Bunda's posts with tag: popular

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag popular
Blog EntryQur'anic Family of Mas Tammim & Mbak WiwikJun 20, '07 3:46 AM
for everyone


11 Amanah Alloh

1. Afzalurahman, 21 tahun, semester 6 Teknik Geofisika ITB, Hafal Qur'an usia 13 tahun, sekarang masuk Program PPDMS, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB, Peserta Pertamina Youth Progamme 2OO7 dari ITB

2. Faris Jihady Hanifa, 2O tahun, semester 4 Fakultas syariah LIPIA, Hafal Qur'an usia 1O tahun Predikat Mumtaz, Juara 1 lomba Tahfidz 3O Juz yang diselenggarakan Kerajaan Saudi Arabia, Juara 1 Lomba OlimPiade IPS tingkat SMA 2OO3

3. Maryam Qonitat, 18 tahun, semester 2 Fakultas Ushuluddin Univ Al-Azhar Kairo, Hafal Qur'an usia 16 tahun. Lulusan Terbaik Husnul Khotimah 2OO6

4. Scientia Afifah, 17 tahun, kelas 3 SMU 28, Hafal 1O Juz, pelajar teladan MTs Al Hikmah 2OO4

5. Ahmad Rosikh Ilmi, 15 tahun, kelas 1 SMA Husnul Khotimah, Hafal 6 Juz, pelajar Teladan SDIT Al Hikmah 2OO2, Lulusan Terbaik MTs Al Kahfi 2OO6

6. Ismail Ghulam Halim, 13 tahun, kelas 2 MTs Al Kahfi, Hafal 8 Juz, Juara Olimpiade IpA tngkat SD se Jaksel 2OO3, 4 penghargaan dari Al Kahfi, Tahfidz Terbaik, Santri Favorit, Santri Teladan, dan Juara Umum

7. Yusuf Zaim Hakim, 12 tahun, kelas 1 MTs Al Kahfi, Hafal 5 Juz, rangking 1 di kelasnya

8. Muh Saihul Basyir, 11 tahun, kelas 5 SDIT Al Hikmah, Hafal 25 Juz

9. Hadi Sabila Rosyad, 9 tahun, kelas 4 SDIT Al Hikmah, Hafal 2 Juz

10. Himmaty Muyasssarah, 7 tahun, Hafal 1 Juz

11. Hasna, wafat usia 3 tahun, bulan Juli 2OO6

 

Tips

- Mengajarkan Al Quran sejak usia 4 tahun. Doktrin keluarga = Al Quran adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat

- Jangan terlalu mengandalkan sekolah. 2/3 keberhasilan Pendidikan itu ada di rumah

- Keberhasilan adalah hasil integrasi kedua orang tuanya. Lebih besar tanggung jawab seorang ayah dibanding ibu ->

   *Rasulullah memanggil ayah dari anak yang mencuri. Ayah idaman dalam Al Quran = Luqman. Ibrahim mentarbiyah anak dan istrinya.

- Suami yang membangun visi dan istri yang mengisi kerangka itu ->

   *Imam Syafi'i ditinggal wafat ayahnya ketika berusia 6 tahun. Namun isi kepala sang ayah sudah pindah ke sang ibu.
   *Al Banna dan sentuhan pendidikan sang ayah.
   *Qordhowi berkata, dahulu saya tidak tahu mengapa ayah mengkondisikan saya hafal al quran usia 1O tahun.

 

- Ihtimam atau perhatian yang tinggi terhadap anak dan pendidikannya ->

  *Perhatian dari A sd Z, potong kuku, bersihkan telinga dll
  *File file khusus yang menyimpan catatan tentang anak, hasil ulangan dan lain lain
  *Kekayaan kami adalah anak dan buku. Setiap liburan, selalu mengajak anak anak ke toko buku.ada 4OOO buku di rumah

 

- Visi yang ada di kepala kami adalah anak-anak kami semuanya harus menjadi hafidz quran ->

  *Keliling Jawa dan Madura untuk melihat pesantren tahfidz terbaik. Pilihan jatuh di Kudus. Orang mencibir untuk apa menjadi hafidz Quran dan menitipkan anak di pesantren
  *Tujuh tahun pernikahan tanpa televisi
  *Setiap hari diperdengarkan murottal
  *Sang ibu mengajar sendiri dengan Qiroati

 

- Nasihat sang suami yang mencerminkan kekuatan visinya sebagai kepala keluarga ->
  *Bu, kita harus berbeda dengan orang lain dalam kebaikan. Orang lain duduk kita sudah harus berjalan, orang lain berjalan kita sudah harus berlari, orang berlari kita sudah tidur, orang lain tidur kita sudah bangun.
  *Jangan sedikitpun berhenti berbuat baik sampai soal niat. Kita tidak boleh lalai karena kita tidak tahu kapan Allah mencabut nyawa kita

- Tiga Fase interaksi dengan Anak menurut Imam Ali ->

   *7 tahun pertama = perlakukan ia seperti raja
      masa pembentukan tumbuh kembang otak menyerap informasi

   *7 tahun kedua = perlakukan ia seperti tawanan perang dalam kedisiplinan
      Masa penanaman sikap. Disiplin disiplin Disiplin

   *7 tahun ketiga dan seterusnya = perlakukan ia sebagai teman atau sahabat

- Pakar mengatakan 7 s/d 12 tahun adalah golden age. Usia emas. Saat itulah fase pembentukan sikap, perilaku, dan penanaman nilai yang paling penting.

  *Hafal Qurannya Al Banna 1O tahun, Qordhowi 1O tahun, Imam Syafi I 9 tahun, Imam Ahmad 7 tahun

  *Rasul menyuruh sholat di usia 7 tahun, dan bila sampai 1O tahun belum sholat maka pukullah ia

 

- Menjelang tidur selalu diceritakan kisah kisah para nabi dan rasul

- Jadwal dalam papan besar untuk belajar Al quran bagi 11 anak kami

- Ba'da maghrib dan ba'da subuh adalah waktu interaksi dengan Al Qur'an.
  *Nak ibu bangga sekali dengan kamu, meskipun sulit tapi kamu disiplin menyetorkan hafalan 2 ayat setiap hari.

- Anak pertama dan kedua sejak usia 5 dan 4 tahun terbiasa bangun sebelum subuh

- Di Komplek perumahan DPR-RI si kecil sudah bisa menghafal siapa saja anggota dewan yang jarang sholat subuh berjamaah

- Jangan lupakan membangun dakwah di keluarga besar. Saat kami all out keluar rumah, keluarga besar kamilah, yang terlibat mengawasi anak anak

- Kami rutin berkunjung ke keluarga besar untuk menjalin hubungan baik dengan mereka

- Kesulitan di masa pembentukan adalah faktor keistiqomahan. Harus konsisten mengontrol

- Memagari anak anak dari pengaruh negatif. Ada agreement dengan anak anak kapan saat menonton TV dan ada hukuman bila dilanggar

  *Nak, hafalanmu banyak, TV itu bisa memakan bagian pikiranmu

 

- Syukur kami tiada henti padamu ya Robbi atas karunia anak anak kami

- Keberhasilan itu bukan tercapainya tujuan tapi pada proses yaitu komitmen dan konsistensi kita menjalaninya. Kepada Allah kembali segala urusan

 

Jadi pengen malu...  I've 2 try being like them...!

Tapi galaknya jangan dibawa ke rapat Salimah dong, Mbak...


LinkPresiden SBYJun 17, '07 8:12 AM
for everyone

Blog EntryMOHAMMED enters top boys' namesJun 6, '07 11:51 AM
for everyone

 Mohammed has become one of the most popular names for baby boys in England and Wales.

It entered the top 20 most commonly chosen names for 2004 baby boys for the first time ever, according to the Office for National Statistics.

But there was little change at the top with Jack and Emily retaining their status as the most popular name for newborn boys and girls.

Charlie was a big climber in the boys' chart as was Evie for the girls.

Chloe, the most popular girls' name for seven years until 2002 dropped to number five, behind Ellie, Jessica and Sophie.

Parents of baby boys have remained consistent in their choices. The top five of Jack, Joshua, Thomas, James and Daniel have remained the same since 2002.

Last year's big climber Alfie was less popular this year, down nine places to 27, while Charlie went up nine places to 16.

David and Reece dropped out of the top 50.

Leading girls' names increasing in 2004 were Lily, which jumped eight places to number 16, Isabelle, up 12 to 30 and Ruby, which climbed 19 places to 31. Rachel, Sarah and Shannon all dropped out of the top 50.

In Wales, the top boys' name was Joshua ahead of Jack. Dylan, Ethan, Rhys and Morgan also made the top 10.

Megan was most popular for girls in Wales with Emily in fourth and Ffion and Caitlin also making the top 10.

Out of the top 50, Hollywood glamour seems to have had some impact on the girls' side with Keira proving popular after the leading British actress, Keira Knightley.

The name jumped 100 places to 53.

On the boys' side, Tony Blair's decision to name his youngest child Leo appears to have been a popular one with the British public.

Leo is up 22 places to 57 this year.

 

http://news.bbc.co.uk/1/hi/uk/4148335.stm


Blog EntryKualitas Pendidikan Terbaik di DuniaMay 11, '07 7:14 AM
for everyone
Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia? Kalau Anda tidak tahu, tidak mengapa karena memang banyak yang tidak tahu bahwa peringkat pertama untuk kualitas pendidikan adalah Finlandia. Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki, dimana perjanjian damai dengan GAM dirundingkan, ini memang begitu luar biasa sehingga membuat iri semua guru di seluruh dunia.
 
Peringkat I dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia? Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya.
 
Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finnlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.
 
Lalu apa dong kuncinya? Ternyata kuncinya memang terletak pada kualitas gurunya. Guru-guru Finlandia boleh dikata adalah guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima, lebih ketat persaingainnya ketimbang masuk ke fakultas bergengsi lainnya seperti fakultas hukum dan kedokteran! Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok oleh siswa dengan kualitas seadanya dan dididik oleh perguruan tinggi dengan kualitas seadanya pula.
 
Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan dan pelatihan guru yang berkualitas tinggi tak salah jika kemudian mereka dapat menjadi guru-guru dengan kualitas yang tinggi pula. Dengan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri. Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajar siswa untuk lolos ujian, ungkap seorang guru di Finlandia. Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur dengan ujian. Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.
 
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! Inimembantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Dan kalau mereka bertanggungjawab mereka akan bekeja lebih bebas.Guru tidak harus selalu mengontrol mereka.
 
Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak belajar apa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disini guru tidak mengajar dengan metode ceramah, Kata Tuomas Siltala, salah seorang siswa sekolah menengah. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak menyenangkan, sambungnya.
 
Siswa yang lambat mendapat dukungan yang intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD.
 
Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan perilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
 
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing.
 
Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Kehebatan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi. Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa, kata seorang guru, maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya! Benar-benar ucapan guru yang sangat bertanggungjawab.
 
 
Source: Top of the Class - Fergus Bordewich                                     
 

ReviewReviewReviewReviewReviewTren Pluralisme Agama, Tinjauan KritisApr 21, '07 10:40 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Dr Anis Malik Thoha
Mas Anis pernah meghadiahkan buku ini untuk kami, yang masih dalam bahasa Arab (belum diterjemahkan) dengan judul aslinya “At-Ta’adduddiyah Ad-Diniyah: Ru’yah Islamiyah“. JazaakumuLLOHUjaziilan untuk hadiahnya, Mas... Dan baru seminggu yang lalu, saya beli terjemahannya. Oh ya, dulu Mas Anis juga senior saya di Comparative Religion IIUI, tapi beliau di jenjang doctoral.


BUKU JUARA
Predikat ini layak disematkan pada buku yang diterbitkan oleh Gema Insani Press (GIP) ini.

Setahun yang lalu, buku ini meraih penghargaan dari Isma'il Al-Faruqi Publications Award, International Islamic University Malaysia (IIUM). Awal Maret 2007 lalu, buku ini juga meraih penghargaan pada Islamic Book Fair (IBF) 2007 yang digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, sebagai buku terbaik category non-fiksi.

Buku ini merupakan disertasi beliau semasa kuliah di International Islamic University Islamabad (IIUI), Pakistan. Disertasi tersebut memperoleh Gold Medal karena dinilai sebagai disertasi terbaik. Sekarang beliau menjadi dosen Ilmu Perbandingan Agama sekaligus dekan fakultas Comparative Religion di IIUM. Beliau juga salah satu pakar pluralisme agama di Indonesia sekarang ini.


REVIEW
Dalam bukunya, beliau mengutip definisi populer dari Pluralisme Agama yang dirumuskan John Hick. “..pluralisme agama adalah suatu gagasan bahwa agama-agama besar dunia merupakan presepsi dan konsepsi yang berbeda tentang, dan secara bertepatan merupakan respon yang beragam terhadap Yang Real atau Yang Maha Agung dari dalam pranata kultural manusia yang bervariasi dan bahwa tranformasi wujud manusia dari pemusatan diri menuju pemusatan hakikat terjadi secara nyata dalam setiap masing-masing pranata kultural manusia tersebut terjadi, sejauh yang dapat diamati, sampai pada batas yang sama.”

Dengan kata lain, Hick ingin menegaskan bahwa sejatinya semua agama adalah merupakan manifestasi-masifestasi dari realitas yang satu. Dengan demikian semua agama sama dan tak ada yang lebih baik dari yang lain. Sangat jelas, rumusan Hick tentang pluralisme agama di atas adalah berangkat dari pendekatan substantif, yang mengungkung agama dalam ruang (private) yang sangat sempit, dan memandang agama lebih sebagai konsep hubungan manusia dengan kekuatan sakral yang transendental dan bersifat metafisik ketimbang sebagai suatu sistem sosial.

Dengan demikian telah terjadi proses pengebirian dan reduksi pengertian agama yang sangat dahsyat. Sesungguhnya, pemahaman agama yang reduksinstik inilah yang merupakan “pangkal permasalahan” sosio-teologis modern yang sangat akut dan komplek yang tak mungkin diselesaikan dan ditemukan solusinya kecuali dengan mengembalikan agama itu sendiri ke habitat aslinya. Ke titik orbit yang sebenarnya, dan kepada pengertiannya yang benar dan komprehensif, tidak reduksionistik.

Menurut beliau, ternyata “pemahaman reduksionistik” inilah justru yang semakin populer dan bahkan diterima di kalangan para ahli dari disiplin ilmu dan pemikiran yang berbeda, hingga menjadi sebuah fenomena baru dalam pemikiran manusia yang secara diametral berbeda dengan apa yang sudah dikenali secara umum.

Yang unik dalam fenomena baru ini adalah bahwa pemikiran “persamaan agama" (religious equality) ini, tidak saja dalam memandang eksistensi riil agama-agama (equality on existence), namun juga dalam memandang aspek esensi dan ajarannya, sehingga dengan demikian diharapkan akan tercipta suatu kehidupan bersama antar agama yang harmonis, penuh toleransi, saling menghargai atau apa yang diimpikan oleh para “pluralis” sebagai “pluralisme agama”. Alih-alih menciptakan kerukuan dan toleransi, paham pluralisme agama itu sendiri sebenarnya sangat tidak toleran, otoriter, dan kejam, karena menafikan kebenaran semua agama, meskipun dengan jargon menerima kebenaran semua agama. Dengan dalih Piagam Hak Asasi PBB, maka semua agama harus tunduk dan patuh. Bahkan penganutnya menganggap Piagam PBB lebih pluralisme agama.


ReviewReviewReviewReviewReviewNagabonar Jadi 2Apr 3, '07 12:54 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Comedy
Director : Deddy Mizwar
Actors : Deddy Mizwar, Tora Sudiro, Wulan Guritno, Lukman Sardi, Uli Herdiansyah

Sekuel dari film Nagabonar (1987), berputar tentang hubungan Nagabonar (Deddy Mizwar) dan putranya, Bonaga (Tora Sudiro) dalam suasana kehidupan anak muda metropolis. Untuk memulai bisnis, Bonaga berniat menjual tanah milik ayahnya yang di sana terletak kuburan keluarga Naga Bonar. Akhirnya timbul konflik perbedaan nilai di antara mereka.

Aku nggak bisa kasih comment lagi, anyway TWO THUMBS UP buat film karya Deddy Mizwar ini. Lucu banget dan punya sentuhan ending yang unique. Sangat layak ditonton dan...wajib!


LinkHidayat Nur WahidMar 13, '07 2:37 PM
for everyone

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help