia memperhatikan penampilanku dulu, "Insya Alloh pas Valentine, Mbak..."

Kalo bukan aku yang tanya, apa dia akan kasih embel2 insya Alloh juga ya? Sebodo amat deh...yang udah aku underlined di kepala-ku itu pas Valentine Day. Aku tanya lagi, "Masih lama banget dong...?! Perasaan...coming soon-nya dari tahun lalu deh... Biasanya kan kalo udah ada di list coming soon, seminggu-dua minggu doang ya...?"

Bukannya jawab yang bener, dia malah godain aku, "Kan asyik, Mbak...valentine day berdua cowoknya Mbak nonton Ayat2 Cinta. Film-nya pas banget tuh buat Mbak..."

"Cowok...?! Gubraks...!!! Nggak liat anak2 gue neh dah segede emaknye...!" Aku jawab sambil lalu dengan lupa ngucapin makasih.

Hoax...? Bisa jadi... Makanya aku langsung searching di Google untuk memastikan. Aku juga langsung check 'n recheck ke blog-nya Mas Hanung. Banyak juga yang ngutarain pertanyaan seperti aku, tapi belum dijawab sama Mas Hanung. Kalau Mas Hanung kebetulan baca postingan ini, bisa bantu kasih penjelasan?

Karena aku juga baca di blog beliau yang isinya seperti ini "Akhirnya mendapatkan keputusan bahwa Ayat-Ayat Cinta akan di putar pada tanggal 14 Februari 2008. Ini satu-satunya tanggal yang tersisa, yang diberikan oleh 21 theater. Semoga temen-temen semua berkenan. Mohon maaf atas kemunduran ini."

Yang paling penting, kalau memang harus ditunda...kenapa nggak sekalian bulan May aja, pas birthday aku? Insya Alloh dijamin tidak akan menimbulkan kotroversial dari masyarakat kita yang majoritas Muslim & Valentine Day bukan salah satu hari raya kita.

 

This is my search result :

"Ayat Ayat Cinta" Batal Tayang Di Akhir Tahun

Jakarta-RuangFilm. Film Ayat–Ayat Cinta yang semula dijadwalkan akan tayang 19 Desember 2007, diperkirakan mundur hingga awal tahun depan. Bahkan, mungkin akan mengisi momen valentine 2008 nanti.

Manooj Punjabi, produser film menuturkan kepada RuangFilm, bahwa masih terdapat beberapa kesalahan teknis dalam proses editing film ini. “Lab result yang sedang kami garap di India belum mencapai hasil memuaskan, sehingga kami masih menunggu sampai sekarang,” ungkap Manooj Punjabi, saat ditemui pada pemutaran premier film Beranak Dalam Kubur, di Plasa Senayan, Selasa (18/12) malam.

Manooj Punjabi juga menegaskan, bahwa film ini tidak akan mengecewakan penonton. Ia berusaha membuat a movie to remember, seperti film “Titanic”, produksi Hollywood, yang dikenang sepanjang masa. “Saya memberikan seluruh hidup saya pada film Ayat-Ayat Cinta,” tukas Manooj. Selain itu, Manooj sangat yakin filmnya dapat meraih box office dalam negeri.

Film Ayat-Ayat Cinta merupakan sebuah kisah cinta yang bernuansa islami yang diangkat dari novel laris karya Habiburrahman El Shirazy dan akan disutradarai oleh Hanung Bramantyo, serta duet penulis skenario Salman Aristo dan Ginatri S. Noer. Fedi Nuril didaulat sebagai pemeran Fachri, tokoh utama dalam novel dan film nantinya. (ARIO NUGROHO)

Source : www.ruangfilm.com


Blog EntryMencari Dalang Pembunuh BenazirJan 11, '08 11:02 AM
for everyone

Oleh: Adam Bakhtiar

Ketika tulisan ini dibuat, kira-kira 30 jam setelah terbunuhnya Benazir Bhutto. Berbagai macam versi pembunuhannya telah dibuat dan dirubah, kurang lebih dari tiga kali revisi atas alur pembunuhuan sang mantan Perdana Mentri tersebut, yang mana setiap versi memicu banyak tanda tanya dan kejanggalan, versi pertama pada awal kematian Benazir setelah beberapa jam, pihak kedokteran rumah sakit mengabarkan bahwa Benazir tewas ditembak pembunuh misterius yang tidak lama kemudian meledakkan dirinya. Kemudian versi kedua; jam satu dini hari 29 December diumumkan lagi oleh pihak dokter yang menangani kasus tersebut menyatakan bahwa Benazir tewas dikarenakan benturan keras dari atap (sunroof) Land Cruisernya dan bukan oleh tembakan, demikian sebagaimana press conference dari Mentri dalam negri Pakistan Javed Iqbal Cheema. Kemudian dia menambahkan bahwa dalang dibalik semua peristiwa ini adalah Al-Qaeda, terbukti dengan hasil rekaman percakapan antara pembunuh tersebut dengan pimpinannya (sesama Teroris) sebelum terjadi suicide bomber .

Ketika Jhon F Kennedy tewas terbunuh oleh tembakan peluru yang mengenai kepalanya di kota Dallas, Bertrand Russel menulis sebuah artikel berjudul Minority of One on September 6, 1964.


Dimana dia mengatakan “Pernyataan resmi terhadap pembunuhan Presiden Kennedy telah menimbulkan teka teki dan penuh kontradiksi satu sama lain, dimana pernyataannya telah ditulis ulang dan direvisi lebih dari tiga kali, kebohongan nyata ini telah tersebar oleh media-media cukup luas. Akan tetapi penolakan dan sanggahan akan kebohongan tersebut tidak terpublikasian sama sekali oleh pihak media”.

Russel mengajukan 16 pertanyaan kepada pihak yang berwenang, semuanya berkaitan satu sama lain meskipun tudingan russel tersebut tidak digubris sama sekali oleh pihak yang berwenang. Dan misteri pembunuhan orang nomor wahid Amerika tersebut tetap menjadi sebuah kasus terbesar yang tak kunjung terselesaikan investigasinya. Dalam kisaran dua hari setelah terbunuhnya Benazir, televisi kenamaan Amerika “Fox News” menjuluki kejadian tersebut dengan“ Pakistan’s Kennedy Murder”. Dari sini muncul pertayaan kembali, kira-kira apakah mereka tahu apa yang kita tidak tahu? Atau secara tidak langsung mereka ingin menyampaikan pesan bahwa, investigasi kejadian tersebut akan hilang begitu saja dan menguap tanpa bekas yang bisa ditelisik, sebagaimana tidak terungkapnya kasus Kennedy diatas. Beberapa saat kemudian mobil pemadam kebakaran datang ditempat kejadian perkara dan membersihkan segala sesuatunya, termasuk juga bukti-bukti yang ada di lapangan.

Yang patut disayangkan adalah tidak adanya autopsi pada jenazah Benazir Bhutto sebelum di makamkan, wal hasil tidak ada yang bisa memastikan bagaimana sebab-sebab pasti Benazir terbunuh. Berbagai macam pertanyaan timbul; bagaimana meninggalnya Benazir? Siapakah pembunuhnya? Apakah disebabkan bomb? Peluru? Atap mobil? Serangan jantung? Berapa peluru yang bersarang di kepalanya? Ditembak dari belakang atau dari depan? Apakah si penembak dan pengebom satu orang yang sama? Sniperkah? Dan lainnya. Tidak ada jawaban yang pasti akan semua pertanyaan itu, dan terbukti tak seorangpun bisa menjelaskannya dengan baik. Jawabnnya telah terkubur rapat-rapat dalam Garhi Khuda Bukh.

Berdasarkan undang-undang investigasi, masalah seperti ini pertanggung jawabannya dikembalikan kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini negara. Hal semacam ini tidak sepatutnya dikesampingkan, yang mana ini adalalah sebuah perintah. Negara berkewajiban untuk menuntaskan melalui penyidikan; termasuk melakukan autopsy dan melacak semua bukti-bukti kejahatan dan ini hanya bisa dilakukan oleh expert yang berpengalaman dalam bidang penyidikan kasus kriminalitas besar. Hukum juga memperkenankan penelusuran jurisprudensi kedokteran, yang disebut sebagai forensik. Terlebih lagi teknologi kedokteran saat ini sudah berkembang pesat, terutama para ahli dapat menjelaskan kepada masyarakat secara detail darimana datangnya peluru dan siapa pemilik serta dimana senjata tersebut dibeli, yang mana semua itu bisa menuntaskan seluruh misteri pembunuhan Benazir.

Kalau ingin bukti, tanyakan kepada sang Presiden Musharraf akan pentingnya sebuah penyelidikan berdasarkan hasil forensik, dimana ia menjelaskan secara detil dalam potongan-potongan biografi di dalam memoir pribadinya “ In The Line Of Fire”. yang mengisahkan beberapa percobaan pembunuhan terhadap dirinya, tahukah anda bahwa sebuah percakapan yang dihasilkan dari handphone dapat mudah dilacak dan disadap?


Dr Noreena Hertz dalam bukunya ‘The Silent Takeover : Global Capitalism and the Death of Democracy’ menjelaskan dengan rinci akan sejarah dan cara kerja jaringan surveillance yang disebut sebagai ECHELON, yang mempunyai kemampuan untuk menangkap serta memantau lalu lintas email dan saluran telfon rakyat Eropa.

Satu-satunya orang yang bertanggung jawab dalam investigasi masalah ini, adalah Kepala Staff Angkatan Darat yang baru saja dilantik menggantikan Jendral Pervez Musharraf untuk menggantikan tampuk kekuasaannya yang mau tidak mau harus menanggalkan baju militernya atas desakan semua fraksi dan rakyat Pakistan sendiri.


Sebagai seorang Jendral, Kiyani tentunya sudah berpengalaman dalam melacak pembunuh, yang hanya membutuhkan sedikit petunjuk. Tapi sayangnya semua bukti dan pentunjuk untuk penyidikan sudah terlanjur disapu bersih dan dihilangkan untuk mempersulit penyidikan kasus pembunuhan Benazir yang sebetulnya.

Sebagaimana ledakan sebelumnya, tepatnya 18 oktober di awal sambutan kedatangan Benazir yang menewaskan kurang lebih 140 pendukungnya, sadar akan ancaman terhadap keselamatan dirinya, Benazir telah mewanti-wanti pihak keamanan akan kurangnya penjagaan terhadap dirinya, sekaligus meminta diperketat keamanan untuknya. Sekarang dia telah mati dan tidak ada yang mempersoalkan bagaimana lengahnya penjagaan dari pihak negara untuk seorang politis besar dan disegani seperti Bhutto dan keluarga.


Pernyataan mengejutkan keluar dari mulut, orang kepercayaan People Party of Pakistan, Amin Makhdoom. Yang mengatakan; “andai Benazir tidak mengeluarkan tubuhnya dari atap mobil kemungkinan besar dia masih hidup saat ini”.

Dan berita terbaru ketika tulisan ini dibuat, pihak kepala kepolisian Rawalpindi menolak untuk diadakannya autopsy ( The News, December 30, 2007) dan penulis yakin bahwa pemakaman Benazir yang memakan waktu singkat itu tidak lain karena support dari pemerintah untuk menyegerakan penguburan Mantan Perdana Mentri tersebut, sebagaiman pemakaman kedua Perdana Mentri sebelumnya, Liaquat Ali Khan dan ayah Benazir, Zulfikar Ali Bhutto. Yang sama-sama terbunuh disaat masih memegang tampuk kekuasaan.

Para pembesar politik pakistan termasuk rival politik Benazir, yang biasanya vokal dalam berbicara kini setelah kematiannya diam seribu bahasa, hanya seorang Nawas Sharif lah yang masih bersuara keras menutut pemerintah Pakistan agar mewujudkan apa yang selama ini menjadi cita-cita Benazir dan segenap rakyat Pakistan pada umumya, yaitu membuka jalannya demokrasi yang adil dan bebas. Nawas Sharif juga meminta Presiden Pervez Musharraf mundur dari jabatannya sebagai Presiden, dikarenakan tidak ada seorang pun pemimpin Pakistan yang pernah mengundurkan dirinya secara terhormat dan gentle, dan inilah saat-saat menekan Presiden mundur dari jabatannya, demikian seloroh Nawas Sharif di sela-sela jumpa pers.

Satu hal lagi yang patut diperhatikan, sejak pembunuhan Liaquat Ali Khan sampai Murtaza Bhutto ( saudara laki-laki Benazir Bhutto) tidak siapapun yang mampu mengungkap siapa dalang dibalik pembunuhan mereka, pemerintah Amerika meminta kepada pemerintah setempat memberikan keseriusan dalam mengungkap siapa dibalik pembunuhan Benazir, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dimata masyarakat kepada pemerintah, maka itu pemerintah diminta untuk membuat sebuah tim independen demi mengungkap siapa sebenarnya pembunuh Benazir Bhutto.

Link : http://%20fospipakistan.co.nr/

 

Adam ini salah satu adekku yang masih kuliah di Int'l Islamic University - Islamabad jurusan Hadith and its Sciences. Dia dulu MPer aktif & waktu aku baru p'tama kali kenal MP...dia yg banyak ngenalin aku ke temen2nya. Sekarang temen2nya masih aktif di MP & jadi temen2ku juga...tapi MP-nya Adam udah Almarhum... :(


Lagi jalan2 b'dua Dede...tiba2 banyak sms dari Islamabad, yg intinya sama semua : Benazir Tewas di Rawalpindi, Pakistan. Aku langsung ngajak Dede ke mobil...switch-on Tv, cari progress newz.

Sahabat bukan...sodara apalagi. Tapi cukup bikin aku kaget. Pertama kali aku menginjakkan kaki di Islamabad, waktu pemerintahan Benazir. Beberapa tahun kemudian, Benazir diasingkan & pemerintahan dikendalikan oleh Nawaz Shareef. Beberapa tahun kemudian setelah dipimpin Nawaz Sharif, Musharaf berhasil menggantikan posisi Musharaf.

7 tahun menetap di Islamabad, perbedaan sosial-budaya begitu terasa perubahannya. Waktu masih dipimpin Benazir, walaupun dia nggak berhijab...tapi aku masih banyak menemui wanita bercadar & berjilbab rapi di tempat umum.

Ganti Nawaz Shareef, pemandangan wanita2 tertutup mulai berkurang...mereka lebih fashionable, tapi masih memakai sheerwal-qameez (pakaian khas Pakistan).

Ganti lagi dengan Musharaf, masya ALLOH...really unbelievable...! Sheerwal-qameez yang biasa berlengan panjang, mereka copot lengannya & berubah model tank-top atau setali. Dengan ukuran yg sangat minimalis. Aku sendiri bingung...gimana cara pakainya ya? Belum lagi, udah banyak perempuan2 yang mulai berpakaian casual (stretch jeans plus T-shirt / tank-top, and so on)

Rawalpindi sendiri merupakan kota tetangga Islamabad. Campus-ku dulu, sebelum ada new women campus, terletak di sana.

Benazir Bhutto Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri

Tokoh oposisi di Pakistan Benazir Bhutto tewas dalam serangan bom bunuh diri usai menggelar kampanye, Kamis (27/12). Kementerian Dalam Negeri Pakistan memastikan tewasnya Bhutto dalam insiden tersebut, namun penyebab pastinya masih simpang siur.

Juru bicara kementerian dalam negeri Pakistan Javed Cheema mengatakan, kemungkinan Bhutto terkena pecahan bahan peledak yang disembunyikan pelaku di dalam jaketnya. Sementara penasehat keamanan partai tempat Bhutto bernaung mengatakan, bahwa seorang laki-laki bersenjata menembak Bhutto di bagian dada dan leher ketika Bhutto akan masuk ke mobilnya. Setelah menembak Bhutto, pelakunya melakukan bom bunuh diri.

Suami Bhutto, pada para wartawan sebelumnya mengatakan bahwa isterinya dalam "kondisi serius" dan sedang menjalani pembedahan.

Aparat kepolisian mengatakan, korban tewas akibat bom bunuh diri yang terjadi di Rawalpindi itu berjumlah 20 orang. Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah empat orang tewas ditembak dan tiga orang luka-luka dalam kampanye pemilu mantan perdana menteri Pakistan Nawaz Sharif. (ln/al-arby)

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/int/7c27212430-benazir-bhutto-tewas-dalam-serangan-bom-bunuh-diri.htm

 

Progress News from Dawn, Pakistan :

Police confirm Benazir was shot before bombing ISLAMABAD, Dec 27 (AFP) Benazir Bhutto was shot in the neck by her attacker before he blew himself up in a suicide attack Thursday outside a campaign rally, police officials confirmed. She succumbed to her injuries in hospital but it was not immediately known if it was the gunshot wound that killed her. “The attacker fired and then blew himself up,” said one of the officials, who asked not to be named. (Posted @ 21:58 PST)

Court, banks ablaze in caretaker PM's hometown JACOBABAD, Pakistan, Dec 27 (AFP) The main court, banks and other buildings were set on fire in Jacobabad, hometown of Pakistan's caretaker prime minister Mohammedmian Soomro after Benazir Bhutto's assassination Thursday, an AFP reporter said. Mobs also torched several shops, including some belonging to relatives of Mr. Soomro, said residents of the city, in the Sindh province. Portraits of Soomro were also set on fire while demonstrators took to the streets, blocking roads and a railway track. (Posted @ 21:46 PST)

Musharraf condemns the killing of Benazir Bhutto, urges calm ISLAMABAD, Dec 27 (AP) President Pervez Musharraf condemned the killing Thursday of former premier Benazir Bhutto and called for calm, according to the Associated Press of Pakistan. Musharraf also called a high-level emergency meeting to discuss the government's response, the agency said. ''He urged the people to stay calm to face this tragedy and grieve with a renewed resolve to continue the fight against terror,'' the agency reported. (Posted @ 20:56 PST)

Benazir’s death: Musharraf convenes emergency meeting RAWALPINDI, Pakistan, Dec 27 (Reuters) – Formr prime minister Benazir Bhutto’s assassination Thursday in a suicide attack has left a void at the top of her Pakistan People's Party, and has also thrown into turmoil U.S. President George W. Bush's plan to bring stability to this key U.S. ally by reconciling her and President Pervez Musharraf. Shortly after Benazir’s death, President Pervez Musharraf convened an emergency meeting with his senior staff, where they were expected to discuss whether to postpone the election, an official at the Interior Ministry said, speaking on condition of anonymity. As news of her death spread, supporters at the hospital in Rawalpindi smashed glass doors and stoned cars. Many chanted anti-Musharraf slogans. Angry supporters also took to the streets in the northwestern city of Peshawar as well other areas. In Rawalpindi, the site of the attack, Bhutto's supporters burned election posters from the ruling party and attacked police, who fled from the scene. In Karachi, shop owners quickly closed their businesses as supporters from Bhutto's party burned tires on the roads. Nawaz Sharif, another former premier and leader of a rival opposition party, speaking to the BBC, questioned whether to hold the elections. “I think perhaps none of us is inclined to think of the elections,” he said. “We would have to sit down and take a very serious look at the current situation together with the People's Party and see what we have to do in the coming days.” The attacker struck just minutes after Benazir Bhutto addressed an election rally of thousands of supporters. There were conflicting accounts over the sequence of events. Rehman Malik, Bhutto's security adviser, said she was shot in the neck and chest by the attacker, who then blew himself up. But Javed Iqbal Cheema, spokesman for the Interior Ministry, told state-run Pakistan Television that Bhutto died when a suicide bomber struck her vehicle. Bhutto was rushed to the hospital and taken into emergency surgery. “At 6:16 p.m. she expired,” said Wasif Ali Khan, a member of PPP who was at Rawalpindi General Hospital. (Posted @ 20:30 PST)

Benazir Bhutto killed in gun, bomb attack RAWALPINDI, Pakistan, Dec 27 (Reuters) Former prime minister Benazir Bhutto was killed in a gun and bomb attack after a rally in Rawalpindi Thursday, Pakistan People’s Party said. “She has been martyred,” said party official Rehman Malik. Benazir, 54, died in hospital in Rawalpindi. A private tv channel said she had been shot in the head. Police said a suicide bomber fired shots at Benazir as she was leaving the rally venue in a park before blowing himself up. “The man first fired at Bhutto's vehicle. She ducked and then he blew himself up,” said police officer Mohammad Shahid. Police said 16 people had been killed in the blast. Earlier, party officials said Benazir was safe. A Reuters witness said he saw bodies on a road as well as a mutilated human head. (Posted @ 19:50 PST)

 

Progress Newz from BBC :

Pakistani former Prime Minister Benazir Bhutto has been assassinated in a suicide attack.


Ms Bhutto had just addressed an election rally in Rawalpindi when she was shot in the neck by a gunman who then set off a bomb.

At least 15 other people died in the attack and several more were injured.

President Pervez Musharraf and his government called on people to remain calm so that the "nefarious designs of terrorists can be defeated."

There were no immediate claims of responsibility for the attack.

Ms Bhutto, leader of the Pakistan People's Party (PPP), had twice been the country's prime minister and had been campaigning ahead of elections due in January.

It was the second suicide attack against her in recent months and came amid a wave of bombings targeting security and government officials.

Nawaz Sharif, also a former prime minister and a political rival, said her death was a tragedy for "the entire nation".

"It is not a sad day, it is [the] darkest, gloomiest day in the history of this country," he said, speaking at the hospital where she was taken.

The United Nations Security Council is to meet for emergency consultations shortly to discuss the situation in Pakistan after the killing.

Scene of grief

The attack occurred close to an entrance gate of the park in Rawalpindi where Ms Bhutto had been speaking.

Police confirmed reports Ms Bhutto had been shot in the neck and chest before the gunman blew himself up.

She died at 1816 (1316 GMT), said Wasif Ali Khan, a member of the PPP who was at Rawalpindi General Hospital.

Some supporters at the hospital wept while others exploded in anger, throwing stones at cars and breaking windows.

Police in the north-western city of Peshawar are reported to have used tear gas and batons to break up a demonstration by angry Bhutto supporters and there were also protests in other cities.

Mr Sharif said there had been a "serious lapse in security" by the government.

But an old friend of Ms Bhutto, Salman Tassir, told the BBC World Service he did not think criticism should be directed at the government.

"There have been suicide attacks on Gen Musharraf also," he told Newshour.

"... I mean it is extremism and the fanatics who are to blame."

Earlier on Thursday, at least four people were killed ahead of an election rally Mr Sharif had been preparing to attend close to Rawalpindi.

Ms Bhutto's death has plunged the PPP into confusion and raises questions about whether January elections will go ahead as planned, the BBC's Barbara Plett in Islamabad says.

Return from exile

The killing was condemned by the US, the UK and others.

The attack shows that there are still those in Pakistan trying to undermine reconciliation and democratic development in Pakistan," a US state department official said.

UK Foreign Secretary David Miliband said he was "deeply shocked" by Ms Bhutto's death and said "extremist groups... [could] not and must not succeed".

Ms Bhutto returned from self-imposed exile in October after years out of Pakistan where she had faced corruption charges.

Her return was the result of a power-sharing agreement with President Musharraf in which he granted an amnesty that covered the court cases she was facing.

Since her return relations with Mr Musharraf had broken down.

On the day of her return she led a motor cavalcade through the city of Karachi. It was hit by a double suicide attack that left some 130 dead.

 


Blog EntryCondom Bekas PakaiDec 13, '07 7:07 AM
for everyone

Habis muntah…gara-gara nonton berita di Tv.

Berita Petang di Lativi sore ini menyiarkan bahwa ditemukan satu container condom bekas pakai dan beracun di pelabuhan Tanjung Priuk. Dan document yang menyertai container ini tidak sesuai dengan isinya. Bahwa, di document tersebut tertulis condom baru.

Begitu dibuka container itu, petugas-petugasnya terlihat langsung shocked sambil menutup hidung mereka. Ternyata, baunya luar biasa menyengat. Dan ketika petugas pelabuhan menunjukkan beberapa dari tumpukan condom bekas pakai itu, benar-benar menjijikkan.

News reader tidak menyebutkan negara asal yang mengekspor condom bekas pakai itu, tapi dia menyebutkan nama suatu perusahaan Rubber & Rubber, di Indonesia, sebagai importirnya.

Lalu, buat apa condom-condom menjijikkan itu semua? Dicuci bersih lalu di-repack kemudian dijual lagi ke masyarakat Indonesia…khususnya yang ikut mengkampanyekan condom sebagai salah satu pencegah AIDS?

Alasan yang dikemukakan oleh jubir perusahaan Rubber & Rubber itu, condom-condom bekas pakai tersebut akan didaur ulang di pabrik milik mereka. Untuk dijadikan apa? Hal ini tidak dijelaskan dalam liputan berita itu.

Entah untuk dijadikan apa, atau hanya akan disterilisasi dan kemudian dikemas seperti baru lagi, tapi ini sepertinya salah satu petunjuk-NYA untuk kita, sebagai hamba-hamba-NYA yang dikaruniai akal. Bahwa, memang hanya dengan perbaikan moral bangsa ini lah...maka peningkatan angka kasus virus HIV/AIDS dapat direduce. Bukan dengan free sex yang hanya menggunakan condom...apalagi condom bekas pakai, beracun pula.


Blog EntryJILBAB Mengurangi Resiko KANKERDec 3, '07 8:33 AM
for everyone

Saat ini, jilbab bukan lagi fenomena kelompok sosial tertentu, tetapi sudah menjadi fenomena seluruh lapisan masyarakat. Tidak sedikit jumlah artis, eksekutif, dan publik figur lainnya menggemari dan menggunakannya.

Beruntunglah Anda yang sudah mengenakan jilbab (veil), kerudung bagi wanita muslim ini tak hanya menunjukkan kerendahan hati dan kesopanan, tetapi juga melindungi Anda dari penyakit mematikan.

Jilbab yang dikenal dengan beberapa istilah, seperti chador (Iran), pardeh (India dan Pakistan), milayat (Libya), abaya (Irak), charshaf (Turki), hijab (Mesir, Sudan, dan Yaman), dapat memperkecil risiko pemakainya terkena kanker tenggorokan dan hidung. Alasannya, jilbab mampu menyaring sejumlah virus yang suka mampir ke saluran pernapasan bagian atas.

Profesor Kamal Malaker asal Kanada, menyatakan wanita Arab Saudi - yang sebagian besar menutup wajahnya secara penuh- jarang sekali terserang virus epstein barr, yang menyebabkan kanker nasofaring. Bisa dikatakan jumlah penderita kanker jenis ini sangat rendah.

"Jilbab melindungi wanita dari infeksi saluran pernapasan bagian atas, " tulis Saudi Gazette, Jum?at (19/3), mengutip pernyataan Malaker, "Di Arab Saudi, jumlah wanita penderita kanker nasofaring sangat rendah dibandingkan laki-laki," lanjut Malaker.

"Kenyataan ini sungguh menarik, bagaimana pakaian adat yang begitu sederhana memiliki pengaruh begitu besar pada kehidupan manusia," ujar Malaker, kepala bidang onkologi radiasi Rumah Sakit King Abdul Azis.

Kanker nasofaring merupakan kanker yang paling banyak diderita masyakarakat untuk jenis kanker Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Kepala Leher (KL).

Tingginya angka penderita kanker nasofaring terutama akibat keberadaan virus epstein barr yang hampir ada pada 90 persen masyarakat di negara berkembang. Jika virus tersebut terbangun?, maka dapat terjadi mutasi sel yang berujung pada kanker nasofaring.

Nasofaring merupakan saluran yang terletak di belakang hidung, tepatnya di atas rongga mulut.

Gejala awal dari kanker nasofaring tersebut antara lain gejala pada telinga yang ditandai dengan dengingan terus-menerus pada telinga.

Di samping itu, sering disertai gejala pada hidung seperti pilek berkepanjangan yang disertai dengan darah, suara parau yang berkepanjangan, sering mimisan dan nyeri saat menelan.

Kanker nasofaring merupakan penyakit kanker keempat yang paling banyak menyerang penderita kanker di Indonesia . (zrp/Reuters)


Blog EntryFENI ROSE, Kenapa Hatimu Mendua?Nov 30, '07 10:21 AM
for everyone

I'm watching Panasonic Award di RCTI now...lagi iklan, so aku BRB 2 laptop.

 

Barusan FENI ROSE memenangkan salah satu Panasonic Award as The Best Presenter Infotainment. Aku sangat NGGAK SETUJU...! Karena baru kemaren sore pas aku nonton Silet, program infotainment yang mengantarkan dia meraih Award ini, dia dengan lugas ikut berkomentar bahwa banjir di Muara Karang, Muara Baru & sekitarnya, juga disebabkan oleh para investor & developer yang memanfaatkan daerah resapan air seperti di daerah Kelapa Gading & Kapuk. Mereka seenaknya membangun condominium di Kelapa Gading & rumah2 mewah di Pantai Indah Kapuk.

Lho...?! Kenapa aku malah protest...?! Bukannya b'arti dia itu presenter yang mendukung "KTT Global Warming"...

Masalahnya...on the contrary...Feni Rose adalah bintang iklan untuk Condominium di Kelapa Gading & real estate PIK di Metro Tv, sekaligus presenter (aku lupa nama program-nya) yang jelas di Metro Tv juga tiap hari Sabtu / Ahad.

Hal ini pernah terjadi pada artist Sophia Latjuba. Dia pernah jadi bintang iklan salah satu brand jamu. Dan dia lupa bahwa dia sedang jadi icon untuk brand jamu itu. Waktu diwawancara oleh salah satu acara infotainment, dia bilang "Ih...saya nggak suka jamu2an" sambil meringis geli campur jijik.

OK lah...itu bukan salah Feni Rose sepenuhnya. Tapi kalo dia mau jaim, harusnya discuss dulu sama producer sebelum majang depan camera.

Maaf...kalo ada pihak2 yang tersinggung. Mungkin ada klarifikasi?

 

Otre deh...aku mo nonton lagi. Mangkel juga ya liat baju2 artist yang makin berani & nggak karuan.


Blog EntryInnaliLLAHI wa inna ilaiHI rooji'uunNov 14, '07 8:49 PM
for everyone

InnaliLLAHI wa inna ilaiHI rooji'uun...

SIWO-ku telah kembali ke pangkuan-NYA...baru aja...di RS Mitra Keluarga kamar 805 (buat yg kenal beliau as d'owner of PT ADI JAYA), "Ayah dari ANDRIAN KUSUMASMORO, Management Trisakti '98"

Link : http://bundaathira.multiply.com/photos/album/67/Lebaran_Hospital


Blog EntryTulisan ALLOH di Genangan Air di Bekasi TimurSep 28, '07 4:09 PM
for everyone
Ada email dr temen...tp blom ada explanation- nya. So, sampe detik ini blom tau itz juz a hoax or not. Takutnya kayak waktu issue pohon bertuliskan Laa illaHA illaLLOH yang booming sampe dijual posternya di-mana2. Mungkin ada yg bisa share info...? Tengkyu banget...
                                                        
                                                            

 

 

 

 

 

 


Blog EntryCeramah Taufik Kiemas di RSIS - SingaporeSep 23, '07 12:25 AM
for everyone

Email dari temen...

~ ME, yang masih b'usaha u/ objective ~

 

Ceramah Taufik Kiemas di RSIS - Singapore

Selasa, 11/9/07, saya menghadiri ceramah Taufik Kiemas, suami mantan Presiden Megawati, dalam acara seminar yang diadakan RSIS (Rajaratman School of International Studies) tempat saya kuliah. Seminar merupakan bagian dari mata kuliah yang wajib saya ikuti.

Taufik Kiemas datang atas undangan Indonesian Center RSIS yang dipimpin oleh Prof. Dr. Leonard Sebastian (Indonesianis Singapura). Tampak hadir menyertai Taufik para petinggi PDIP, di antaranya Pramono Anung, Sutradara Ginting, Puan Maharani dan beberapa yang tidak saya kenal.

Dalam kesempatan itu Taufik memaparkan dua hal pokok. Pertama, soal perkembangan PDIP dan persiapan menghadapi Pemilu 2009. Kedua soal terorisme dan sektarianisme di Indonesia. Pada poin pertama Taufik, dengan bahasa Indonesia yang diterjemahkan oleh seorang translator, memaparkan tentang cita-cita PDIP untuk membangun Indonesia sebagai rumah besar nasionalisme yang bertujuan mempertahankan Pancasila, NKRI dan mewujudkan pluralisme. "Mustahil nasionalisme tanpa pluraslisme, " tukas Taufik.

Untuk mewujudkan rumah besar itu, PDIP harus bekerjasama dengan pihak eksternal. Dalam hal ini ia menyebut Golkar untuk dalam negeri dan Amerika Serikat yang dianggap memiliki kemampuan campur tangan terhadap negara lain. "Saya tidak butuh orang-orang golkar. Yang saya butuhkan adalah Partai Golkar yang berhaluan pluralis," ujar Taufk.

Sikap itu juga disampaikan saat Taufik dan kawan-kawan berkunjung ke Amerika Serikat (AS). Menurut Taufik, saat di AS ia menegaskan kembali tentang sikap PDIP sebagai partai oposisi di Indonesia dan sebagai partai nasionalisme yang menjunjung tinggi pluralisme.

Saat membahas bagian kedua dari ceramahnya tentang pluralisme dan terorisme di Indonesia, ia menyebutkan bahwa nasionalisme/ pluralisme di Indonesia sedang menghadapi apa yang ia sebut sektarianisme. Sektarianisme inilah yang menjadi kelompok teroris. Persoalannya, menurut Taufik, bila kelompok teroris membentuk kelompok tersendiri akan lebih mudah untuk menumpasnya, tapi kini kelompok teroris itu telah masuk ke dalam partai politik sehingga lebih sulit dideteksi. Dan tanpa tedeng aling ia menyebut PKS.

Lebih lanjut ia menjelaskan, karena itulah mengapa kelompok nasionalis yang memperjuangan pluralisme di Indonesia bersatu melawan PKS dalam Pilkada di DKI Jakarta. Karena hanya dengan bersatu padu itulah mereka dapat mengalahkan PKS di sejumlah daerah. "Tampaknya melihat kaum pluralis bersatu mereka takut juga," tandas Taufik.

Ia juga sempat menyitir pidato Pak Hidayat Nur Wahid, yang saya tidak tahu dimana, bahwa Pak Dayat berbicara tentang nasionalisme dan pluralisme, seolah-olah ia lebih nasionalis dari orang nasionalis sendiri.

Terus terang, mendengar paparan Taufik itu dada saya langsung bergemuruh. Tadinya tidak ada niat saya untuk bertanya. Saya datang hanya untuk menggugurkan kewajiban kuliah saja. Dan kita juga sama-sama tahulah kualitas Taufik, jadi saya pikir tak ada sesuatu yang bisa diambil. Di samping, kedatangan saya juga untuk menjaga hubungan baik saya dengan Andi Widjajanto (anak Theo Syafei yang sedang mengambil Phd. Di Singapura) teman sekelas saya di satu mata kuliah. Saya juga tahu Andi kini menjadi salah satu advicer penting di PDIP terkait persoalan militer.

Pada saat masuk sesi tanya jawab, reflek saya angkat tangan. Saya katakan, sebelum masuk ke pertanyaan saya ingin menanggapi dulu apa yang disampaikan Taufik tentang PKS. Saya perlu meluruskan masalah ini ke audience karena yang hadir adalah para mahasiswa RSIS dari berbagai negara. Apa jadinya jika mereka beranggapan bahwa setiap muslim harus dicurigai sebagai teroris sebagaimana yang disampaikan Taufik. Lebih berbahaya kalau mereka beranggapan PKS adalah supporter teroris di Indonesia.

Dengan sedikit emosi saya katakan, PKS adalah a small party in Indoensia, only 7 percent. PKS dibentuk oleh para generasi muda Indonesia yang mecoba mencari solusi terhadap berbagai persoalan di Indonesia. Mereka bercita-cita ingn membangun apa yang mereka sebut "The New Indoensia" /  Indonesia Baru. Dan perlu dicatat, mereka adalah lulusan universitas secular di Indonesia, seperti UI, UGM, ITB dan IPB.

Lalu saya jelaskan, tampaknya cita-cita mereka ini ditangkap oleh sebagain masyarakat Indonesia berpendidikan dan menginginkan perubahan. Karena itu terbukti, PKS unggul di Jakarta. Di sini saya memberi penekanan: "Jakarta adalah tolok ukur politik di Indonesia. Jika Anda ingin mengatahui the real politics in Indonesia dan proses demokratisasi di Indonesia, look at Jakarta!" Sebab jika Anda melihat Indonesia secara keseluruhan, maka sesungguhnya sebagian besar masyarakat Indonesia berpendidikan rendah yang mudah dibohongi oleh para elit partai.

Setalah itu barulah saya masuk ke pertanyaan sederhana: Apa konsep PDIP untuk membangun Indonesia. Pertanyaan itu tak dijawab secara baik oleh Taufik, karena mungkin ia keburu kaget ada orang PKS terselip di antara hadirin. Setelah tahu saya orang PKS pernyataannya menjadi melunak, ia katakan syukurlah kalo ternyata PKS sudah berubah.

Alhamdulillah, tampaknya hadirin mendapatkan informasi lain tentang PKS, hal itu terlihat dari pertanyaan2 yang terlontar, baik dari orang Indonesia sendiri, Singaporean, Malaysian, semua tampak bernada positif terhadap PKS. Beberapa kawan dari Indonesia dan beberapa negara menghampiri saya mengomentari penjelasan singkat saya itu.

Menurut saya, ceramah Taufik Kiemas di RSIS itu tak boleh dianggap angin lalu. Boleh jadi inilah gambaran sikap PDIP sendiri dan sikap partai-partai lain secara umum terhadap PKS. Sikap ini tampaknya akan melatari kebijakan partai untuk menghadapi Pemilu 2009. Isu terorisme, sektarianisme adalah isu usang namun efektif untuk menjatuhkan citra partai Islam. Sebagaimana tudingan militer secular Turki yang menuding Justice Party di Turki memiliki hidden agenda islamisme.

Wallahu a'lam

SUHUD ALYNUDIN

50 Nanyang Crescent Graduate Hall #03-18 Singapore 637598


Blog EntryRatusan Rumah Tetangga-Ku TerbakarSep 13, '07 1:52 AM
for everyone

Ratusan Rumah Terbakar di Pasar Rebo


 

Ratusan rumah di Kampung Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, habis dilalap si jago merah, Rabu (12/9) petang. Api cepat membesar dan menyambar ke rumah warga karena kebanyakan bangunan di lokasi kejadian merupakan bangunan semi permanen. Sebanyak 24 unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan di lokasi kejadian baru bisa memadamkan api dua jam kemudian.

Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga sempat tersendat. Kendati tidak ada korban jiwa, kebakaran tersebut menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah. Akibat musibah ini, sekitar 750 warga kehilangan tempat tinggal.(ADO/ Deden Yulianes untuk berita dan foto Liputan 6)

Dan pagi ini kami menerima sms dari Pak Elvin Sasmita (Warga Pasar Rebo sekaligus Ketua DPC PKS Pasar Rebo) : "Dua RT di RW 11 Kel Gedong, belakang Pasar Obor habis terbakar. Kebutuhan mendesak : selimut, underwear, kebutuhan MCK, air mineral gelas..."

Bapak-Ibu yang dirahmati Allah SWT...

Di bulan Ramadhan nan penuh barokah ini, semoga ada banyak pihak yang terketuk pintu hatinya untuk membantu para korban tersebut, amiin. Saat ini salah seorang relawan kami (Kosi www.peduli.multiply .com ) tinggal tidak jauh dari lokasi kebakaran tersebut. Untuk bantuan dana, biar lebih cepat tersalurkan, bisa ditransfer langsung ke rekening di bawah ini :

- Bank Syariah Mandiri Cab. Warung Buncit No.Rek.0030035790
- Bank Mandiri Cab. Kuningan No.Rek.124-00010797 98
- BCA Cab. Arteri Pondok Indah No.Rek.291-300- 5244

Semua atas nama Yayasan Portalinfaq


www.portalinfaq.org
http://www.portalinfaq.org/g02x01_article_view.php?article_ id=626
 

Kairo (ANTARA News) - Seorang bintang Mesir yang sedang menanjak karirnya dan bermain sebagai menantu Saddam Hussein dalam sebuah drama BBC terancam tak bisa tampil di negaranya, karena berakting dengan seorang warganegara Israel dalam film itu.

Aktor Amr Waked, kini sedang melakukan kegiatan syuting di Tunisia, dibelit masalah ketika organisasinya mengetahui bahwa aktor Israel, Yigal Naor, memainkan peran sebagai diktator yang terguling dan dihukum mati tersebut dalam drama tentang kehidupan Saddam itu.

Waked, yang tampil bersama bintang Hollywood George Clooney dalam film laris 2005 "Syriana", membela diri dengan menyatakan kepada beberapa koran Mesir bahwa dirinya baru mengetahui seorang warga Israel terlibat dalam film itu setelah menandatangani kontrak.

Ia juga menyatakan film itu pro-Arab dan mengecam kebijakan luar negeri AS, demikian tulis Egyptian Mail.

"Posisi Asosiasi Artis Film jelas menolak normalisasi hubungan dengan Israel dan mengharuskan para anggotanya mematuhi sikap tersebut," kata Ashraf Zaki, pimpinan asosiasi itu, kepada AFP.

Waked, yang terancam dicabut keanggotaannya sehingga bakal tak bisa berakting di Mesir, menyatakan keprihatinannya, mengingat bila ia menarik diri dari produksi film itu akan melanggar kontraknya.

Zaki mengemukakan organisasinya bersedia mendukung dirinya secara finansial atau sebaiknya dia mundur.

Pada 1979, Mesir menjadi negara Arab pertama yang menandatangani perjanjian damai dengan Israel, namun hubungan dengan negara Yahudi itu tetap saja tak populer di mata penduduk Mesir. (*)

 

Andai Amr Waked itu berasal dari Indonesia, gimana sikap & kebijaksanaan bangsa ini ya kira-kira?

 


Blog EntryKeindahan Demokrasi dari Adang-DaniAug 15, '07 11:00 AM
for everyone

PASANGAN Adang Daradjatun-Dani Anwar memang kalah dalam pemilihan Gubernur Jakarta. Tetapi, pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah 'memenangi' demokrasi yang tengah bertumbuh di negeri ini. Mereka kalah amat terhormat. Mereka kalah dengan jiwa besar.

Menurut penghitungan cepat (quick count) Lembaga Survei Indonesia (LSI), Fauzi Bowo-Prijanto memperoleh 56,12% suara, Adang-Dani mengantongi 43,88% suara. Sebuah perolehan suara yang sungguh amat mengejutkan. Sebab, sebelumnya berbagai lembaga survei memprediksi jago PKS itu hanya akan memperoleh suara di bawah 27%.

Kekalahan tetaplah kecundang. Tetapi, jangan lupa, Adang-Dani hanya diusung satu partai, sedangkan Fauzi Bowo-Prijanto diusung 20 partai. Perolehan di atas 40% bagi Adang-Dani memperlihatkan betapa berlipatnya suara yang mereka dulang. Ini membuktikan pula betapa berharganya kedua tokoh ini bagi PKS dalam pengumpulan suara di Ibu Kota.

Tetapi, yang menjadi indah bagi demokrasi yang tengah bertumbuh di Indonesia adalah Adang-Dani dan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta Triwisaksana selekasnya mengakui kekalahan itu. Mereka langsung pula mengucapkan selamat kepada sang pemenang: Fauzi-Prijanto. Padahal, Komisi Pemilihan Umum Jakarta
secara resmi belum mengumumkan siapa pemenangnya.

Mereka yakin, perolehan suara itulah angka maksimal. Karena berdasarkan tim pemantau PKS yang tersebar di berbagai tempat pemungutan suara (TPS), perolehan suara Adang-Dani berkisar angka yang dirilis LSI itu. Menerima kekalahan dengan dada lapang, tanpa membuat rupa-rupa alasan dan kambing hitam, terasa menyejukkan. Secara jernih pula PKS menyatakan tidak akan menjadi oposisi, melainkan tetap mendukung Fauzi-Prijanto dengan sikap kritis dan konstruktif.

Sementara itu, di pihak partai yang mengusung Fauzi-Prijanto, sebagai rasa hormat, mereka juga akan segera
menggelar silaturahmi dengan PKS. Pihak Fauzi juga berharap apa yang diperlihatkan para elite Jakarta dalam pilkada bisa berimbas kepada akar rumput.

Demokrasi yang tengah bertumbuh, dan masih bopeng di sana-sini, memang perlu banyak keteladanan, khususnya dari para elite. Keteladanan hanya bisa muncul dari sikap dewasa dan rasa hormat kepada sebuah proses.

Bahwa kompetisi kekuasaan selalu memiliki tujuan utama kemenangan, ini sudahlah pasti. Tetapi, kemenangan akan menjadi lebih sempurna jika diraih dengan cara yang elok, yang tidak hanya mengikuti seluruh prosedur dan aturan main, namun juga penuh rasa hormat terhadap seluruh unsur yang terlibat kompetisi.

Pilkada Jakarta
memang seharusnya menjadi contoh, tidak hanya di berbagai wilayah lain, tetapi juga bagi para elite nasional. Pemilihan Presiden pada 2004 yang dimenangi pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla memang sukses besar sebagai pemilihan presiden pertama kali. Tetapi, ia masih menyisakan persoalan, yakni belum pulihnya hubungan personal antara mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dengan bekas dua pembantunya yang memenangi pemilu itu.

Demokrasi perlu banyak prasyarat.. Ia perlu orang-orang terdidik yang punya rasa hormat terhadap perbedaan. Demokrasi perlu pula orang-orang yang berjiwa besar untuk menerima kekalahan, juga pandai mengelola kemenangan.

Pilkada Jakarta
yang telah berlangsung indah, haruslah pula berimplikasi kepada hasil yang maksimal. Artinya, kemenangan Fauzi-Prijanto baru benar-benar punya arti jika bisa menjawab berbagai problem Ibu Kota: transportasi yang kian semrawut, banjir yang jadi langganan, kriminalitas yang meninggi, dan jurang kaya-miskin yang kian menganga. Selamat bekerja bagi Fauzi-Prijanto. Terima kasih Adang-Dani.

****

http://www.media-indonesia.com/editorial.asp?id=2007081122120505


Blog EntryCommon EnemyJul 25, '07 3:30 AM
for everyone

oleh : Djony Edward
Wartawan Bisnis Indonesia

 

Suatu hari saya menelepon seorang mantan jenderal yang disegani dimasa Presiden Megawati Soekarno Putri. Dalam percakapan dengan jenderal tersebut sempat tercetus diskusi ringan, bagaimana pendapat Anda tentang Partai Keadilan Sejahtera (PKS)? Terutama kaitannya dengan pencalonan Gubernur DKI Jakarta.

Sang jenderal hanya menjawab singkat, "PKS common enemy (musuh bersama)." Tanpa hendak bermaksud menjelaskan lebih jauh apa yang dimaksud common enemy bagi PKS, sang jenderal mengalihkan pembicaraan dari A hingga Z tentang perkembangan di tanah air.

Bagi penulis, pernyataan common enemy cukup menyentakkan. Karena pernyataan itu seolah mengingatkan saya pada kemenangan Front Islamic Salvation (FIS) di Aljazair dan Refa di Turki dalam pemilu setempat yang kemudian kemenangan itu langsung dijegal oleh militer.

Indikasi serupa sempat muncul saat Nurmahmudi Ismail memenangkan pilkada di Depok setelah mengalahkan calon incumbent Badrul Kamal. Karuan saja setelah MA dan PN Jabar memenangkan kader PKS ini jegal melalui aksi-aksi tak konstitusional, mulai dari demostrasi tak berkesudahan, aksi tak simpatik anggota DPRD non PKS yang cenderung mendiskreditkan Nurmahmudi, hingga aksi pengempesan ban mobil sang walikota dan pelemparan bom molotov mobil kader PKS Depok.

Pernyataan itu juga mengingatkan ketika Zulkieflimansyah bersama pasangannya Marissa Haque saat mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wagub Banten. Dimana tiga parpol besar: PPP, PDIP dan Partai Golkar bersatu untuk melawan kader dari PKS.

Tak kalah pentingnya saat pilkada bupati Bekasi dimana pasangan Sa'aduddin dan M. Darip Mulyana yang sempat dinyatakan kalah, namun akhirnya dimenangkan oleh PN Jabar.

Puncak gunung es relasi antara pernyataan sang jenderal tentang PKS adalah common enemy saat calon PKS: Adang Daradjatun dan Dani Anwar harus berhadapan dengan Fauzi 'Foke' Bowo dan Prijanto yang juga adalah sang jenderal militer. Tak tanggung-tanggung Foke-Prijanto didukung 20 parpol yang tergabung dalam Koalisi Jakarta.

Sintesa bahwa PKS adalah common enemy seolah menemukan justifikasi paling nyata di pilkada DKI Jakarta. Ini juga yang mengonfirmasi mengapa pilkada DKI Jakarta begitu gegap gempita, riuh rendah dan seolah memanas, padahal kedua calon belum lagi memaparkan visi dan misi serta program kerja mereka.

Pilkada DKI Jakarta begitu serius menyusul ada unsur PKS yang pada Pemilu 2004 menguasai pangsa suara sebanyak 1.057.246 suara atau jika dipresentir menguasai pangsa suara warga DKI sebesar 22,32%, vis a vis dengan Koalisi Jakarta yang merepresentasikan lebih dari 70% pemilih yang terhimpun di 20 parpol pendukung.

Praktis di atas kertas Foke harusnya menang, karena didukung oleh 20 parpol dengan menguasai pangsa suara melebihi syarat untuk menang. Berikut al. parpol pendukung Foke: Partai Demokrat (20,23%), PDIP (14,02%), Golkar (9,16%), PPP (8,16%), PAN (7,03%), PDS (5,34%), PBR (2,90%), PBB (1,45%), maupun PKPB (1,83%).

Maksimalkan kemenangan

Jika mengamati besarnya dukungan atas Foke, maka praktis kemenangan putra Betawi itu sudah di atas kertas. Tapi pertanyaannya, mengapa sebegitu besar suara yang dibutuhkan Foke untuk menguasai Jakarta 1? Padahal untuk sahnya seorang kandidat cuma membutuhkan dukungan suara 15% dari parpol peserta pemilu 2004.

Tentu ada hidden story yang membuat Foke tak terlalu memedulikan aspek pendidikan politik untuk provinsi tertinggi tingkat rasialnya sekaligus ibukota negara. Foke ingin memaksimalkan kemenangan setelah sebelumnya sempat ditolak oleh Ustad Hilmi Aminuddin.

Suatu hari, Ketua DPD RI Ginandjar Kartasasmita bertandang ke kediaman Ustad Hilmi di bilangan Kali Malang. Setelah diterima dan ngobrol ngalor ngidul, setengah jam kemudian Ginandjar mohon izin.

"Ustad, mohon maaf. Sebenarnya saya datang ke rumah Ustad dengan adik saya," demikian papar mantan Mentamben dan Kepala Bappenas di masa Presiden Soeharto.

"Siapa? Kok tak disuruh masuk?" ungkap Ustad Hilmi.

"Foke, Ustad," tambah Ginandjar.

Pendek kata, akhirnya Foke yang berkeliling setengah jam di gang-gang sekitar Kali Malang meluncur ke rumah Ustad Hilmi. Singkat kata, dalam obrolan itu Ginandjar dan Foke minta dukungan dari orang yang paling disegani di PKS itu.

Apa jawaban Ustad Hilmi? Tentu jauh panggang dari api. Berikut petikannya, "Wah permintaan dukungan ini telat. PKS sudah memiliki calon, yakni Adang Daradjatun. Kalau begitu silakan saja berkompetisi secara sehat."

Itulah sekelumit kisah dimana Foke sempat juga meminta dukungan kepada PKS, dimana Golkar sebagai inisiator bersama PPP cukup mendapat dukungan PKS dan PDIP maka sudah mengusai pangsa suara lebih dari 51%. Artinya tingkat konsolidasi akan lebih sederhana dan lebih mudah.

Namun dengan penolakan yang dilakukan Ustad Hilmi, yang juga merepresentasikan penolakan PKS, maka hal ini membuat gelisah kubu pendukung Foke. Maka untuk memastikan ketenangan dan memuluskan kemenangan digalanglah Koalisi Jakarta yang melibatkan 20 parpol. Peduli setan dengan aspek pendidikan politik, yang penting bagaimana memaksimalkan kemenangan. Jadilah PKS sebagai common enemy bagi, paling tidak, elit politik di DKI. Tapi belum tentu bagi rakyat DKI Jakarta.

Menurut hemat penulis, dinamika yang terjadi dalam proses pencalonan Gubernur dan Wagub DKI ini, tak lepas dari sikap Koalisi Jakarta yang menganggap PKS sebagai common enemy. Apalagi jejak rekam PKS yang telah mengikuti hampir 250 pilkada di Indonesia (dari 297 pilkada yang pernah digelar), kader PKS berhasil memenangkan di 77 titik pilkada atau lebih dari 30%.

Kemenangan pilkada yang diikuti kader PKS ada yang dilakukan sendiri, ada yang berkoalisi dengan elit politik lokal, maupun dengan birokrat dan pengusaha setempat. Lepas dari semua itu, kiprah parpol yang memasuki tahun ke-10 berpolitik di tanah air (maklum sebelumnya cuma sibuk berdakwah), sudah mampu tampil dengan daya pikat 30% di daerah pemilihan.

Itu sebabnya, bisa difahami jika terbentuk Koalisi Jakarta yang tak mau menganggap enteng calon yang diusulkan PKS. Bukan semata-mata siapa calonnya, tapi justru cara kerja mesin politik PKS yang mampu menembus jantung hati rakyat.

Ada atau tidak ada pilkada ataupun pemilu, kader PKS terbilang rajin menyapa atau bahkan berjibaku ikut larut dalam penderitaan yang dialami rakyat. Fenomena banjir Jakarta, cuma PKS yang dengan sigap membangun 60 titik posko yang melibatkan ratusan, bahkan ribuan kadernya, serta bantuan sukarela warga, untuk menolong mereka yang terendam banjir. Posko itu dibentuk dari awal Jakarta terendam banjir hingga tetes banjir yang terakhir.

Berbeda dengan parpol lain, yang mungkin ada juga yang turun ke lokasi banjir, namun staminanya tidak selama PKS. Bahkan ada parpol besar yang cuma memasang spanduk mengucapkan turut berduka atas banjir yang melanda warga Jakarta.

Bahkan Pemda DKI Jakarta saja, baru meinggu kedua pasca banjir menurunkan bantuan bertruk-truk sembako dan pakaian serta selimut. Suatu sikap yang tidak buruk. Tapi jika dilihat dari aspek berlomba-lomba dalam kebajikan, maka kader PKS lah yang maju dimuka.

Kedekatan PKS dengan warga inilah yang menggelisahkan lawan politik, karena itu dibuatlah strategi common enemy dengan membentuk Koalisi Jakarta. Penulis menduga, dinamika politik menjelang penentuan calon seperti fenomena yang melanda para jenderal: Slamet Kirbiyanto, Djasri Marin, maupun Agum Gumelar, belum lagi fenomena Rano Karno, Sarwono Kusumaatmaja, tak lebih dari bagian dinamika yang memperkaya dan mengarahkan PKS sebagai common enemy.

Plus minus

Oleh karena itu, pilkada DKI cuma memiliki dua calon, yakni pasangan Foke-Prijanto dan Adang-Dani. Pasangan mana yang oleh banyak pengamat dan mantan pejabat sebagai pasangan yang memiliki plus minus.

Karena itu muncul ide-ide calon independen guna menampung aspirasi kelemahan dua kandidat tersebut. Namun kandidat PKS merasa tak keberatan kalau memang dinginkan, namun kandidat Koalisi Jakarta menolak lantaran tidak memenuhi kaidah dan ketentuan perundangan yang berlaku.

Foke sebagai calon incumbet, tentu sangat potensial memenangkan pilkada DKI Jakarta. Karena selain didukung oleh 20 parpol, juga didukung birokrasi yang saat ini dipimpinnnya. Tambahan pula Foke cuti setelaha da kepastian Daftar Pemilih Tetap, hasil kerja Dukcapil yang nota bene masih dikomandaninya.

Pada saat yang sama kader PKS, LSM, pengamat, mahasiswa, dan sejumlah tokoh mencaci cara kerja penjaringan calon pemilih karena ditengarai adanya ghost vooter lebi dari 1 juta. Tingkat diskusi pun menemui jalan buntu, KPUD tetap jalan terus dengan data yang dimilikinya dari hasil proses yang lemah sekali, kendati mendapat cap penyelenggara pilkada paling buruk di Indonesia.

PKS tetap ngotot bahwa proses itu tidak aspiratif, arogan, dan menghalangi kader-kadernya yang belum terdaftar. Kendati KPUD merasa sudah membuka perpanjangan masa pendaftaran yang juga sebenarnya serba dibatasi oleh waktu dan tempat pendaftaran.

Apa boleh buat, DKI ke depan harus dipimpin oleh kedua pasangan yang telah ada, yang dilahirkan dari proses demokrasi yang rendah, bahkan mengarah pada kartel kekuasaan.

Foke yang juga seorang doktor tata kota memiliki justifikasi akademis yang memadai, selain kaya raya, dia juga dikenal penderma. Sejumlah organisasi parpol, organisasi sosial dan olah raga diketuainya, atau setidaknya menjadi penasihat, menunjukkan supelnya sang calon.

Kelihaiannya dalam melakukan lobby sangat mumpuni, terbukti 20 parpol dengan sedikitnya didukung 70% pemilih pada 2004, dengan warna-warni ideologi serta anutan, mampu disatukannya dalam upaya mendukung pencalonannya.

Namun Foke bukanlah manusia super. Sebab pada saat dia menjadi Wakil Gubernur dengan segala ilmu dan kepandaian, serta lobbynya, toh tak mampu mencegah banjir, padahal dia ahli tata kota. Juga tak mampu membendung meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran di DKI Jakarta, padahal tekadnya menyejahterakan warga.

Paling tidak itulah hasil polling Lembaga Survei Indonesia (LSI) pimpinan Saiful Muzani. Dimana dalam surveinya 70% kecewa kepada pasangan Sutiyoso-Foke atas banjir yang melanda Jakarta, 90% kecewa karena kemiskinan meningkat, dan 80% kecewa karena pengangguran naik.

Meskipun dalam dialog di Metro TV, Foke berapologi banjir yang melanda semata-mata karena fenomena alam. Dia tak menjelaskan kenapa kemiskinan dan pengangguran bertambah di Jakarta.

Sementara Adang Daradjatun tidak terlalu dikenal prestasinya saat menjabat Wakapolri, ia berpendapat sebagian besarnya bertugas dibidang intelijen Polri sehingga memang tak terlalu dikenal.

Namun ada yang bertanya, mengapa PKS mencalonkan mantan Wakapolri itu, sementara sudah menjadi pengetahuan umum mulai dari polisi jalanan hingga jenderal polisi sulit mencari orang yang bersih. Berbagai predikat buruk tentang polisi, tiba-tiba saja harus berbaur dengan citra PKS yang bersih?

PKS sempat memberi penjelasan memang tidak ada orang yang suci, no body perfect. Dengan merekrut Adang dari kepolisian diharapkan ke depan, itupun kalau terpilih, paling tidak bisa melakukan reformasi kepolisian dari dalam. Sebuah spekulasi yang memang harus diuji.

Sementara Prijanto yang merupakan pasangan Foke diketahui sebagai militer aktif, namun prestasinya pun tak terlalu menonjol. Sedangkan Dani Anwar adalah mantan ketua fraksi PKS di DPRD, paling tidak perjuangan sekolah gratis yang diusungnya berhasil menjadi kenyataan, walaupun pelaksananya Sutiyoso dan Foke.

Kekhawatiran sebagaian warga Jakarta bahwa jika kader PKS menang maka perjudian dan bisnis hiburan akan diberangus, karena akan diterapkan syariat Islam. Tuduhan itu dijawab oleh Dani, bahwa di 77 kabupaten, pemkot dan pemprov dimana kader PKS memenangkan pilkada, tak satupun yang otomatis diterapkan syariat Islam. Syariat Islam dengan sendirinya akan terlaksana jika akidah warga dibenahi, dan proses pembenahan akidah memerlukan waktu.

Lepas dari plus minus sang kandidat, berikut plus dan minus pelaksanaan pilkada DKI Jakarta oleh KPUD, tanggal 8 Agustus warga harus tetap memilih. Termasuk memilih golput merupakan satu pilihan, kendati maknanya hampa sama sekali. Siapakah Gubernur DKI Jakarta ke depan, jawabnya ada pada nurani Anda!!! 

 

http://web.bisnis.com/kolom/2id297.html

 


Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help