Bunda's posts with tag: religion

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag religion
Blog EntryAku Setuju dengan Opini si-PengecutApr 22, '08 10:05 PM
for everyone
Hampir 2 tahun terakhir ini, aku sering dapat anonymous letter dari anonymous persons (baca: manusia2 pengecut). Kenapa aku bilang begitu? Karena mereka hanya berani mengkritik, menasehati & menghujat tanpa mau diketahui identitasnya.

Dan kenapa aku yakin dengan kata "mereka"? Bisa saja kan sebenarnya hanya satu orang saja yang begitu? Ya...aku hanya melihat berdasarkan perbedaan gaya tulisan & batas2 kesopanan di tulisan2 mereka.

Anonymous letter itu dikirim via personal message ke Multiply & Friendster-ku, juga via email. Hampir semua isinya taushiyah. Hanya 2 messages yang isinya menghujat & mengobok-obok urusan keluargaku. Apa pun isi messages/email dari pengecut2 itu, aku ingat pesan Bunda-ku yang gigih & tangguh menghadapi kritikan siapa saja.

"Terima lah nasehat,
walau itu dari mulut seekor anjing sekali pun."


Maaf buat yang kurang berkenan. Tapi maksud beliau, seburuk2nya manusia di mata manusia, jika dia menilai kita...anggap itu sebagai kursus kepribadian gratis. Banyak orang berani bayar mahal untuk meningkatkan kualitas kepribadiannya.

Awal tahun ini, aku punya fans gelap baru di Friendster-ku, nama samarannya Holy. Isi message-nya memang taushiyyah dengan bahasa manusia yang sudah ter-tarbiyah dengan mustawa tinggi. Tapi Mr.Holy ini terlalu dalam mencampuri urusan keluargaku. Sekali...aku reply message-nya dengan mengucapkan terima kasih atas nasehat2nya. Ternyata itu membuatnya makin besar kepala, dengan terus mengirimkan nasehat2 lainnya yang nggak lupa disertai dengan menyebut2 masalah keluargaku. belum sempat aku reply message-nya yang ke-2, aku jadi apatis begitu lihat namanya.

Pertengahan Maret tahun ini, dia mengirimkan pesan bukan via personal message lagi. Tapi via comment, masih di Friendster-ku. Karena Mr.Holy  ini bukan salah satu contact-ku, jadi harus aku approve/reject terlebih dulu sebelum ter-published di tampilan Friendster-ku. Selesai baca testimony-nya...aku sangat2 sependapat dengan si-Pengecut ini. Tapi di sisi lain, aku sangat membenci sikapnya.

Tanpa memperpanjang keraguanku, ingat pesan Bunda-ku ke anak2nya, aku approved semata-mata semoga testimony-nya itu bisa jadi pencerahan buat kita ummat Islam yang aktif di dunia maya.

Ini testimonial dari Mr.Holy :


assalamu'alaikum.

cuma mau ingatkan aja
^_^


kumohon bagi yang mempunyai...
bagi yang memiliki....
bagi yang melihat....
bagi yang berminat....

FOTO ORANG PAKE BOM DI BADANNYA
ATAU SEJENISNYA...
DITAMBAH BESERTA ATRIBUT ISLAM...

tolong di tolong di pertimbangkan lagi,
klo bisa dihapus.

seakan islam mengajarkan hal itu,

padahal...

islam sangat menentang hal ini,
dan sangat menentang akan hal ini
dan sangat menentang akan hal ini,

semangat dakwah bukan dengan seperti ini,
bukan dengan menunjukkan hal hal rusak.

minfadhlik ya saudaraku,

kutakutkan..
dakwah islam terhambat..
terfitnah...
tersisihkan...
terintimidasi...

karena kebodohan beberapa golongan.

ya Allah,
cukup sudah kesusahan dakwah agamaMu ini,
mudahkan ya Allah,
agar kami bisa menjalankan syariatMu yang sahih

yang benar dari Allah,
yang salah dari syaitan dan kebodohan ana.
Allahu'alam

kritik dan pesan selalu terbuka.


Yang punya ID di Friendster, bisa baca di sini.

Aku setuju banget dengan opini yang disampaikannya itu, seperti gambar2 di bawah ini yang sering dijadikan headshot di Multiply, Friendster, atau blog2 lainnya.

Memang hak kita untuk menampilkan headshot sesuka kita, seperti headshot-ku yang narcist itu yang juga mengundang kontra dari beberapa fans gelapku. Dan semoga opini dari Mr.Holy bisa jadi pertimbangan untuk semangat jihad kita, yang bukan hanya di medan perang...apalagi kita hanya bisa menampilkan gambar2 tersebut tanpa ada aksi yang lebih kongkrit, yang akhirnya hanya menimbulkan fitnah untuk Islam.

Aku yakin, Muslim yang membaca journal-ku ini sudah faham bahwa kita bisa berjihad di mana saja. Di dunia sastra seperti Mbak Helvy, Mbak Asma, Teh Pipit, Mbak Afifah Afra, dll. Atau mencerdaskan ummat di bidang penulisan seperti Mas Jonru, dkk. Untuk seorang pelajar/mahasiswa pun, perginya dalam menuntut ilmu termasuk jihad...yang kalau mereka dipanggil-NYA saat menuntut ilmu bisa dikategorikan mati syahid. Dan aku sebagai seorang perempuan yang nggak bisa apa2...cukup berpegang dengan kalimat "Jihadnya seorang wanita adalah melahirkan".

Slogan-ku pribadi, kita boleh berbeda pendapat...asal ukhuwwah tetap terjaga. Mohon maaf sebesar2nya untuk sahabat2ku yang nggak berkenan dengan journal-ku ini.

JazaakumuLLOHU wa khoirul jazaa' untuk Mr.Holy.



Glossaries of Islamic Terms (for my non-Muslim readers) :
~ taushiyah (nasehat)
~ tarbiyah (proses pengembangan dan bimbingan, meliputi jasad, akal, dan jiwa, yang dilakukan secara berkelanjutan, dengan tujuan akhir si anak didik tumbuh dewasa dan hidup mandiri di tengah masyarakat)
~ mustawa (level tarbiyah)
~ jihad (berjuang atau berusaha dengan keras & nggak harus berarti perang dalam makna fisik)
~ mati syahid (kematian pada saat berjuang keras, sehingga kematiannya itu menjadi saksi atas kegigihan usahanya & itu sebuah taruhan dari kehormatannya dalam perjuangannya)
~ ukhuwwah (persaudaraan)
~ jazakumuLLOHU wa khoirul jazaa' (ucapan terima kasih yang lebih bermakna & mengandung do'a, yang artinya "semoga ALLOH membalasmu dengan balasan yang lebih baik lagi")



Blog EntryBom Bunuh Diri = Jihad ...???Dec 28, '07 10:54 AM
for everyone

Menanggapai comment-nya Mas Syamsul di postingan-ku sebelumnya yang berjudul Benazir Bhutto Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri , aku jadi buka file di notebook-ku lagi tentang hal yang berkaitan dengan "Bom Bunuh Diri Tidaklah Sama Dengan Jihad", yaitu penjelasan Ustadz Ahmad Sarwat yang pernah aku copy dari eramuslim.com.

Sebelumnya, aku mohon maaf buat yang kontra. It's just in a forum, ukhuwwah islamiyyah is the most important.

Berikut penjelasan beliau :

 

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Istilah 'bom bunuh diri' kalau dikaitkan dengan perlawanan bangsa Palestina melawan jagal Israel tentu sangat tidak tepat. Bahkan penggunaan istilah itu sendiri adalah bagian dari propaganda Israel dalam menghancurkan mentalitas saudara kita di sana.

Yang mereka lakukan bukan operasi bunuh diri, melainkan perang suci membela agama, nusa dan bangsa serta hak-hak hidup paling asasi di muka bumi.

Tidak ada bedanya apa yang mereka lakukan dengan yang dilakukan oleh arek-arek Suroboyo di tahun 1945, ketika mereka menyongsong meriam Belanda hanya berbekal bambu runcing. Dilihat dari hitung-hitungan biasa, meriam Belanda itu pasti akan membunuh mereka semua. Lalu apalah artinya bambu runcing menghadapi meriam-meriam itu?

Tetapi semua kita tahu bahwa mereka adalah pahlawan yang tiap tahun kita peringati jasanya pada hari pahlawan. Tidak ada seorang pun di antara kita yang menyebut tindakan mereka sebagai bunuh diri. Padahal apa yang mereka lakukan lebih dahsyat dari sekedar apa yang dikerjakan oleh mujahidin Palestina sekarang.

Maka di luar medan perang, sebenarnya masih ada peperangan lainnya yang tidak kalah dahsyat. Yaitu perang urat syaraf, perang opini dan perang media. Kalau sebagai muslim kita sampai hati menyebut perjuangan bangsa Palestina itu sebagai 'bom bunuh diri', maka pada hakikatnya kita adalah korban perang. Sebab kita sudah termakan perang opini yang mereka buat, karena sudah berhasil membuat kita berhenti dari mendukung perjuangan bangsa terjajah itu.

Sebagai muslim, kita tahu bahwa apa yang mereka lakukan dengan meledakkan bom di tengah kerumunan Yahudi bukanlah bunuh diri. Sebab orang yang bunuh diri itu adalah orang yang tidak punya harapan lagi. Mereka kecewa dan mengakhiri hidup dengan menghilangkan nyawa diri sendiri.

Sedangkan pejuang muslim Palestina itu tidak putus asa, melainkan mereka sedang menjalankan perintah Allah SWT. Mereka tidak takut mati asalkan demi mempertahankan agama Allah. Mereka telah berkorban harta dan jiwa, janganlah kita zalimi dengan berbagai tuduhan versi orang-orang kafir. Janganlah kita termakan dengan propaganda asing yang ingin memecah belah persatuan umat Islam sedunia.

Mereka yang mati dalam rangka mempertahankan negeri dari penjajah kafir, tentu saja akan mati bahagia. Bahkan mereka tidak mati, melainkan tetap hidup. Kalau orang bunuh diri pasti mati. Tetapi orang yang terbunuh di jalan Allah, tidak mati melainkan tetap hidup di sisi Allah dan tetap mendapat rizki.

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, mati; bahkan mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (QS Al-Baqarah: 154)

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. (QS Ali Imran: 169)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


ReviewReviewReviewReviewReviewTren Pluralisme Agama, Tinjauan KritisApr 21, '07 10:40 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Nonfiction
Author:Dr Anis Malik Thoha
Mas Anis pernah meghadiahkan buku ini untuk kami, yang masih dalam bahasa Arab (belum diterjemahkan) dengan judul aslinya “At-Ta’adduddiyah Ad-Diniyah: Ru’yah Islamiyah“. JazaakumuLLOHUjaziilan untuk hadiahnya, Mas... Dan baru seminggu yang lalu, saya beli terjemahannya. Oh ya, dulu Mas Anis juga senior saya di Comparative Religion IIUI, tapi beliau di jenjang doctoral.


BUKU JUARA
Predikat ini layak disematkan pada buku yang diterbitkan oleh Gema Insani Press (GIP) ini.

Setahun yang lalu, buku ini meraih penghargaan dari Isma'il Al-Faruqi Publications Award, International Islamic University Malaysia (IIUM). Awal Maret 2007 lalu, buku ini juga meraih penghargaan pada Islamic Book Fair (IBF) 2007 yang digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, sebagai buku terbaik category non-fiksi.

Buku ini merupakan disertasi beliau semasa kuliah di International Islamic University Islamabad (IIUI), Pakistan. Disertasi tersebut memperoleh Gold Medal karena dinilai sebagai disertasi terbaik. Sekarang beliau menjadi dosen Ilmu Perbandingan Agama sekaligus dekan fakultas Comparative Religion di IIUM. Beliau juga salah satu pakar pluralisme agama di Indonesia sekarang ini.


REVIEW
Dalam bukunya, beliau mengutip definisi populer dari Pluralisme Agama yang dirumuskan John Hick. “..pluralisme agama adalah suatu gagasan bahwa agama-agama besar dunia merupakan presepsi dan konsepsi yang berbeda tentang, dan secara bertepatan merupakan respon yang beragam terhadap Yang Real atau Yang Maha Agung dari dalam pranata kultural manusia yang bervariasi dan bahwa tranformasi wujud manusia dari pemusatan diri menuju pemusatan hakikat terjadi secara nyata dalam setiap masing-masing pranata kultural manusia tersebut terjadi, sejauh yang dapat diamati, sampai pada batas yang sama.”

Dengan kata lain, Hick ingin menegaskan bahwa sejatinya semua agama adalah merupakan manifestasi-masifestasi dari realitas yang satu. Dengan demikian semua agama sama dan tak ada yang lebih baik dari yang lain. Sangat jelas, rumusan Hick tentang pluralisme agama di atas adalah berangkat dari pendekatan substantif, yang mengungkung agama dalam ruang (private) yang sangat sempit, dan memandang agama lebih sebagai konsep hubungan manusia dengan kekuatan sakral yang transendental dan bersifat metafisik ketimbang sebagai suatu sistem sosial.

Dengan demikian telah terjadi proses pengebirian dan reduksi pengertian agama yang sangat dahsyat. Sesungguhnya, pemahaman agama yang reduksinstik inilah yang merupakan “pangkal permasalahan” sosio-teologis modern yang sangat akut dan komplek yang tak mungkin diselesaikan dan ditemukan solusinya kecuali dengan mengembalikan agama itu sendiri ke habitat aslinya. Ke titik orbit yang sebenarnya, dan kepada pengertiannya yang benar dan komprehensif, tidak reduksionistik.

Menurut beliau, ternyata “pemahaman reduksionistik” inilah justru yang semakin populer dan bahkan diterima di kalangan para ahli dari disiplin ilmu dan pemikiran yang berbeda, hingga menjadi sebuah fenomena baru dalam pemikiran manusia yang secara diametral berbeda dengan apa yang sudah dikenali secara umum.

Yang unik dalam fenomena baru ini adalah bahwa pemikiran “persamaan agama" (religious equality) ini, tidak saja dalam memandang eksistensi riil agama-agama (equality on existence), namun juga dalam memandang aspek esensi dan ajarannya, sehingga dengan demikian diharapkan akan tercipta suatu kehidupan bersama antar agama yang harmonis, penuh toleransi, saling menghargai atau apa yang diimpikan oleh para “pluralis” sebagai “pluralisme agama”. Alih-alih menciptakan kerukuan dan toleransi, paham pluralisme agama itu sendiri sebenarnya sangat tidak toleran, otoriter, dan kejam, karena menafikan kebenaran semua agama, meskipun dengan jargon menerima kebenaran semua agama. Dengan dalih Piagam Hak Asasi PBB, maka semua agama harus tunduk dan patuh. Bahkan penganutnya menganggap Piagam PBB lebih pluralisme agama.


ReviewReviewReviewReviewThe Templar RevelationMar 20, '07 10:49 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Mystery & Thrillers
Author:Lynn Picknett & Clive Prince
PARA PELINDUNG IDENTITAS SEJATI KRISTUS
TERSIBAKNYA KODE RAHASIA LEONARDO DA VINCI

Dalam penyelidikan mereka atas Leonardo da Vinci dan Kain Kafan dari Turin , Lynn Picknett dan Clive Prince dikejutkan oleh petunjuk-petunjuk yang mereka temukan. Karya seniman dan ilmuwan besar abad Renaisans itu tampak menunjukkan adanya sebuah perkumpulan-agama rahasia. Ada tanda-tanda bahwa perkumpulan rahasia itu masih hidup hingga kini. Dan, kedua penulis ini mendapati petunjuk lebih jauh di sebuah gereja abad ke-20 di London.

Itu barulah awal pencarian. Keduanya lalu melakukan serangkaian pencarian menembus ruang dan waktu menuju jantung okultisme dan sejarah gelap Eropa yang melibatkan berbagai kelompok misterius seperti Freemason, kaum Kathar, dan Para Kesatria Templar.

Ketika menggali lebih dalam, petunjuk yang ada menuntun mereka ke berbagai gagasan dan keyakinan abad pertama Masehi. Mereka juga terpandu ke pandangan baru yang menghebohkan tentang karakter dan motif-motif sebenarnya dari orang yang diyakini sebagai pendiri Kekristenan ... tentang peran Yohanes Pembaptis dan Maria Magdalena.

Kedua penulis ini membongkar sebuah sejarah tersembunyi, yang telah dipendam selama berabad-abad, dan yang bab terakhirnya mungkin dapat menghancurkan dasar Gereja...


ReviewReviewReviewReviewReviewKnights Templar Knights of ChristMar 6, '07 12:01 AM
for everyone
Category:Books
Genre: History
Author:Rizki Ridyasmara
KNIGHTS TEMPLAR KNIGHTS OF CHRIST
KONSPIRASI BERBAHAYA BIARAWAN SION MENJELANG ARMAGEDDON
FAKTA RAHASIA YANG TAK DIUNGKAP THE DA VINCI CODE


Sinopsis

Apakah Anda termasuk yang larut dalam serunya petualangan yang diciptakan Dan Brown dalam karya fenomenalnya, The Da Vinci Code? Pemecahan aneka simbol dan penelusuran sejarah silam yang dituangkan secara menegangkan oleh Dan Brown ternyata memukau dunia. Banyak yang surprise, namun tidak sedikit yang gerah dibuatnya. Dan bisa jadi Anda termasuk salah satu dari mereka. Dan mungkin dari jenis manapun Anda hingga kini, Anda masih "penasaran" dengan fakta-fakta lain yang masih tersembunyi dan belum diulas secara mendalam dalam The Da Vinci Code.

Mungkin tidak salah memang jika dikatakan bahwa he Da Vinci Code sesunguhnya hanyalah awal. Yah, awal dari upaya mengungkap sebuah gerakan rahasia yang diduga kuat menjadi dalang dari hampir semua peristiwa-peristiwa kelam dalam sejarah manusia di dunia. Gerakan itu bernama: Biarawan Sio.

Buku Knights Templar of Christ (Ksatria Biara, Ksatria Kristus) ini hanya ingin mengungkap lebih jauh tentang gerakan ini; sesuatu yang belum dilakukan oleh Dan Brown dalam The Da Vinci Code-nya. Buku ini juga mengajak Anda melanjutkan petualangan "seru" menelusuri jejak-jejak Biarawan Sion gerakan rahasia yang diyakini berada di belakang Ksatria Biara (Templar) dan lobi-lobi politik tingkat tinggi dunia hingga kini, atau apa pun namanya abad 21 ini yang mengejawantah dalam berbagai organisasi terbuka maupun tertutup, seperti Freemason, The Federal Reserve, IMF, The Judeo Christianity, dan sebagainya.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help